
Karena sudah hampir siang, Pandu dan Aldi akan pergi menjenguk rekan bisnis nya di rumah sakit milik keluraga nya.
Karena mau pergi ke rumah sakit, Firman pun ikut dengan Pandu dan Aldi dengan alasan ingin bertemu Rika di sana.
Mereka pun pergi ke rumah sakit dengan Pandu dan Aldi satu mobil yang di setirin oleh Aldi, sedang kan Firman di mobil sendiri.
Sementara di ruangan VIP, Wisnu masih melamun mengingat wajah cantik Kia.
Asisten Wisnu yang melihat bos nya bengong pun langsung menyapa nya.
" Bos sedang mikir apa? kalau soal perusahaan sudah aman kok Bos, sudah saya handle semua" ucap Asisten Wisnu.
" Aku gak mikirin itu, aku lagi mikiri dokter yang meriksa aku tadi, kau tau siapa dia?" tanya Wisnu.
Sebelum di jawab oleh asisten Wisnu, Pintu di ketuk dari luar ruangan Wisnu, Asisten nya pun dengan sigap langsung membuka pintu dan tersenyum menyapa siapa yang datang.
" Siapa?" tanya Wisnu dari atas tempat tidur.
" Selamat siang pak Wisnu?" sapa Pandu berjalan ke arah Wisnu.
" Pak Pandu, pak Aldi...wahh suatu kebanggan bagi saya karena sudah di besuk oleh orang paling penting di negara ini" ucap Wisnu dengan senyuman di wajah nya.
Pandu dan Aldi yang mendengar nya hanya bisa bisa memasang wajah senyum di bibir nya.
" Ahk bapak bisa saja, saya tidak seperti yang pak Wisnu kata kan" ucap Pandu merendah.
" Oia gimana keadaan bapak" sambung Pandu.
" Yaah begini lha pak, akibat belum ada yang ngurusi, jadi makan makanan siap saji terus, alhasil kolestrol saya naik" sahut Wisnu sambil tersenyum.
" Segera lha di cari pak, atau kalau sudah ada segera lha di halal kan, biar ada yang memperhati kan" ucap Pandu dan di angguki kepala oleh Aldi sambil terkekeh kecil.
" Hahahaha...belum ada yang cocok pak, tapi kayak nya sekarang uda mulai sedikit menarik perhatian saat saya menginap di sini" sahut Wisnu sambil membayang kan wajah Kia.
" Oiaa..Siapa itu pak, mana tau saya kenal, biar saya comblangin" ucap Pandu sambil terkekeh lucu mengucap kan kata combalingin.
" Dia dokter di sini pak, tapi saya belum tau siapa nama nya" sahut Wisnu.
" Hahaha...ada ada aja pak Wisnu, mau dekati tapi gak tau siapa nama nya" ucap Pandu dan di sambung tawa oleh yang lain nya.
Kia yang ingin memeriksa kembali keadaan Wisnu langsung berjalan menuju ruangan Wisnu bersama suster, tapi saat ingin masuk ke ruangan, Kia bertemu dengan dokter lain, dan berbincang bincang sebentar.
__ADS_1
Suster yang menamani Kia pun masuk diluan ke dalam ruangan Wisnu.
" Selamat Siang pak, kita cek tekanan darah nya lagi ya" ucap suster tersebut.
" Iya silahkan, ehmmm..apa tidak ada dokter yang periksa saya" tanya Wisnu.
" Ada kok pak, tapi masih diluar, sebentar lagi masuk" sahut Suster.
Dan benar saja, baru selesai suster tersebut bicara, Kia sudah masuk ke dalam ruangan Wisnu.
" Selamat siang" ucap Kia dengan ramah.
Semua orang yang ada di ruangan itu langsung melihat ke arah pintu, Pandu tersenyum saat melihat Kia yang masuk.
" Sayang" panggil Pandu.
Kia yang mendengar suara suami nya langsung melirik ke arah Pandu yang sedang duduk di sofa.
" Lho Mas di sini, kok gak kabari Kia" ucap Kia kemudian menghampiri Pandu dan mencium tangan Pandu, Pandu pun membalas nya dengan mencium kening Kia dengan lembut.
