Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 94


__ADS_3

" Ini emang enak sekali Mas, bahkan Kia tidak merasa mual sedikit pun saat makan ini, mungkin emang anak kita mau makan ini Mas" sahut Kia dan langsung di balas dengan senyuman oleh Pandu.


" Boleh Mas coba sayang" minta Pandu pada Kia.


" Boleh dong Mas, sini biar Kia suapin" sahut Kia dan langsung mengambil Buah kedondong yang sudah di potong kecil kecil dan mencocol nya dengan bumbu rujak lagu menyuap kan nya ke dalam mullut suami nya.


Pandu menerima nya dengan senang hati, saat sudah masuk ke dalam multpandu, pandu mengunyah buah yang ada di dalam mulut nya, Pandu langsung melotot kan mata terkejut membulat, Pandu langsung terbatuk batuk dan menelan isi mulut nya di bantu dengan minum air putih.


" Mas kenapa? kok sampek merah gitu muka nya" tanya KIa pada Pandu.


Pandu belum menjawab karena merasakan mulut nya yang merasakan seperti nano nano, sedang kan yang lain nya hanya menertawa kan Pandu karena lucu melihat wajah nya yang sudah merah padam.


" Sayang kamu ini makan cabe apa bumbu rujak sih? ini itu pedas banget sayang, di tambah buah ini asam sekali, Mas saja makan nya gak tahan sayang" ucap Pandu langsung berbicara setelah rasa pedas yang terasa di dalam mulut nya sudah berkurang.


" Ini kurang gak pedas kok Mas, malah kurang pedas menurut Kia, padahal tadi Kia sudah nyuruh bibik untuk membuat bumbu rujak nya pedas sekali" sahut Kia santai sambil menyantap kembali rujak kedondong yang ada di hadapan nya.


" Kurang pedas kamu bilang sayang, ini itu rasa nya cabai semua, sebaik nya kamu gak usah makan ini lagi, Mas gak mau gara gara kamu makan ini, perut kamu sakit" ucap Pandu sambil menarik buah kedondong dan bumbu rujak yang ada di hadapan Kia dan membawa nya ke dapur.


Kia yang melihat rujak kedondong yang di baru di makan nya separoh di ambil suami nya dan di bawak ke dapur hanya diam saja tapi mata nya sudah berkaca kaca melihat makanan nya di bawak ke dapur, sedang kan yang lain nya melihat wajah Kia yang sendu sambil menahan air mata nya langsung tak tega.


Pandu sudah kemabli ke meja makan, dia melihat istri nya yang sudah berkaca kaca langsung memeluk istri nya dan mencium pucuk kepala istri nya.


" Sayang, bukan nya Mas melarang kamu makan buah itu, tapi itu sangat tidak baik untuk kesehatan kamu dan juga bayi kita sayang, Mas akan kabulin kamu untuk makan apa pun, tapi tidak dengan yang tadi sayang" ucap Pandu penuh kelembutan membujuk istri nya agar tidak merajuk.


Kia hanya diam saja, tidak menjawab ucapan suami nya, tapi dia sudah menetes kan air mata nya, dengan perlahan Kia melepas kan pelukan suami nya dan berjalan meninggal kan semua yang ada di ruangan meja makan menuju kamar nya.


Pandu hanya membuang nafsa nya kasar melihat istri nya merajuk karena tidak di kasih makan rujak buah kedondong nya, Ia hanya melihat istri nya berjalan naik ke lantai dua.


" Orang hamil memang seperti itu Ndu, emosi nya suka berubah ubah, sebaik nya sekarang kau bujuk dia di kamar" ucap Anita memberi tahu pada Pandu adik nya.


Pandu pun langsung menyusul Kia ke kamar, sementara yang lain nya masuk ke dalam kamar masing masing, selain Aldi tentu nya, Aldi langsung pamit untuk kembali ke apertemen nya karena hari sudah sore.

__ADS_1


Pandu sudah sampai di depan kamar nya, dengan perlahan ia membuka pintu kamar nya.


Ceklek..


