
pandu menelpon seseorang dan sengaja meloudspeaker Hp nya agar Iren juga mendengar nya.
Tuut...Tuut...Tuut..
terdengar nada sambung di Hp Pandu, Tak lama bunyi suara wanita terdengar di telinga Iren.
" Hallo Assalamualaikum Mas" ucap seseorang dari sebrang telpon Pandu.
Iren yang mendengar suara wanita tersebut langsung terkejut dan membeku berdiri di hadapan Pandu.
" Hallo sayang, kamu lagi ngapain sayang" tanya Pandu pada Kia begitu mesra dan sambil menatap wajah Iren yang pucat pasi.
"Kia lagi main sama Qiara dan Kak Anita Mas, Mas jam berapa pulang nya? uda makan belum Mas?" sahut Kia.
" Kalau urusan Mas sudah selesai Mas langsung pulang kok sayang, kamu tunggu Mas di rumah ya, I LOVE YOU SAYANG" ucap Pandu yang masih menatap wajah Iren dan menekan kan kata kata yang terahkir ucapanya.
" Iya Mas, hati hati nantik pulang nya ya Mas, I LOVE YOU TO Mas, Assalamualaikum Mas" sahut Kia sekaligus mengaahkiri panggilan telpon nya.
"Walaikumsalam Sayang" ucap Pandu langsung mematikan ponsel nya.
Iren yang mendengar suara Kia diam di tempat membeku dan pucat, Pandu masih memandangi wajah Iren yang ketakutan.
" Bagaimana apa kamu terkejut dengan siapa aku telponan tadi?" tanya Pandu langsung.
" Gak... gak mungkin, itu pasti bohong, jelas jelas orang suruhan ku mengatakan kalau istri mu sudah mati, tepat saat penembakan di malam itu, dia pasti wanita lain yang sengaja kalian bayar kan" sahut Iren sabil tertawa tidak percaya.
" Ahkir nya kamu akui juga kalau kamu yang menyuruh orang untuk melenyap kan istri ku, mau tadi suara istriku atau bukan, yang jelas aku sekarang sudah puas karena sudah tau siapa yang mau membunuh istriku" ucap Pandu dengan tatapan taja dan suara yang menyeram kan.
Iren yang mendapat kan tatapan tajam dari Pandu langsung tercekat dan tidak bisa berkata kata lagi, Iren mundur perlahan untuk keluar dari ruangan rawat Pandu.
Tapi hampir mau sampai di depan pintu, suara Pandu langsung menghentikan langkah nya dan mendadak Iren berhenti dan mematung.
" Mau kemana Nona Iren? mau coba kabur" ucap Pandu.
Iren diam saja tak membalas ucapan Pandu, Aldi langsung menghubungi seseorang dari ponsel nya.
" Silahkan masuk sekarang" ucap Aldi dan langsung mematikan sambungan telpon nya.
Selesai Aldi menelpon, tak lama pintu ruangan rawat yang di siap kan untuk menjebak Iren terbuka, masuk lha beberapa polisi. Iren yang melihat ada polisi langsung memucat dan mematung di tempat.
" Selamat malam Pak Pandu" sapa salah satu komandan kepolisian.
" Silahkan kalian bawah wanita ini, dan hukum dia seberat berat nya karna sudah berani nya dia menebak istri ku" ucap Pandu langsungtanpa basa basi.
__ADS_1
" Baik Pak, akan segera kami proses" sahut komandan kepolisian.
" Ajudan borgol nona ini, dan bawak langsung ke kantor polisi" ucap Komandan pada anak buah nya.
Iren yang mendengar kalau dia mau di bawak ke kantor polisi langsung berontak.
" Gak..aku gak mau di bawak ke kantor polisi, Pandu tolong maaf kan aku, aku ngelakuin ini semua karna aku sangat mencintai kamu Ndu, aku mohon jangan penjara kan aku Ndu" ucap Iren memohon pada Pandu.
Pandu hanya diam sja tak menjawab omongan Iren, Ia hanya memandang tajam ke arah Iren.
" Maka nya jadi wanita jangan jahat banget, lagian kayak ulat bulu aja loe, uda tau Pandu mencintain istri nya, ini main tembak tembak aja loe, dasar pelakor gak tau diri" ucap Rika geram melihat ulah Iren.
Ricki, Bayu, BIma dan Aldi tertsenyum mendengar ucapan Rika, kalau Pandu gak usah di tanya, dia tetap memasang wajah dingin nya dong pasti.
