
Kabar Cahaya kecelakaan telah sampai di telinga keluarga Atmaja, bagai di sambar petir Kia langsung terduduk lemas karena mendengar kabar dari keponakannya Haikal, baru saja Kia sampai rumah dan ingin istirahat sebenatr, tapi ponselnya sudah berdering dan mendapat kabar kalau Cahaya kecelakaan.
" Ayo Kia kita harus kerumah sakit sekarang?" Ajak Anita yang melihat adik iparnya masih terdiam dengan air mata yang membasasi pipi mulusnya.
Sementara di rumah sakit, Raja begitu khawatir, ia terus mondar mandir melihat pintu ruangan ICU masih belum terbuka, padahal sudah hampir satu jam Cahaya berada di dalam.
Andra lari lari dari lorong rumah sakit setelah mendapat kabar dari Haikal langsung ke rumah sakit dimana Cahaya di bawa.
" Ja, Kal gimana bisa Aya kecelakaannya?" tanya Andra dengan nafas yang masih tersengal.
Tak lama Ratu juga sudah tiba di rumah sakit bersama dengan Arti yang kebetulan sekolah Ratu memang dekat dengan toko roti Cahaya, sehingga begitu mendengar kabar kalau calon kakak iparnya kecelakaan, dengan cepat Ratu langsung berlari ke toko roti dan memberitahu [kan pada Arti.
Raja tidak menjawab pertanyaan Andra, ia hanya berdiri di depan pintu dengan terus menatap pintunya dan menunggu kabar dari kak Azmi dan juga kak Ara.
" Aku masih menyuruh orang kita untuk menyeledikinya, aku rasa ini sudah di rencanakan, karena mobil yang menabrak Cahaya seperti memang menabrak Raja dan Cahaya" ucap Haikal yang membuat Andra mengepalkan tangannya.
Sementara Wisnu yang langsung kembali ke rumah merasa ketakutan, ia mondar mandir gak jelas di ruang tamu berfikir apa yang akan di lakukannya.
" Aku harus melakukan sesuatu, aku gak bisa diam aja begini" ucap Wisnu terus mindar mandir.
__ADS_1
" Cahaya bagaimana kondisimu saat ini, aku harap kamu tidak parah Ya, tapi melihat kondisimu tadi aku gak sanggup Ya" ucap Wisnu lagi.
" Harusnya yang mengalami ini Raja Ya bukan kamu, tapi kenapa kamu malah menolong Raja dan mengorabankan dirimu sendiri untuk aku tabrak" ucap Wisnu tanpa sadar.
" APAAAAA" ucap Tiara yang tiba tiba berada di belakang Wisnu.
Deg
Wisnu langsung berbalik dan melihat adiknya sudah berada di hadapannya, dengan susah payah Wisnu meneln salivanya melihat Tiara yang sudah begitu marah karena terlihat dari wajahnya.
Selangkah demi selangkah Tiara berjalan mendekat ke arah dimana Wisnu berdiri, dan detik kemudian
Plaaaaaak
" Ahkirnya kecurigaanku semalam terjawab juga, dan inilah yang kakak lakukan, membuat orang yang tak bersalah terbaring di rumah sakit" ucap Tiara dengan air mata yang sudah mengalir di wajahnya.
" Kenapa kakak melakukan ini? kenapa kakak selalu berusaha untuk memisahkan Raja dan Cahaya kak? apa salah mereka pada kakak?" tanya Tiara dengan suara yang sudah tidak bisa di tahannya.
" Karena aku ingin membalas sakit hatimu, aku tidak sanggup melihat mu yang setiap malam diam diam menangis hanya karena lelaki tidak punya hati itu, kau bisa tersenyum dengan begitu manis jika bisa bersama teman mu, tapi ketika kau sendiri pasti kau menangis sambil menatap foto lelaki itu" ucap Wisnu memberitahu kenapa dirinya melakukan itu.
__ADS_1
" Tapi kakak salah, gak seharusnya kakak lakukan ini pada Raja, dan Raja tidak bersalah kak, memang cintanya bukan untuk ku tapi buat Cahaya" ucap Tiara.
" Kakak tau, hewan saja akan marah jika anak atau pasangannya di sakiti oleh musuhnya, apalagi Raja kak, Cahaya adalah calon istrinya dan mereka akan segera menikah, apa kakak bisa membayangkan bagaimana perasaan Raja saat ini" bentak Tiara tepat di depan wajah Wisnu.
Wisnu tidak menjawab, Ia hanya diam saja dengan mengalihkan wajahnya ke arah lain.
" Cahaya itu wanita yang punya hati kak, sama seperti adikmu ini, jika aku jadi Cahaya bagaimana perasaan kakak, saat ada orang yang berusaha menyakiti aku dan berusaha memisahkan aku dari calon suamiku nanti, bagaimana perasaan kakak, JAWAAAAB" sekali lagi Tiara membentak Wisnu.
Dan lagi lagi Wisnu hanya bisa terdiam sambil memejamkan matanya, Tiara hanya bisa menangis dengan mengucapkan kata katanya barusan, hatinya sakit melihat kakaknya yang sudah berbuat jaha.
" Sudah berapa kali aku mengatakannya pada kakak, kalau jangan pernah melakukan hal gila pada Raja dan Cahaya lagi, setelah kejadian di hutan dulu" ucap Tiara dengan suara melemah sambil terisak.
" Luka di hatiku memang begitu dalam karena Raja tidak membalas cintaku kak, tapi aku tidak membenci Raja begitupun dengan Cahaya, begitu aku tahu kalau Raja begitu mencintai Cahaya, dan Cahaya juga mencintai Raja, aku memilih mundur dan berusaha untuk melupakan rasa cintaku pada Raja kak, biarlah aku yang merasakan sakit ini kak dan melupakan perasaanku pada Raja kak, walau aku yang merasakan sakitnya, tapi bukan berarti kakak melakukan ini semua pada Raja atau pun Cahaya kak" ucap Tiara lagi dengan menatap Wisnu begitu tajam.
Tiara menghapus air matanya, Ia menatap kakaknya yang menundukkan kepalanya, " Kalau sampai terjadi sesuatu pada Cahaya, aku gak akan mau kenal kakak lagi, dan kakak tunggu lah hukuman yang pantas dari keluarga Raja nantinya" ucap Tiara yang langsung pergi meninggalkan Wisnu begitu saja. Tujuan Tiara saat ini hanya lah ingin tahu bagaimana keadaan Cahaya.
Bersambung.
__ADS_1