Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 204


__ADS_3

"Tiara kenapa ya Ar?" tanya Cahaya yang langsung meletakkan mangkuk berisi salad buah yang baru saja di makannya satu sendok.


"Aku juga gak tau Ya, mungkin Tiara kelelahan" sahut Arti yang masih melihat ke arah toilet dapur.


Dengan pelan Cahaya beranjak dari sofa yang di dudukinya kemudian langsung berjalan menuju dapur, Arti yang melihat Cahaya bangkit juga ikutan bangkit mengikuti langkah kaki Cahaya.


Saat sudah sampai di dapur, Cahaya melihat Tiara yang duduk di meja bar sambil memegang kepalanya dan meminum air hangat.


"Tiara" panggil Cahaya.


Tiara menoleh dan memberikan senyuman tipis karena merasa perutnya mual dan kepalanya yang sudah berdenyut nyeri.


" Aku telpon dokter dulu ya, biar kamu di periksa. sekalian aku telpon mas Raja untuk kasih tahu Andra kalau kamu sakit" ucap Cahaya yang langsung mendapat gelengan kepala oleh Tiara.


" Gak usah Ya, aku gak apa-apa kok. Tadi itu aku eneg banget lihat salad buah kamu, tiba-tiba langsung muntah aja. padahal sebelumnya aku gak apa-apa" tolak Tiara dan langsung memberitahu kenapa dirinya bisa mendadak mual dan pusing.


Cahaya dan Arti yang mendengar perkataan Tiara langsung saling pandang, di otak mereka sedang treveling memikirkan sesuatu yang beluk tentu benar.

__ADS_1


Namun dari arah depan terdengar suara seseorang yang membuat ketiga wanita cantik itu langsung menoleh ke asal suara.


"Sudah di cek pakai tespeck belum Tia? bisa jadi gejala yang kamu alami itu tanda-tanda kalau sudah ada janin di dalam rahim kamu?" ucap mama Kia yang langsung jantung Tiara berdetak lebih kencang.


Berbeda dengan Cahaya dan Arti yang langsung tersenyum mendengar ucapan mama Kia.


" Aku ambilin tespeck aku dulu ya, masih ada sisa yang kemarin waktu aku tes awal-awal kalai hamil" ucap Cahaya namun tidak di jawab oleh Tiara karena dia masih merasa syock mendengar perkataan mama Kia apa benar dirinya hamil apa tidak.


Mama Kia yang melihat raut wajah Tiara yang masih terdiam, langsung mendekati Tiara dan mengelus bahu Tiara dengan lembut.


Setelah mengatakan itu, tak lama Cahaya datang membawa tespeck yang masih tersegel, dengan cepat Cahaya memberikan tespeck tersebut pada Tiara.


Tiara sendiri langsung menerimanya dan masuk ke kamar mandi.


Di tempat lain, Raja Cs sedang duduk di ruangan Raja membahas proyek yang sebentar lagi akan louching.


" Jadi siapa yang akan menjadi brand ambasador di produk yang akan kita louchingkan nanti?" tanya Raja.

__ADS_1


"Aku sih sebenarnya ingin dari keluarga kita aja, karena ini kan konsepnya emang benar benar keluarga, tinggal di latih dikit aja pasti hasilnya bagus. gak perlulah kita pakai jasa artis dan aktor yang terkadang gak sesuai sama latar belakang mereka di dunia nyata" ucap Haikal memberi saran.


Raja hanya diam memikirkan apa yang di kataka Haikal, berbeda dengan Andra yang asik menatap ponselnya yang berisikan makanan seperti bakso bakar, batagor, somay dari layar ponselnya.


Raja dan Haikal yang tidak mendengar suara Andra sedikit pun langsung melihat ke arah Andra yang sedang menatao ponsel dengan mata tak berkedip.


" Ndra" tegur Raja namun Andra sama sekali tak bergeming.


Raja menatap Haikal seolah bertanya sedang apa anak satu itu, namun Haikal hanya bisa mengangkat bahunya tanda juga tidak tahu.


Karena kesal melihat Andra yang tidak serius, dengan suara lantangnya Raja memanggil Andra.


" ANDRAAA" panggil Raja.


" Ya Allah bakso bakarku" ceplos Andra karena terkejut sehingga hp yang di pegangnya terjatuh ke lantai dan bakso bakar yang di lihatnya tadi langsung tergantikan dengan gambar walpeper dirinya dan Tiara.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2