Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 137


__ADS_3

Setelah Dimas berhasil mengajak ketemu dengan perusahaan awal yang berkerja sama dengan perusahaan Atmaja Group, Dimas langsung mengabari pada bos nya.


" Maaf tuan, saya sudah menghubungi perusahaan awal, dan mereka mau di ajak ketemu malam ini juga set jam lagi di kafe sahabat" ucap dimas memberi kan informasi.


" Baik lha, kita berangkat sekarang" ucap Pandu.


Mereka pun langsung berjalan menuju kafe sahabat, selama di mobil Pandu dan yang lain nya slalu berfikir keras apa sebenar nya maksud dari rekan bisnis nya itu, kenapa mereka sampai melakukan ini,kalau mereka hanya ingin mengaju kan kerja sama.


Tak lama Pandu dan yang lain nya sampai di kafe sahabat, Pandu langsung duduk di meja yang sudah di reservasi oleh Dimas sebelum mereka tiba di kafe Sahabat.


Tak lama Pandu dan yang lain duduk, datang lha orang yang sebelum nya kerja sama dengan Atmaja Group.


" Selamat malam Pak Pandu, maaf saya telat" ucap Geri orang yang sebelum nya bekerja sama dengan Pandu.


" Tidak apa apa Pak Geri, saya yang seharus nya minta maaf, karena saya menggangu waktu anda malam malam" sahut Pandu.


" Tidak masalah pak, saya juga mau minta maaf karena masalah ini" ucap Geri kembali dengan wajah tidak enak.


" Sebenar nya saya ingin tau pak, kenapa mereka bisa mengambil alih perusahaan bapak untuk melanjut kan kerja sama ini, padahal mereka mengeluar kan biaya yang tidak sedikit" ucap Pandu langsung bertanya.


" Awal saya menolak dengan keras pak masalah ini, karena saya tidak mungkin menghianati bapak, karena kita sudah bertahun tahun menjalan kan kerja sama, tapi mereka mengancam saya akan mengancur kan keluarga saya dan mengancur kan perusahaan saya yang tidak ada apa apa ini pak" jelas Geri.


" Karena saya tidak mau istri dan anak saya mendapat imbas nya, ahkir nya saya mengikuti kemauan mereka dan saya mohon maaf pak Pandu" sambung Geri.


Pandu, Aldi dan Bima yang mendengar penjelasan Geri pun langsung terdiam dan berfikir apa sebenar nya mau rekan bisnis nya sekarang.


" Tidak apa apa pak Geri, saya mengerti kekhawatiran bapak" ucap Pandu.


" Apa Pak Geri tahu siapa bos dari Prasetya Group?" tanya Aldi.


" Tidak pak Aldi, karena semua yang mengurus ini hanya Asisten nya, jadi sampai sekarang saya tidak pernah bertemu dengan Bos Prsetya group" jawab Geri.

__ADS_1


" Tapi saya berjanji akan membantu pak Pandu dan yang lain nya untuk mengungkap siapa dalang dari ini semua" sambung Geri lagi.


" Terima kasih banyak pak Geri, atas bantuan dan kerja sama kita" ucap pandu dan berjabat tangan dengan Geri.


Geri pun langsung membalas uluran tangan Pandu, dan tersenyum senang.


" Baik lha kalau begitu pak Geri, saya permisi dulu, masih ada yang harus saya kerja kan untuk masalah ini" ucap Pandu pamit.


" sebentar pak, bapak mau kemana malam malam begini, ini udah hampir jam 10 pak" ucap Geri bertanya penasaran.


"Saya mau bertemu dengan Prsetya Group pak, malam ini mereka ingin langsung mengajak untuk bertemu" sahut Pandu.


" Ini aneh, saya dari kemarin bersikeras ingin bertemu dengan nya, tapi asisten nya tidak mengizin kan dengan alasan bos mereka tidak ingin bertemu dengan rekan bisnis nya, tapi kenapa dengan bapak dia sendiri yang mengajak bertemu?" ucap Geri.