Pandu melihat Kia istri nya sedang rebahan di sofa yang ada di di dalam kamar mereka sambil bermain ponsel nya.


" Sayang" panggil Pandu dan berjalan ke arah istri nya.


" Mas" ucap Kia sambil tersenyum.


Pandu yang melihat istri nya sudah seperti biasa langsung heran menatap istri nya yang sudah tersenyum menyambut Pandu duduk disebelah nya.


" Kamu liat apa sayang, kok senyum senyum gitu?" tanya Pandu ketika melihat istri nya tersenyum sambil melihat ponsel nya.


" Kia lihat ini Mas, nanti anak kita bakalan seperti ini kalau sudah sebesar ini, ini kan masih sekitar lima minggu, nantik kalau sudah dua puluh satu minggu, sebesar ini Mas, dan sudah bisa di lihat kelamin nya apa" sahut Kia menunjuk kan ponsel nya ke arah suami nya.


Pandu tersenyum sambil menatap ponsel yang ada di tangan istri nya, Pandu memeluk istri nya dari belakang dan menciumi tengkuk leher istri nya sambil menghirup aroma tubuh Kia yang sudah sangat candu bagi Pandu.


" Sayang" panggil Pandu masih memeluk istri nya dari belakang.


" Hhmmmmm" sahut Kia hanya berdehem.


" sayang, apa benar kalau lagi hamil tidak boleh melakukan hubungan suami istri?" tanya Pandu hati hati.


Kia yang mendengar pertanyaan suami nya langsung menoleh ke arah suami nya, Kia menatap lekat wajah suami nya dan menahan tawa karena pertanyaan suami nya, ia pun berkeinginan untuk mengerjai pandu suami nya.


" Kenapa Mas bisa bertanya seperti itu?" tanya balik Kia.


" tadi saat Mas ambil buah kedondong untu kamu, Mang Madi bilang kalau itu belum seberapa, ada lagi yang lebih menakut kan, yaitu tidak mendapat jatah dari istri selama hamil" jawab pandu penuh takut takut.


Kia yang mendengar jawaban nya menhan tawa, Ia pun langsung mengerjai suami nya," Yang di kata kan mang Madi emang benar Mas, jadi Mas harus tahan ya" ucap Kia menjelas kan.

__ADS_1


" kira kira berapa lama sayang?" tanya Pandu yang semakin penasaran.


" sekitar satu tahun empat bulanan gitu Mas" jawab Kia santai sambil kembali bersandar di dada Pandu.


Pandu yang mendengar nya langsung terkejut, " APAAAAAAA, jadi yang di kata kan Mang MAdi itu benar, bukan cuma menakut nakuti Mas saja" ucap Pandu langsung lemas seketika.


Kia langsung tertawa kekeh melihat suami nya yang tertunduk lemas, " Kia cuma bercanda Mas, memang ada yang tidak boleh melakukan hubungan suami istri ketika lagi hamil, jika kandungan istri nya lemah, tapi kalau kandungan istri nya baik baik saja, boleh melakukan hubungan suami istri asal tida di laukan setiap hari dan melakukan nya secara pelan agar tidak terjadi goncangan yang kuat dan dapat menyakiti janin yang ada di dalam kandungan" sahut Kia me jelas kan.


" jadi kalau kita yang mana sayang" tanya Pandu lagi.


" Mungkin yang bisa sayang" jawab Kia yang langsung di sambut pelukan dari suami nya karena senang.


" Kamu ngerja Mas ya sayang, Mas gak akan kasih ampun kamu nantik malam" ucap Pandu sabil memeluk Kia dengan erat, Kia hanya tersenyum sambil membals pelukan dari suami nya.


 


 


 


 


 


Bersambung........


Mohon dukungan untuk slalu dukung author ya readers, dengan Like, komen dan Vote yang banyak plisssss


dan author minta tolong untuk menshare novel perdana Author biar makin banyak yang mampir untuk membaca novel perdana Author.


Terimah kasih banyak, salam sayang Author untuk kalian semua, I Love You all.

__ADS_1


__ADS_2