Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 160


__ADS_3

Wisnu memang pernah mengagumi Kia, tapi setelah tau kalau Kia adalah istri dari Rekan kerja nya, Dia tidak mau merusak hubungan rumah tangga orang.


" Maaf kan saya Pak Pandu karena sudah membuat Pak Pandu jadi semarah ini, tapi saya benar benar tidak ada maksud apa apa, saya hanya ingin memberi kan coklat itu saja, sebagai ucapan terima kasih karena sudah merawat saya dan memberi kan saran yang baik untuk menjaga kesehatan saya pak" ucap Wisnu merasa tidak enak.


" Saya juga minta maaf pak Wisnu, saya seperti ini karena ada alasan nya, saya tidak mau hal hal begitu menyakit kan di antara aku dan Kia istri ku terulang lagi" sahut Pandu dengan wajah yang senduh mengingat tragedi tragedi yang dulu di alami oleh istri nya.


" Maksud pak Pandu" tanya Wisnu penasaran.


" sudah lha Pak, tidak perlu di bahas kembali, saya tidak mau membahas hal hal yang membuat saya sakit" ucap Pandu tidak mau memberi kan kejadian yang dia alami dengan Kia.


" Maaf maaf pak, sudah membuat pak Pandu jadi sedih" ucap Wisnu.


" Tidak lha, oia kita tidak perlu lha seformal ini bicara nya, sebut nama saja, biar lebih enak kalau ngobrol" ucap Pandu dan langsung di angguki Wisnu sambil tersenyum.


Mereka pun jadi bercerita panjanh lebar mengenai proyek yang lagi mereka tangani, sangking asik nya Pandu dan Aldi sudah lama di kantor Pandu.


Saat sedang berbicara sambik sesekali tertawa, ponsel Pandu berbunyi dan Pandu langsung tersenyum ketika melihat siapa yang menghubungi nya.


" Hallo assalamualaikum sayang" ucap Pandu dengan suara yang lembut.


Semua yang ada di ruangan itu langsung tersenyum karena mereka tahu siapa yang menghubungi Pandu.


" Walaikumsalam Mas, Mas dimana sih, kok gak ada di kantor" sahut Kia.


" Mas lagi di luar sayang, maaf ya..kamu lagi di kantor ini" tanya Pandu.


" Iyaa Mas, tapi ini Kia mau ikut sama Widya aja deh, Kia gak tau mau ngapain kalau sendirian di ruangan Mas, Kia ikut Widya aja ya Mas, nanti Mas jemput Kia di kafe" ucap Kia panjang lebar.


" Maaf sayang, kamu tunggu di kantor aja ya sayang, Mas gak mau kamu kecapean, kalau harus bolak balik, ini Mas mau langsung ke kantor" sahut Pandu dengan lembut.


" Yauda deh, Kia tunggu Mas di kantor aja" ucap Kia dengab lemas karena tidak di izin kan untuk ke kafe.


" Tunggu ya sayang" ucap Pandu sekali lagi.


" Iya Mas, yaudah Kia tutup ya, assalamualaikum" ucap Kia kemudian menutup sambungan telpon nya tanpa menunggu jawaban dari Pandu.

__ADS_1


Pandu yang merasa istri nya ngambek hanya tersenyum gemas sambil melihat foto yang ada di layar ponsel nya.


" Ada apa Ndu?" tanya Aldi.


" Kia sudah di kantor di antar sama Widya, tapi karna aku gak ada, jadi dia ngambek mau ke kafe aja, tapi aku gak izinin, karna aku gak mau dia capek, kan dia lagi hamil" ucap Pandu menjelas kan.


" Yasudah kita balik sekarang aja, toh masalah nya sudah kelas kan" ucap Aldi dan langsung di angguki kepala oleh Pandu.


Pandu dan Aldi pun langsung pamit pada Wisnu, karena tidak mau berlama lama lagi, takut nya Kia beneran ngambek kalau sampai Pandu lama sampai nya.


Setelah berpamitan Pandu dan Aldi langsung keluar dari kantor Wisnu dan langsung menuju parkiran dan langsung melaju kan mobil nya menuju gedung Atmaja Group.


