
Saat Raja turun dari ruangan Cahaya, Arti melihat Raja dengan wajah panik, arti menuat kan alis nya menebak nebak siapa Raja.
" Siapa laki laki itu? aku tidak mengenal nya, dan ada hubungan apa dengan Aya? kenapa Aya tidak perna cerita pada ku?" ucap Arti menatap kepergian Raja yang terburu buru.
Setelah kepergian Raja, Arti langsung masuk ke dalam ruangan Aya untuk meminta penjelasan siapa laki laki yang di lihat nya tadi.
Sementara di dalam perjalanan menuju rumah, Ara begitu gelisah, diri nya yakin pasti orang rumah saat ini khawatir karena diri nya belum pulang, di tambah ponsel nya padam.
Azmi yang melihat kekhawatiran di wajah Ara langsung menaut kan tangan nya di sela jari jari Ara.
" Tenang lah Ra, aku akan mengantar kan mu ke rumah dan menjelas kan pada orang tua mu" ucap Azmi menenang kan Ara.
" Tapi aku takut papa marah dan melarang ku membawa mobil lagi" ucap Ara dengan wajah yang hampir menangis.
" Maka aku yang akan memohon pada papa mu agar aku yang akan menjadi supir mu nanti nya" ucap Azmi dengan kekehan.
" kamu tidak tahu siapa keluarga ku, apa lagi kamu akan berurusan dengan adik adik ku" ucap Ara membuat Azmi memangguk mangguk kan kepala nya.
Seperti apa pun keluarga mu, aku akan tetap berusaha meyakin kan mereka kalau aku pantas untuk menjadi imam mu Ra, kamu lihat saja nanti dan kedepan nya, batin Azmi.
Di kediaman Atmaja semua orang semaki gusar, sudah hampir jam 09.00 malam tapi Ara juga belum pulang, sementara orang suruhan Ara sampai sekarang belum mendapat kan kabar apa pun.
" Kemana Ara pa, mama takut dia kenapa napa? ucap Anita yang sudah hampir manangis.
Raja sudah melacak ponsel Ara, tapi karena ponsel Ara mati, hingga Raja tidak tahu dimana keberadaan Ara, Raja, Haikal dan Andra juga sudah menyuruh geng nya untuk menyari kakak mereka, tapi saat ini belum menapat kabar juga.
Saat keadaan semakin panik, terdengar suara mobil masuk ke dalam pekaranagan rumah kediaman Atmaja.
" Itu Pasti Ara" ucap Kia.
Dan benar saja, Ara berlari masuk ke dalam rumah setelah mengucap kan salam, semua orang bernafas lega melihat Ara tidak kenapa napa,.
" Sayang kamu dari mana? mama begitu cemas memikir kan kamu jam segini baru pulang?" tanya Anita memberondong pertnayaan untuk putri nya.
__ADS_1
" Maafin Ara, pasti semua nya sedang khawatir dengan Ara" ucap Ara menunduk kan kepala nya.
" Kakak dari mana emang nya?" kali Bima bertanya pada putri nya.
" Kakak tadi pergi dengan...dengan" belum sempat Ara berbicara, Azmi sudah memotong nya dengan mengucap kan salam.
" Assalamualaikum" ucap Azmi yang sukses membuat semua mata beralih pada nya.
Pandu manut kan wajah nya melihat seorang lelaki asing berada di dalam rumah nya.
" Siapa kau? dan kemana kau bawa putri ku hingga larut malam begini baru pulang?" tanya Bima yang juga tidak mengenali Azmi.
Namun belum sempat Azmi menjawab, satu bogeman berhasil di layang kan Bima tepat di wajah Azmi.
Bukkk
Azmi yang tidak ada persiapan langsung terjatuh ke belakang, semua yang ada di sana terkejut melihat Bima yang sudah memukul Azmi.
" Kak sudah kak, kita belum mendengar penjelasan dari pria ini" ucap Pandu menenang kan kakak ipar nya.
" Iya aku tau kak, tapi biar kan Ara dan lelaki itu menjelas kan dahulu" ucap Pandu yang langsung mmembuat Bima menatap Azmi yang baru bangkir setelah tadi terjatuh.
" Jelas kan?" ucap Bima menatap wajah Azmi penuh amarah.
Ara sendiri sudah menagis dan tidak bisa berkata kata, dia memandang Azmi dengan begitu khawatir, di lihat nya sudut bibir zmi yang berdarah akibat pukulan papa nya.
Sementara itu Azmi yang ingin menjelas kan kemana dia membawa Ara. dari luar masuk lah Aldi dan Widya yang juga mendengar kalau keponakan mereka belum pulang dan tidak tahu dimana keberadaan nya sekarang.
"Assalamualaikum" ucap Aldi dan Widya bersamaan.
" walaikumsalam" sahut semua yang ada di dalam rumah.
" Gimana Kak? sudah dapat kabar tentang Ara" tanya Aldi yang tidak melihat Ara karena tertutup tubuh Pandu, bahkan Aldi tidak melihat Azmi yang berdiri di samping nya.
__ADS_1
Namun Widya melihat seperti baru ada keributan di ruangan itu, dia melihat sekeliling dan melihat Ara yang menagis dipelukan Kia.
" Ara" panggil Widya yang langsung membuat Aldi menolah ke arah Ara, dan tak sengaja melihat Azmi berdiri di samping nya.
" Loh Kamu?" ucap Aldi sontak membuat semua menatap Aldi saat menyapa Azmi.
Sedang kan Raja, Haikal dan Andra msih menerka nerka siapa Azmi, karena bagi mereka Azmi tidak lah begitu asing dimata mereka bertiga.
Begitu juga dengan Kia yang sempat melihat Azmi datang ke rumah sakit milik keluarga nya dan bertemu dengan Ricki, namun karena Kia melihat nya hanya sekilas, sehingga membuat Kia sedikit ragu kalau dia adalah Azmi orang yang perna mereka ceritakan dan orang yang akan mereka jodoh kan dengan Ara.
" Ja coba kamu ingat ingat< bukan nya itu Azmi Lutfi Nugroho ya, orang yang sering ke bengkel kita kalau mau service mobil nya" ucap Andra memberi tahu.
" Iya benar, bahkan minggu lalu mobil nya datang ke bengkel kita karena penyok seperti habis ditabrak orang" ucap Haikal menyambung ucapan Andra.
" Ada hubungan apa bang Azmi sama kak Ara, kok mau ya bang Azmi sama kanjeng mami yang hobi nya merepet gak jelas" ucap Andra yang mendapat senyuman dari Raja dan Haikal.
" Kamu kenapa bisa di sini? dan kenapa bibir kamu? kok berdarah?" tanya Aldi menyapa Azmi.
" Saya habis mengantar Ara pulang Om" sahut Azmi tersenyum kikuk sambil memegang sudut bibir nya.
Bima dan Pandu menatap kedekatan antara Aldi dan Azmi, sementara Aldi menepuk bahu azmi dengan lembut.
" Makasih ya kamu sudah mengantar keponakan om yang bawel itu selamat sampai rumah, kalau tidak ada kamu kami pasti bingung mencari nya kemana lagi, apa lagi ini sudah malam" ucap Aldi malah mengaget kan Bima dan Pandu.
Sementara Azmi hanya tersenyum kikuk mendengar perkataan Aldi.
Kalau om Aldi tahu kalau aku yang membuat Ara pulang malam tanpa izin apa dia kan memukul ku juga ya, sama seperti papa nya Ara memukul ku tadi,gumam Azmi menatap Ara yang masih menagis.
__ADS_1
Berambung