Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 234


__ADS_3

Kia yang mendengar ucapan Aldi langsung diam seketika, Dia melihat ke arah Aldi kemudian melihat wanita yang ada di depan nya yang jarak jarak beberapa meter, setelah itu dia melihat ke arah Pandu dan Pandu pun hanya mengangguk kan kepala nya tanda membenar kan ucapan Aldi.


" Selamat ulang tahun nona Kia" ucap wanita tersebut dengan suara yang berbeda saat dia memanggil suami nya tadi.


Kia yang mendengar suara wanita itu langsung kaget bukan main, dia melihat wanita itu yang berjalan ke arah nya.


" Nama nya Tarmizi sayang, tapi dia lebih suka di panggil Tania" ucap Pandu memberi tahu Kia.


Kia langsung melihat pria jadia jadian itu yang sudah di hadapan nya, Tania mengulur kan tangan nya untuk berkenalan pada Kia.


" Tania" ucap nya dengan suara wanita nya.


" Astagfirullah" ucap Kia yang terkejut mendengar suara nya berubah kembali.


Kia langsung mengelus perut buncit nya sambil berucap, Amit amit jabang bayi, ucap Kia dalam hati.


Mas Pandu dapat orang seperti dari mana sih, gak biasa nya Mas Pandu bergauk dengan orang seperti ini, Batin Kia


Pandu menepis tangan Tania agar Kia tidak menyentuh tangan istri nya.


" Yaelah Ndu, kamu cemburuan amat si" ucap Tania yang kembali melotot kan mata nya.


Kia bergeser dan berdiri di belakang Pandu, Pandu yang tahu kalau istri nya sedikit takut pada Tania karena suara nya berubah ubah langsung memeluk ny dari samping.


" Kamh jangan takut sayang, dia emang seperti itu" ucap Pandu.


" Istri kamu emang cantik banget Ndu, benar benar liar biasa cantik nya, pantas saja kamu begitu tergila gila dengan nya" ucap Tania sambil menatap Kia dengan tatapan kagum.


" Jangan melihat istri ku seperti itu, atau mata mu akan lepas dari sarang nya" ancam Pandu.


Tania langsung menatap Pandu malas, dia kembali menatap Kia, dia benar benar mengagumi Kia karena memang cantik luar dan dalam.


Benar benar wanita sempurna, padahal tidak perna ada orang yang sempurna, tapi ini benar benar luar biasa, pantas Pandu bisa langsung tertarik pada Kia, padahal begitu banyak wanita yang mengejar ngejar nya, tapi di lirik nya saja tidak, tapi Kia...Pandu begitu mencintai nya, bahkan Iren yang di katakan hampir sempurna saja tidak di pandang Pandu, malah sekarang Iren tinggal di pulau yang sangat mengeri kan, masih hidup apa uda mati ya tu orang, Batin Tania.

__ADS_1


" Sayang kita istirahat saja ya, sudah malam, lagian besok masih ada acara lamaran nya Firman dan Rika kan" ajak Pandu.


Kia hanya mengangguk kan kepala nya karena dia memang sudah lelah, Sebelum Kia berbalik, Kia melihat Tania yang tersenyum ke arah nya, Kia langsung memaling kan wajah nya karena geli melihat senyuman Tania.


" Kalian urus ni anak, setelah itu suruh dia pergi dari sini, aku gak mau lihat dia lagi" ucap Pandu melirik malas ke arah Tania.


" Sialan, habis manis sepah di buang lo" ucap Tania gak terima dengan ucapan Pandu.


Aldi dan Firman pun duduk sejenak dengan Tania, mereka berbincang bincang sedikit, sementara yang lain nya sudah dari tadi ikut masuk ke kamar hotel karena mereka semua akan menginap di sana mengingat besok adalah acara lamaran Firman dan Rika.


Tapi yang belum sah belum satu kamar ya, entar author di repetin abis lagi sama readers tercinta karena buat pasangan yang belum halal satu kamar.


" Pandu nemu tu bidadari dimana sih, senyuman nya adem banget gue lihat tadi" tanya Tania Pada Firman dan Aldi.