Iren langsung di bawak ke kantor polisi untuk segera di proses, Pandu dan yang lain nya segera mengucap syukur karena pelaku yang menembak Kia sudah tertangkap.
" Ahkir nya tertangkap juga orang yang sudah menembak Kia Ndu, dan feliing aku benar, kalau Iren lha dalang dari semua ini" ucap Aldi dan di jawab anggukan oleh Pandu dan lainnya.
" Ngomong ngomong kamu bisa akting juga Ndu, keren lagi akting nya, tapi itu akting apa benaran ya Ndu, soal nya kayak nya kamu menikmati banget tadi pelukan sama tu ulet bulu" ucap Ricki dan langsung di sambut tawa sama yang lain nya, kecuali Pandu yang menatap Ricki dengan tatapan tajam.
Ricki yang di tatap tajam oleh Pandu langsung menelan saliva nya dengan susah.
" Kamu kira aku lelaki apaan, meluk dia tadi dan megang tangan nya tadi buat aku mau muntah tau gak" ucap Pandu dan di sambut tawa kekeh semua yang ada di ruangan itu.
Aldi langsung menelpon seseorang untuk menyuruh mengantar pesana Pandu, tak lama pintu terbuka dan masuk lha orang suruhan Aldi menyerah kan pesanan nya pada Aldi, Aldi pun langsung mennyerah kan pada Pandu.
" Apaan itu Ndu?" tanya BIma.
" Baju ganti kak, Pandu mau mandi bersih kan badan Pandu karena tadi suah memeluk wanita gilak itu, Pandu gak mau pulang masih ada bekas dari wanita itu" sahut pandu dan di sambut tawa mengejek lagi dari yang lainnya.
Pandu kesel dan langsung meninggal kan mereka semua dan langsung masuk ke dalam kamar mandi ya ng ada di ruangan itu.
Karena urusan sudah selesai, Ricki, Bayu dan Rika pamit untuk pulang karena hari juga sudah malam, sementara Aldi dan Bima menunggu PAndu yang lagi mandi.
Tak lama Pandu keluar dari kamar mandi dan terlihat segar, pandu memangil salah satu orang suruhan nya untuk masuk kedalam, saat orang suruhaan nya sudah masuk menghadap bos besar nya, Pandu langsung menyuruh anak buah nya untuk masuk kedalam kamar mandi.
" Kamu masuk ke kamar mandi dan bakar pakaian yang saya pakai tadi, saya gak mau kalau sampai pakaian itu masih ada dan tidak kamu bakar, maka saya yang akan bakar kamu nantinya" ucap Pandu wajah dinginnya.
" Baik Bos" sahut orang suruhan Pandu.
" Sebaiknya kita makan dulu, setelah itu kita langsung ke kantor polisi untuk menyelesai kan urusan nya" ucap Bima tiba tiba.
" Al, kak Bima tolong kalian yang urus di kantor polisi, aku mau pulang sekarang, aku kepikiran Kia dari tadi" sahut pandu.
__ADS_1
" Baik lha biar kami yang selsai kan Iren di kantor polisi, kamu balik aja, nantik biar kita antar kamu dulu" ucap Bima lagi.
" Gak usak kak, kakak langsung ke kantor polisi bareng Aldi aja, biar Pandu mintak jemput sama mang Madi" sahut Pandu dan langsung disetujui Bima dan Aldi.
" Baik lha Ndu, kalau gitu kami berangkat sekarang ya, kamu langsung pulang aja" ucap Bima dan langsung di anggukin Pandu.
Mereka langsung pergi meninggal kan rumah sakit setelah Mang Madi datang menjemput Pandu di rumah sakit.
Pandu sangat merindukan Kia, padahal baru beberapa jam saja di tinggal nya, dia sedikit khawatir karena sudah berbohong sama Kia.
Maaf kan Mas sayang karena sudah bohongi kamu, tapi kalau Mas jujur dengan rencana ini sama kamu, Mas takut kamu marah sama Mas karena sudah berpelukan dengan wanita lain, semoga saja tidak ada masalah setelah acara rencana ini.gumam Pandu menyandar kan kepala nya di sandaran mobil.
Bersambung....
Jangan lupa selalu dukung Author ya readers, dengan Like, Komen dan Vote nya yaa.
Dukungan kalian sangat berarti untuk Author dan buat author makin semakangat nulis nya.
Terimah Kasih sebanyak banyak nya.
__ADS_1