Aldi sudah biasa dengan pemandangan seperti itu, suster yang menemani Kia hanya tersenyum melihat keromantisan pemilik rumah sakit tempat dia bekerja, dan Dokter yang banyak di kagumi di rumah sakit ini.
" Mas lagi jengung rekan bisnis Mas sayang, jadi sekalian mau ngajak kamu makan siang bersama, siap itu sekalian antar kamu ke kampus" ucap Pandu sambil mengelus kepala Kia yang tertutup hijab dengan lembut.
" Yasudah Kia periksa pasien dulu ya, kalau uda siap Kia kabari Mas" sahut Kia kemudian di jawab anggukan oleh Pandu.
Kia pun langsung mendekati Wisnu yang masih terus melihat ke arah Pandu dan Kia.
Kia tersenyum ke arah Wisnu dan memakai sarung tangan nya agar tidak langsung bersentuhan kulit dengan lawan jenis nya.
" Pak dari hasil siang ini, tekanan darah bapak sudah stabil ya, dan hasil dari darah yang baru kita ambil tadi pagi juga uda normal, nanti bapak minum obay nya trus vitamin nya sekaligus ya, dan ingat ya pak, kurangi makan makanan yang terlalu banyak mengandung lemak" ucap Kia setelah memeriksa Wisnu.
Kemudian dia langsung membuka sarung tangan nya dan memberi kan pada suster nya.
Wisnu terus memperhati kan interaksi antar Kia dan Pandu, setelah Kia keluar dari ruangan Wisnu, Kia berlanjut memeriksa satu pasien lagi.
" Emmm maaf pak Pandu, dokter tadi siapa bapak?" tanya Wisnu dengan wajah serius.
" Ohh..itu tadi istri saya pak, dia juga sedang hamil mengandung anak saya" sahut Pandu dengan senyuman di bibir nya.
Wisnu begitu terkejut mendengar nya, dan dia juga tidak terlelu memperhatikan perut buncit Kia, dia hanya melihat wajah cantik Kia.
__ADS_1
Ya ampun dari kemarin aku kagum dengan istri rekan kerja ku, ya ampun Wisnu...masa belum perang sudah kalah saja, guman Wisnu.
Karena Kia sudah selesai, Pandu pun pamit pada Wisnu, dan tak lupa dia menyerah kan buah tangan pada Wisnu yang sudah di berikan pada asisten nya saat baru masuk tadi.
Pandu pun keluar dan menyusuk Kia yang sudah menunghu di lobi rumah sakit bersma Widya, Rika dan Ricki.
Aldi yang melihat ada calon istri nya langsung tersenyum senang.
" Sudah lama sayang nunggu nya" tanya Pandu langsung memeluk pinggang Kia.
" Tidak Mas, yasudah ayo kita pergi sekarang, Kia sudah lapar" ucap Kia sambil mengelus perut buncit nya.
Pandu yang melihat itu merasa gemas dan ingin sekali mencium bibir mungil milik istri nya itu, tapi karena tempat nya tidak memungkin kan, jadi Pandu hanya tersenyum saja.
" Sebnetar sayang, Kita tunggu satu orang lagi" ucap Pandu.
" Siapa Mas" tanya Kia penasaran.
" Nanti kamu juga tau sayang, dia lagi di ruangan kak Nita" sahut Pandu sengaja tidak menyebut kan nama nya karena Pandu ingin melihat reaksi Rika saat melihat Firman yang sedanh di tunggu.
Tak lama menunggu, Firman sampai di lobi dan langsung menyapa semua orang yang sedang menunggu nya.
" Sorry sorry semua nya, maaf aku lama, tadi keasikan ngobrol sama tante tante cantik" ucap Firman dengan senyuman manis nya.
Deg
Rika yang mendengar suara Firman langsung mengangkat wajah nya, karena sebelum nya tadi dia sedang bermain ponsel nya.
*Jantung ku.....
Bersambung*...
Jangan bosen buat dukung karya Author ya sayang, dengan Like, Komen dan Vote yang banyak plissss.
Dan kasih hadiah yang banyak juga yaa...
Author berterima kasih sebanyak banyak nya untuk yang sudah mendukung karya Author, semoga rezeki kalian semua berlimpah dan di kasih kesehatan.
Salam sayang Author untuk kalian semua.
Love You More 😊😊
__ADS_1