
Setelah Kia selesai makan dan minum obat, tak lama Kia tertidur kembali karena pengaruh obat yang di minum, Pandu pun menatap wajah istri nya yang masih sedikit pucat.
Alhamdulillah ya allah, istri ku Kia sudah sadar dari koma nya, semoga istri hamba cepat pulih agar bisa beraktifitas seperti biasa lagi, amiin. gumam Pandu sambil mengelus pipi mulus Kia yang masih terlihat sedikit pucat.
Pandu pun langsung berbaring di sebelah istri nya untuk istirahat karena tubuh nya juga sudah sedikit lelah, sebelum menutup mata Pandu kembali menatap wajah istri nya yang sudah terlelap dan mencium kening istri nya dengan lembut.
"Selamat malam sayang, dan semoga mimpi yang indah" ucap Pandu setelah mencium kening Kia.
Tak lama Pandu pun sudah terlelap menyusul Kia ke dalam mimpi.
*****
Adzan subuh terdengar nyaring dari masjid yang ada di rumah sakit milik keluarga Atmaja, memang Papa Ridwan membuat masjid yang cukup besar di rumah sakit keluarga Atmaja, agar mudah untuk keluarga pasien yang mau menunai kan ibadah sambil menemani kerabat mereka yang menginap di rumah sakit.
Kia yang sayup sayup mendengar suara Adzan pun langsung membuka mata nya perlahan, setelah terbuka sempurna, yang pertama di tatap adalah wajah suami nya yang tidur sambil memeluk dirinya, Kia pun tersenyum melihat tingkah suaminya yang begitu kuat memeluk pinggang nya.
Kia mengelus pipi Pandu untuk membangun kan suami nya agar segera sholat subuh.
"Mas bangun udah Adzan, sholat dulu Mas" Panggil Kia membangun kan Pandu.
Pandu yang terasa pipi nya di elus pun langsung membuka mata nya perlahan, saat maka Pandu sudah terbuka normal, di lihat nya wajah Kia tepat yang ada di depan wajah nya.
Pandu pun langsung tersenyum, Kia yang melihat Pandu tersenyum pun ikut tersenyum dengan begitu manis.
"Selamat pagi sayang" ucap Pandu sambil mengelus Pipi mulus Kia.
"Mas buruan ambil wuduh dulu sana, entar waktu subuh habis" ucap Kia tanpa menjawab ucapan Pandu tadi.
"Baik lha sayang" jawab Pandu dan mencium pipi Kia sebelum beranjak dari tempat tidur.
"Mas ambil wudhu diluan ya, setelah itu bantu Kia Mas buat pakein mukenah, Kia mau sholat juga Mas" ucap Pandu sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
" Tapi mukena kamu gak di bawak kemarin sayang, Mas minta suster dulu ya, biar di siapin buat kamu" sahut Pandu dan mendapat anggukan langsung dari Kia.
__ADS_1
Tak lama Pandu masuk kembali membawa mukena untuk istri nya, di letak mukena yang Ia pegang di ujung ranjang tempat tidur Kia.
" Mas ambil wudhu dulu ya sayang, siap itu baru Mas bantu kamu" ucap Pandu.
" Iya Mas" jawab Kia.
Pandu pun langsung membersih kan diri nya dan mengambil wudhu untuk melaksanakan kewajiban nya sebagai umat muslim, setelah selesai Pandu terlebih dulu memakai baju koko dan juga sarung yang sudah di siap kan mama Dewi tepat saat Kia masuk ruang rawat kemarin, setelah selesai Pandu pun membantu Kia buat tayamum saja, karena Pandu belum berani membawa Kia ke kamar mandi untuk berwudhu.
Setelah selesai tayamum, dengan pelan Pandu memakai kan mukena di tubuh Kia.
"Sudah cantik" ucap Pandu begitu selesai memakai kan Kia mukena.
"Mas" panggil Kia karena Pandu memperlama untuk segera sholat.
Pandu pun hanya tersenyum dan langsung menapai kaki nya di atas sajadah untuk sholat subuh berjamaah.