Pandu, Aldi dan Bima langsung saling pandang, dugaan mereka bertiga seperti nya benar, ada yang tidak beres dari masalah ini.


" Begini pak Pandu, boleh kan saya ikut membantu masalah ini, tenang saja pak, saya tidak meminta apa pun dari bapak, saya ikhlas membantu bapak" ucap Geri.


" Baik lha pak Geri, tapi sebelum nya alangkah baik nya kita menyebut nama saja, biar lebih akrab, karena saya lihat umur kita seumuran" ucap Pandu dan langsung di angguki kepala dan tersenyum oleh Geri.


Sementara Kia dan yang lain nya semakin cemas, karena sudah hampir tengah malam Pandu dan yang lain nya juga belum ada kabar, begitu juga dengan Widya yang sekarang berada di panti.


Widya juga mencemas kan calon suami nya, karena sampai jam segini belum mendapat kan kabar, Widya dan Kia juga saling mengasih kabar kalau sudah mendapat kan kabar dari Pandu maupun Aldi.


Kia semakin khawatir dengan suami nya, kekhawatiran Kia dapat di lihat seluruh keluarga Atmaja, Mereka berusaha menenang kan Kia walau pun mereka juga cemas.


Sementara Pandu sudah bertemu dengan asisten Prasetya Group.


" Selamat malam tuan Pandu, senang sekali bisa bertemu dengan orang nomor satu se Asia" ucap Asiten Prasetya Group.


" Saya tidak ingin basa basi, yang saya mau sekarang jelas kan apa maksud kalian, kenapa kalian mengambil alih perusahaan yang bekerja sama dengan Atmaja Gruop, dan kalian juga sengaja mengentikan proyek ini agar terjadi kerugian di perusahaan kami" sahut Pandu dengan sedikit emosi.

__ADS_1


" Sabar pak Pandu, semua rasa penasaran bapak akan di jawab oleh bos kami" ucap Asisten Prasetya Group.


" Dimana bos kalian, suruh dia cepat menghadap saya sekarang juga, saya tidak banyak waktu untuk bos kalian yang pecundang di mata saya" sahut Pandu.


" Anda jangan berbicara seperti itu tentang bos saya pak Pandu, karena apa yang ada ucap kan dari mulut bapak, akan mengakibat kan penyeselan yang teramat untuk pak Pandu" ucap Asisiten Prastya lagi.


" Apa maksud mu?" tanya Bima.


" Pak Bima, anda kakak ipar yang setia kepada adik ipar nya, sampai sampai mau menemani adik ipar nya dan ikut mengorban kan diri anda" sahut Asisten Prsetya sambil tersenyum.


" Berkorban? apa maksud anda?" kali ini Geri yang bertanya.


" Wah..wahh..ternyata Pak Geri juga ikut, apa Pak Geri tidak takut dengan kami akan melibat kan istri dan anak bapak" ucap Asisiten Prasetya.


"Jangan banyak omong, segera panggil kan atasan mu, aku sudah muak dengan ucapan mu" ucap Pandu yang sudah semakin emosi.


tak..tak..tak


Bunyi suara sepatu berjalan ke arah Pandu dan yang lain nya.


Semua mata melihat bayangan siluet yang berjalan ke arah Pandu dan yang lain nya, Asisten Prasetya tersenyum melihat bos besar mereka sudah datang.


" Yang kalian tunggu sudah datang, maka persiap kan lha diri kalian" ucap Asisten Prasetya Group.


Pandu dan yang lain nya sudah tidak sabar melihat siapa atasan dari rekan bisnis nya itu, tapi saat sudah berada di depan Pandu beberapa meter, Pandu tidak melihat jelas wajah Bos dari Prasetya Group karena dia memakai topi, kaca mata hitam dan masker.


Bersambung....


Penasaran kan siapa orang yang mengusik pandu, terus ikuti cerita selanjut nya ya, yang buat kalian terkejut waw...


Dan jangan lupa untuk slalu Like,Komen dan Vote agar karya Author bisa masuk rangking

__ADS_1


terima kasih banyak semua


I Love You More 😊😊


__ADS_2