" Apa urusan nya sama elo, lagian lo gak dengar ucapan Pandu tadi, kalau elo besok jangan ke sini, buat Kia takut liat wajah lo yang uda di permak ini" ucap Firman.


" Gue cuma penasaran aja kali, kalau gue nemu Kia diluan, gua bakalan jadi lelaki tulen beneran tau" ucap Tania yang langsung membuat Aldi dan Firman saling tatap.


" Najis gue lihat lo" ucap Aldi yang di angguki Firman.


Tania hanga tertawa mendengar ucapan nya teman nya itu, dia lalu melangkah kan kaki nya keluar dari hotel dan menuju clup tempat diri nya sering ngumpul.


Sementara di kamar suite room, Pandu mencerita kan semua secara lengkap yang membuat Kia dari tadi cemberut.


" Jadi begitu cerita nya sayang" ucap Pandu yang sudah mencerita semua nya pada Kia.


" Mas jahat banget sih, mau nya Kia pergi aja ya, biar Mas menyesal" sahut Kia.


" Maaf sayang, itu semua usul kak Nita, tapi ternyata asik juga ya ngeprank istri mas yang cantik ini, padahal sebenar nya mas gak tega tahu, apa lagi saat kamu telpon mas itu, mas tahu setelah ucapan mas pasti kamu menangis" ucap Pandu langsung mencium kening Kia dengan lembut.


" Mas pernikahan kita sudah setahun, gak terasa ya mas, bentar lagi Kia melahir kan, dua bulan lagi Kia melahir kan, semoga ke depan nya tidak ada lagi masalah ya mas, mengingat dari kita menikah banyak sekali cobaan yang ingin memisah kan kita mas" ucap Kia dengan air mata yang sudah menetes di pipi nya.


" Aamin sayang, kamu gak usah khawatir ya sayang, kita tidak akan terpisah kan, walau pun itu kematin, kita akan sama sama pergi menuju ajal kita kelak sayang" ucap Pandu langsunh memeluk Kia.

__ADS_1


" Oia mas punya hadia buat kamu sayang, emmm...kamu tutup mata dulu deh" ucap Pandu dan menyuruh Kia menutup mata.


Kia pun menutup mata nya penasaran dengan hadiah yang di di berikan suami nya.


Pandu mengeluar kan sebuab kalung berlian dengan permata berbentuk love berwarna merah, dia sengaja memesan ini khusus untuk istri nya dengan harga yang fantastis.


Tadi nya Pandu ingij memberi kan saat acara, tapi di urung kan nya, karena takut semua orang melihat kalung ini malah akan membahaya kan Kia ke depan nya, maka nya Pandu memberi kan nya di kamar sekarang.


" Sekarang kamu sudab bisa buka mata nya sayang" ucap Pandu.


Dengan perlahan Kia pun membuka mata nya, begitu melihat kalung yang di pegang suami nya, Kia membulat kan mata nya, dia begitu terkejut dan terharu dengan pemberian Pandu, di balik bentuk love nya, bertulis kan Pandu Kia selamanya.


Kembali Kia mengeluar kan air mata nya melihat tulisan yang ada di belakanh kalung pemberian suami nya.


" Kita akan selama nya sampai ajal menjemput kita bersama" ucap Pandu msmeluk Kia dan di angguki kepala oleh Kia.


" Sekarang mas minta hadiah mas" ucap Pandu yang melepas kan pelukan nya.


" Maaf mas, tapi kia belum beli apa apa?" sahut Kia menunuduk.


" Mas gak perlu hadiah barang sayang, yang mas mau itu ini" ucap Pandu menujuk bibir cheri Kia.


Kia langsung memukul lengan Pandu menahan malu, Pandu pun langsung tersenyum dan malanjut kan aksi nya, jadi lah malam itu Kia dan Pandu bertukar keringat tepat di merayakan satu tahun pernikahan mereka dan ulang tahun Kia.


Bersambung


Jangan lupa like,komen dan vote yang banyak pliss


kasih hadiah dan kopi yanga banyak juga 🙏🙏


Terima kasih banyak


Love you 😊

__ADS_1


__ADS_2