
Azmi dan Ricki langsung berjalan cepat menuju ruangan Ricki, setelah sampai, dengan cekatan Azmi meracik daun daun yang dia ambil dari hutan tersebut, Ricki membantu Azmi agar pekerjaan nya cepat selesai.
Pandu dan yang lain nya mengintip dari balik pintu melihat kondisi Raja, suara mesin detak jantung terdengar begitu nyaring dari dalam ruang ICU.
Sementara Cahaya yang berada di ruangan nya hanya bisa berbaring sambil menetes kan air mata nya setelah mendengar perkataan dari Arti kalau saat ini Raja masih kritis karena bisa ular yang mengigit Raja sudah bercampur ke dalam darah nya.
Azmi yang di bantu oleh dokter Ricki telah selesai membuat ramuan untuk di minum kan pada Raja, dengan langkah cepat Azmi dan Ricki sudah berjalan ke ruang ICU.
Pandu dan yang lain nya yang melihat Azmi dan Ricki kembali masuk ke dalam ruangan ICU langsung melihat dari balik pintu.
Dengan cekatan Azmi meminum kan ramuan itu ke dalam mulut Raja di bantu oleh Ricki, Ara yang ikut masuk ke dalam ruangan ICU hanya diam sja dan memegang tangan adik nya dari samping.
Setelah hampir menunggu sekitar 15 menit, jari tangan Raja yang di pegang oleh Ara bergerak, Ara pun yang meyadari nya langsung tersenyum dan menatap wajah Raja yang sudah mulai membuka mata nya.
" Kak Azmi..om Ricki lihat, Raja sudah sadar" ucap Ara dengan senang nya.
Azmi dan dokter Ricki pun langsung melihat Raja, ada senyuman yang terbit dari bibir Azmi dan dokter Ricki, dengan cepat dokter Ricki keluar dari ruang ICU untuk memberi tahu kabar tentang Raja yang sudah siuman dan melewati masa kritis nya.
Begitu ruangan di buka dokter Ricki, Pandu dan yang lain nya langsung mendekat pada Ricki.
" Bagaimana Raja Ki?" tanya Pandu.
" Alhamdulillah Raja sudah siuman dan melewati masa kritis nya, berkat dokter Azmi bisa yang ada di dalam tubuh Raja bisa keluar" ucap Ricki dengan senyuman yang keluar dri bibir nya.
" Alhamdulillah" ucap semua nya saat mereka mendenar kabar Raja sudah tidak apa apa.
Sementara di ruang ICU, efek ramuan yang di minum kan Azmi pada Raja, Raja mengalami muntah muntah, dan itu lah racun yang keluar dari dalam tubuh Raja.
__ADS_1
" Kak apa tidak apa apa?" tanya Ara yang khawatir melihat Raja yang muntah muntah sedari sadar tadi.
" Tidak apa apa sayang, malah lebih bagus dia memuntah kan semua isi perut nya, asal jangan sampai keluar saja usus usus yang ada di dalam perut Raja, itu baru bahaya" ledek Azmi yang berada di samping Raja memegang mangkok stenles utempat menampung muntahan Raja.
Ara dan Raja sendiri yang mendengar ucapan yang keluar dari mulut Azmi ingin selalu memukul nya saat itu juga, namun Ara yang memegang lengan Raja dan Raja yang lemas sehingga hanya bisa menatap dengan wajah tak suka saja.
Setelah Raja sedikit enakan, akhir nya Raja sudah di pindah kan ke ruang perawatan khusus keluarga, Pandu dan yang lain nya juga sudah berada di kamar perawatan Raja melihat kondisi Raja.
" KAmu sudah enakan kan sayang, mamam khawatir sekali sama kamu" tanya Kia yang sudah berlinang air mata melihat keadaan Raja yang masih sedikit lemas.
" Raja sudah tidak apa apa Ma, mama tenang saja" sahut Raja sambil memegang tangan Kia dengan lembut.
"Sekarang kamu makan dulu Ja, dari kemarin kamu belum makan kan, dan tadi kamu juga sudah mundah muntah karena di kasih ramuan dari Azmi" ucap Pandu yang sudah memberi kan semangkok bubur dari rumah sakit.
Raja pun langsung mengangguk kan kepala nya, Kia dengan telaten menyulangi putra nya, saat Raja makan, Pandu langsung mengajak Haikal dan Andra keluar dari ruangan tempat Raja di Rawat.
" Sekarang cerita kan pada om, bagaimana Raja bisa masuk ke dalam jurang bersama dengan gadis itu, siapa tadi nama nya?" tanya Pandu menatap Haikal dan Andra secara bergantian.
Haikal dan Andra yang di tatap Pandu hanya bisa menarik nafas nya dalam, mereka yakin kalau Pandu pasti akan menanyakan kejadian ini.
" Nama nya Cahaya om" sahut Andra.
Pandu dan Aldi hanya mendengar sambil duduk di sofa yang ada di ruangan itu.
" Terus" tanya Pandu.
Dengan terpaksa Haikal dan Andra mencerita kan kejadian yang sebenar nya pada om Pandu dan Aldi, Pandu yang mendengar nya langsung mengepal kan tangan nya, dan tatapan mata nya begitu tajam menatap Haikal dan Andra.
__ADS_1
" Terus apa hubungan Raja dan Cahaya saat ini?" tanya Pandu setelah Haikal dan Andra mencerita kan kejadian kenapa Raja dan Cahaya bisa masuk ke dalam jurang.
" Kalau hubungan Raja dan Cahaya, om bisa tanya kan pada mereka sendiri, kita tidak mungkin memberi tahu nya om, kita takut salah bicara" ucap Andra dan di angguki kepala oleh Haikal.
" Baik lah kalau kalian tidak mau cerita pada om, lantas apa hubungan kamu Kal sama Ratu?" tanya Pandu selanjut nya.
Deg (dekat jantung Haikal)
Deg (detak jantung Aldi)
Mata Haikal menatap ke arah papa nya Aldi yang juga menatap anak nya saat Pandu bertanya pada anak nya mengenai hubungan Haikal dan Ratu, Aldi yang tidak mengetahui apa apa hanya bisa bertanya tanya.
" Apa maskud nya hubungan Haikal dan Ratu Ndu?" tanya Aldi pada Pandu yang saat ini menatap Haikal dengan tatapan tajam.
Haikal yang di tanya tentang hubungan nya dengan Ratu dan di tatap oleh Pandu hanya bisa menunduk kan kepala nya saja, sedang kan Andra yang ingin berbicara langsung terdiam saaj Pandu menatap Andra dengan tatapan tajam nya.
Kia dan Widya yang sudah berdiri tepat di balik pintu mendengar Pandu bertanya soal hubungan nya Haikal dan Ratu langsung saling pandang.
" Kenapa kamu diam Kal, apa om salah memberi pertanyaan pada kamu" tanya Pandu lagi yang membuat jantung Haikal dan Andra semakin berdetak hebat.
Bukan nya Haikal tidak mau memberi tahu kalau diri nya jatuh cinta pada adik sepupu nya sendiri pada kedua orang tua nya atau pun Pandu dan Kia, tapi Haikal takut kalau dia malah tidak bisa melihat pujaan hati nya setelah Haikal memberi tahu isi hati nya pada kedua orang tua nya dan Pandu dan Kia.
Andra sendiri hanya bisa diam karena Pandu melarang nya untuk membuka mulut.
Bersambung.
__ADS_1