*****


Sementara di sebuah taman rumah sakit, seorang lakilaki dan perempuan telah duduk di kursi taman bercerita dan sesekali tertawa karena karena pembicaraan mereka.


Mereka adalah Firman dan Rika, yang setelah menemui ibu nya Firman, Firman tidak langsung pulang, melain kan mengajak Rika untuk bercerita karena Rika tidak ada kelas hari ini, begitu pun juga Firman yang free untuk ngajar.


" Ka, kakak uda sering ngenalin wanita sama orang tua kakak, tapi respon nya tidak seperti tadi saat kamu ketemu sama mama kakak" ucap Firman.


" Memang nya apa beda nya Rika dengan yang lain kak, kan sama sama wanita" sahut Rika ingin tahu.


Rika yang melihat wajah Firman di buat cemberut tersenyum begitu manis di depan Firman, dan Firman yang melihat senyuman Rika begitu manis, jantung nya kembali berdetak begitu kencang.


Rikaa...senyuman kamu, ya ampun lagi lagi aku gak sanggup ngeliat nya, aku harus segera meyakin kan diri ku kalau aku memang mencintai Rika, batin Firman.


" Rika kalau misal nya ada yang lelaki yang mau menghitbah kamu, apa kamu mau menerima nya?" tanya Firman.


Rika yang mendengar nya begitu terkejut," kenapa kakak tiba tiba nanyak seperti itu?" tanya Rika balik.


" Kakak cuma ingin tahu saja Ka, dan sebenar nya kriteria untuk menjadi calon suami kamu itu seperti apa?" ucap Firman.


Kenapa kak Firman nanyak seperti itu, apa kak Firman mau menghitbah aku maka nya kak Firman nanyak nanyak dulu, ahk...Gak gak..kamu jangan ke geeran Ka, kalau sampai tidak seperti itu, kamu juga yang sakit, batin Rika.


" Emmmm...Rika sih gak neko neko kak, Rika yang penting sayang dan slalu setia sama Rika, dan melihat Rika apa ada nya, dan sayang juga sama keluarga" sahut Firman memberi tahu.

__ADS_1


" Soal harta" tanya Firman ingin tahu.


" Hahahaha...kak dari dulu Rika gak pernah melihat laki laki dari materi, karena materi bisa sama sama di cari kan" sahut Rika lagi.


" Jadi kalau kakak mau menghitbah kamu, apa kamu terima?" ucap Firman tanpa sadar.


" Apaa" ucap Rika terkejut.


Firman terkejut karena suara cempreng Rika, Firman pun langsung gugup seketika.


" Apaa apaaa, tidak kenapa?" tanya Firman gugup.


" Tadi kakak mau menghitbah Rika, itu benar?" tanya Rika dengan ragu ragu.


" Apaa...kapan kakak bilang gitu, kamu salah dengar kali" ucap Firman.


" Masa iya sih Rika salah dengar kak" ucap Rika sambil mengingat ingat apa yang di dengar tadi.


" Iya kamu salah dengar kali Ka, emmmm..yauda kamu kakak antar pulang yuk, uda gak ada praktek kan? ajak Firman mengalih kan pembicaraan.


" Rika pulang sendiri aja Ka, soal nya Rika bawa mobil" tolak Rika dengan halus.


" Yasudah ayok kakak antar ke mobil kamu" ajak Firman ingin mengantar Rika sampai parkiran.


Rika pun langsung berdiri dan berjalan ke arah parkiran di mana mobil nya di parkir.


Firman yang berjalan berdiri di samping Rika melihat Rika sekilas karena Firman mengingat ucapan nya tadi.


Belum saat nya Ka, kamu mendengar ucapan seperti tadi, nanti ada saat nya dimana aku ngelamar kamu dengan romantis, gumam Firman.


Bersambung...


Nanti Author bakalan up lagi kalau ada waktu luang yaa Readers tercinta.


Dan jangan lupa dukungan nya terus ya, dengan Like.komen dan vote yang banyak,plisssss

__ADS_1


dan jangan lupa hadiah nya juga yaa, plissss.


Salam sayang Author buat readers tercinta, I Love You More 😊😊


__ADS_2