
Pagi hari setelah serapan, Raja dan Cahaya langsung pamit untuk berangkat, awalnya Raja kesal melihat Haikal yang memberikan jadwal penerbangan yang begitu pagi, tapi mau gimana lagi, hanya itu tiket yang bisinis, gak mungkin Haikal memesan tiket pesawat ekonomi buat Raja.
" Kalian hati hati ya, kalau ada apa apa segera hbungi kami di sini" ucap mama Kia memberikan wejangan.
" Iya Ma" sahut Raja dan Cahaya dengan kompak.
" Jangan lupa oleh-olehnya ya Ja,Ya" ucap Qiara.
" Mau apa? kulit komodo biar bosa buat tas" tanya Raja yang membuat seleruh keluarga tertawa tapi tidak dengan Ara dan Aya yang malah memandang Raja dengan tatapan tajam.
" Maaf sayang, cuma bercanda" ucap Raja agar Cahaya tidak marah padanya.
" Ja ayo, uda mempet ini waktunya" ucap Haikal yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Raja.
Kini Cahaya dan Raja berangkat bulan madu dengan pesawat bisnis biasa, dan tujuan mereka adalah Labuhan Bajo, tempat yang paling di pijakkan kakinya oleh Cahaya sedari dulu.
******
Di tempat lain, Andra dan Tiara sedang fokus dengan proyek pembuatan rumah mewah yang sedang mereka kerjakan, Andra yang sedang fokus mendesain rumah agar terlihat mewah dan elegan, sedangkan Tiara melakukan sistem marketing agar para kalangan atas banyak yang membeli rumah mewah tersebut.
Dan benar saja, rumah itu baru saja di pasarkan, sudah hampir habis karena memang letaknya yang strategis dan bentuknya yang mewah.
" Bagus juga sistem marketing kamu, begitu di pasarkan sudah hampir habis saja, padahal Raja juga belum ngeliat gimana proyeknya" ucap Andra yang langsung di senyumin Tiara.
" Ya bagus dong Ndra, itu karena aku gak mau mebuat kalian kecewa dengan kinerja aku" sahut Tiara yang di jawab dengan anggukan kepala oleh Andra.
Andra menatap wajah Tiara yang sedang memberes kan berks berkasnya untuk bertemu dengan para investor.
__ADS_1
" Ra, sejak kapan kamu mengubah tampilan kamu menjadi berhijab sekarang?" tanya Andra.
Tiara yang mendengar pertanyaan Andra langsung menghentikan aktivitasnya dan menatap Andra sejenak, setelah itu dia berjalan dan duduk di hadapan meja Andra.
" Ada seseorang yang mengatakan padaku, kalau kita menutup aurat dengan baik, maka apa yang kita inginkan pasti insya Allah akan terpenuhi, termasuk jodoh, mereka bilang kalau kita mau jodoh kita baik, maka kita juga harus berpenampilan yang baik, bukan berarti yang tidak berhijab itu tidak baik atau tidak mendapat kan jodoh yang baik, tapi kalau untuk mendapat kan apa yang kita mau, kita harus bisa menyenangkan hati pasangan kita dulu bukan" ucap Tiara menceritakan apa yang sudah menyentuh hatnya makanya dia m=merubah tampilannya.
" Jadi kamu merubah tampilan mu saat ini bukan karena dari hati, tapi karena mendengar kata kata seseorang, dan demi lelaki?" tanya Andra.
" Jelas tidak lah, aku merubahnya karena memang dari hatiku, sebenarnya dari dulu aku ingin memkai hijab, tapi aku merasa tidak PD, jadi sekarang aku meyakinkan diriku, dan ternyata tidak seburuk yang aku fikirkan" sahut Tiara memberitahu.
" Kamu lebih cantik dengan penampilan sekarang, aku suka" ucap Andra tanpa sadar.
Tiara tersenyum malu mendengar ucapan Andra, " makasih" ucap Tiara yang menyadarkan Andra dengan ucapannya.
Astaga aku bicara apa tadi,batin Andra merutuki kebodohannya.
Tiara terkejut dengan ajakan Andra, dengan pelan Tiara menganggukkan kepalanya karena tidak sanggup untuk berbicara menjawab ajakan Andra.
Jantungnya saja sudah berdetak begitu cepat hingga ngilu di rasa Tiara.
" Emm,, Ndra aku pamit dulu ya, Nanda sudah nunggu di depan" pamit Tiara sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar ruangan tempat Andra dan tim Tiara meeting.
" Biar aku antar" ucap Andra yang sukses membuat Tiara terkejut dan tanpa sengaja kaki Tiara tersandung dengan kakinya sendiri hingga Tiara hampir saja tersungkur ke dapan kalau Andra dengan tidak cepat memeluknya.
Kini keduanya saling memeluk dan menatap, kejadian ini lagi lagi mengingat kejadian beberapa tahun lalu, dimana Tiara di tolong Andra yang hampir saja tertabrak mobil.
Keduanya saling menatap, saling memuja ketampanan dan kecantikan di antara keduanya, namun namun keromantisan mereka langsung sirna saat pintu ruangan meeting terbuka dan nampak lah Haikal dan ratu yang sedang berdiri di depan pintu.
__ADS_1
Dengan cepat Haikal langsung menutup mata Ratu dengan tangannya karena melihat adegan yang tidak pantas di lihat oleh Ratu.
" Kita datang di waktu yang tidak tepat dek" ucap Haikal, namun Ratu malah berontak dan membuka tangan haikal yang ada di matanya.
" Isss kakak, kenapa di tutup sih, adek bukan anak kecil lagi kak, lagian juga kita mau nikah, sama seperti mereka, ngapain di tutup-tutup segala sih" kesal Ratu.
Haikal hanya diam saja tanpa menjawab pertanyan Ratu, kini dia menatap Andra dan Tiara yang sudah salah tingkah.
" Ini gak seperti yang kalian fikir kan, tadi Tiara itu mau jatuh, kalau gak aku tahan, dia pastiuda cium lantai" ucap Andra menjelaskan kejadian tadi.
" Yasudah kalau gitu aku pamit dulu, Nanda uda nunggu di bawa" pamit Tiara karena wajahnya sudah begitu panas menahan malu.
" Hati-hati ya kak" ucap Ratu yang di jawab anggukan dan senyuman dari Tiara.
Setelah kepergian Tiara, Andra masih salah tingkah, sedangkan Haikal hanya bisa menatapnya dengan tatapan tak biasa.
" Kenapa natapnya begitu banget?" tanya Andra.
" Karna kalau kami gak buka pintu, mungkin saat ini kalian masih saja pelukan kayak tadi" ucap Haikal dengan wajah kesalnya.
" Aku bukan lelaki seperti itu Kal" sahut Andra yang membuat Haikal tersenyum mendengar ucapan Andra.
Ratu hanya diam saja sambil duduk di sofa yang ada di ruangan itu, " Siang ini aku mau antar Adek ke soklah buat ambil ijazahnya" ucap Haikal dan di jawab anggukan kepala oleh Andra langsung.
" Nanti aku juga mau makan siang bareng Tiara, barenag mama juga" ucap Andra yang langsung membuat Haikal dan Ratu terkejut.
" APAA" ucap Haikal dan Ratu bersaman.
__ADS_1
bersambung.