Setelah selesai sholat, Pandu pun membantu Kia untuk membuka mukena Kia, mereka pun kembali tidur karena hari masih gelap.
*****
" Gimana keadaan kamu sayang, apa ada yang sakit?" tanya mama Dewi penuh perhatian.
" sudah gak begitu sakit kok Ma" jawab Kia tersenyum hangat.
" syukur Alhamdulillah" Ucap semua yang ada di ruangan Kia.
Saat asik berbincang bincang, Ricki masuk dengan senyuman yang melebar di wajah nya yang tampan.
" Selamat Pagi Kia" ucap Ricki yang belum mengetahui kalau di ruangan Kia sudah ramai dengan kedatangan keluarga Atmaja.
Ricki yang melihat pun terkejut dan tersenyum kikuk.
" Wah....Sudah ramai saja ya" sambung Ricki.
__ADS_1
Semua yang ada di ruangan Kia tersenyum mendengar ucapan Ricki, tapi tidak dengan Pandu, Pandu memasang wajah datar tidak menanggapi ucapan Ricki sama sekali.
Ricki pun langsung memulai aktifitas nya untuk menganti perban bekas operasi Kia.
"Kita ganti perban nya dulu ya Kia, takut nya infeksi kalau segera tidak di ganti" ucap Ricki.
Kia yang mendengar ucapan Ricki langsung menelan saliva dengan susah, pasal nya Kia tidak mau kalau Ricki yang melakukan nya, karena masih ada dokter wanita di rumah sakit itu.
Pandu pun merasa kan hal yang sama dengan istri nya, Ia gak rela kalau tubuh istri nya di lihat oleh lelaki lain.
Saat Ricki mau membuka baju Kia, Tangan Ricki langsung di pukul oleh Pandu.
"Mau ngapain kamu?" ucap Pandu dengan tatapan tajam.
" Di tanyak lagi, ya mau ganti perban Kia lha" jawab Ricki ingin melanjut kan pekerjaan nya.Tapi langsung di tahan Pandu lagi.
"Aku gak mau kamu yang ngelakuin, kamu suruh Rika aja atau dokter wanita yang lain, aku gak mau tubuh Kia di lihat sama mata keranjang kamu itu" ucap Pandu dengan tegas dengan tatapan tajam.
" Busyeeet....Bucin amat sih adeq kakak ini, sampai sampai Kia gak boleh di sentuh laki laki lain" ucap Anita tertawa kecil dan membuat yang lain nya tertawa juga, selain Pandu dan Kia pasti nya.
"Iya bener tu kak, udah kamu gak usah cemburu, tenang saja aku uda biasa liat beginian, gak akan nafsu juga" ucap Ricki.
" Aku bilang tidak ya tidak, apa kamu bosen jadi dokter di rumah sakit ini" ucap Pandu dengan tatapan yang sulit di arti kan.
Ricki yang melihat nya pun langsung menelan saliva nya dengan susah, Dia pun tidak jadi melanjut kan pekerjaan nya untuk mengganti perban Kia.
"Oke oke biar kak Nita saja yang ganti perban Kia" ucap Ricki langsung keluar dari kamar Kia, begitu juga dengan para lelaki yang ada di ruangan Kia, untuk keluar sebentar, kecuali Pandu tentu nya.
Anita pun langsung mengganti kan posisi Ricki untuk mengganti perban Kia, saat baju di angkat sedikit oleh Anita, tampak lha kulit punggung Kia yang putih dan mulus, Pandu yang melihat pun langsung menelan saliva nya dengan kasar.
*Untuk tadi bukan si Ricki yang ganti perban Kia, enak banget jadi Dia menyentuh tubuh istri ku saat mengganti kan perban nya, aku saja belum pernah menyentuh nya secara langsung, Gumam Pandu sambil melihat Anita mengganti Perban Kia.
Bersambung*....
__ADS_1
Mohon dukungan nya untuk Like,Komen dan vote semua nya, dukungan kalian semua sangat berarti untuk Author agar semangat nulis nya.
Terimah Kasih banyak 🙏🙏