Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 203


__ADS_3

Sejak kejadian dengan berhujan-hujanan bersama, Sabrina sekarang lebih sering melamun sambil tersenyum sendiri. Berbeda dengan Wisnu yang benar-benar memantapkan hatinya apa benar yang dia lakukan saat itu.


Wisnu mendesah mengingat kejadian hari ini, dengan meneguk kopi yang ada di hadapannya, Wisnu berfikir kalau dirinya harus segera melamar anak gadis orang yang sudah di cium hari ini.


" Tapi apa yang aku lakukan ini sudah benar ya? kalau aku melamar Ina, itu berarti aku harus menikahinya, tapi entah kenapa hati ini belum begitu yakin kalau aku benar-benar mencintainya" monolog Wisnu di balkon kamarnya.


Sementara di tempat lain, Sabrina memainkan gelas yang berisi jus dan memainkan embun yang keluar dari dalam gelas dengan menuliskan huruf W di gelas tersebut.


" Kamu sedang apa Nak?" tanya mama Naya yang melihat anaknya sudah mirip seperti orang gila karena senyum senyum sendiri sambil mencoret coret gelas.


Sabrina yang memang melamun sama sekali tidak mendengar suara sang mama dan sukses membuat Naya sedikit dongkol.

__ADS_1


Dengan keras Mama Naya memukul meja yang langsung membuat Sabrina terlonjak kaget.


" Astaga Mama...mama mau buat Sabrina mati muda?" ucap Sabrina sambil mengelus dadanya.


"Kamu gak akan mati muda kalau cuma mendengar suara pukulan meja, tapi kemungkinan kamu akan gilak karena dari tadi mama lihat kamu senyum senyum sendiri mirip seperti orang gila" sahut mama Naya yang langsung membuat Sabrina langsung diam tidak msnyahuti ucapan mamanya.


" Apa yang membuat kamu senyum-senyum seperti tadi? jangan bilang kalai itu semua gara- gara Wisnu Wisnu itu" tanya Mama Naya langsung membuat Sabrina tersenyum cerah.


" Sepertinya sebentar lagi mama dan papa mau dapat mantu tampan" bukannya menjawab pertanyaan mamanya, Sabrina malah mengatakan kalau mama dan papanya mau mendapat mantu.


" Ya ampun mama, bukannya doain anaknya yang baik-baik biar jodohnya anaknya sesuai yang di harapkan, ini malaj ngatai anaknya yang enggak-enggak, kejam banget tau gak, udah mirip kayak anak tiri Sabrina" sahut Sabrina yang di balas dengan wajah mama Naya yang sedikit culas kemudian langsung meninggalkan Sabrina masuk ke dalam kamar.

__ADS_1


*****


Di kediaman Atmaja, Arti sudah sampai di rumah besar di antar oleh Yusuf, dan setelah mengatar Arti ke rumah besar Atmaja, beberapa wejangan di berikan pada pasangan calon pengantin agar tidak ketemu dulu karena pamali.


Saat ini Cahaya, Arti dan Tiara sedang duduk bersama di ruang keluarga. Ara dan Ratu masih pergi dan belum kembali. Mereka bercerita sambil sesekali tertawa membicarakan hal-hal yang lucu.


Namun saat para pelayan membawakan cemilan untuk ketiganya, Entah kenapa Tiara mendadak mual melihat salad buah yang ada di hadapan Cahaya.


Cahaya yang langsung memakan salad buah favoritnya saat hamik begitu menikmatinya, berbeda dengan Tiara yang langsung mual dan berlari ke kamar mandi dan sukses mengagetkan Cahaya dan Arti.


" Tiara kenapa? kok seperti mau muntah begitu?" tanya Cahaya yang di jawab gelengan kepala oleh Arti yang masih melihat ke arah dapur dimana Tiara berlari..

__ADS_1


Di toilet dapur, Tiara memuntahkan semua isi perutnya sampai-sampai Tiara langsung pucat dan keringat dingin membasahi keningnya.


Bersambung.


__ADS_2