Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 116


__ADS_3

Selesai makan, pandu dan yang lain nya pulang ke rumah masing masing, Aldi mengantar Widya dan juga Rika, karena Rika belum bisa membawa mobil nya sendiri.


Di dalam perjalanan Aldi, semua nya pada diam, walau pun masalah nya sudah selesai, tapi masih ada kecanggungan di diri mereka masing masing.


" Ehmmm...Wid, kamu sudah bilang kalau kakak akan datang minggu depan ke ibu panti kan?" tanya Aldi berbicara pada Widya.


"Belum kak, nantik akan Widy sampai kan pada ibu ya" sahut widya sambil tersenyum hangat.


Rika yang duduk di belakang, melihat kehangatan yang di beri kan pada Aldi ke Widya merasa sedikit sesak di dada nya, tapi dia sudah berjanji akan mengikhlas kan Aldi pada sahabat nya.


Aku harus relakan kak Aldi, jodoh ku memang bukan kak Aldi, mereka saling mencintai, aku senang kalau kak Aldi bisa senang dengan orang yang di cintai nya, gumam Rika.


" Rika kamu kok diam aja, cerita dong" ucap Aldi membuyar kan lamunan Rika.


Rika yang terkejut Aldi berbicara pada nya langsung gugup.


" Ehh...Eemm...Rika gak tau mau bicara apa kak" jawab Rika sedikit terbata bata.


" Kamu kenapa Ka? kok jadi gugup gitu, biasa aja kali Ka" ucap Aldi lagi.


Widya hanya tersenyum ke arah Rika, Ia merasa senang Aldi bersikap biasa aja pada Rika, jadi suasana mobil tidak canggung.


" Oia Rika, kamu kok gak melanjut kan ambil kuliah lagi sama seperti Widya dan juga Kia?" tanya Aldi lagi.


" Ooh itu..sebenar nya Rika mau si kak ambil spesialis, tapi kayak nya gak tahun ini kak, karna Rika masih ada yang di urus, mungkin semester depan Rika udah daftar kak" sahut Rika dan di angguki kepala oleh Aldi.


" Rika ini juga mau merintis buka praktek di rumah Kak, jadi dia fokus sama itu dulu, dan kebetulan izin praktek nya uda keluar, jadi dia bisa fokus kuliah lagi" ucap Widya menimpali omongan Aldi dan Rika.


" Ough bagus dong kalau gitu, kamu nanti kalau setelah kita menikah mau kakak buat praktek di rumah?" tanya Aldi pada Widya.


Widya yang mendengar ucapan Aldi langsung melihat Rika di kursi belakang, Widya merasa tidak enak pada Rika karna Aldi membahas masalah pernikahan di depan Rika, tapi Rika yang mendengar ucapan Aldi tersenyum melirik Widya.


" Ehh.. gak usah Kak, Widy praktek nya di rumah sakit aja, lagian Widy kan uda ada restoran kak,bisa bisa Widy gak ada waktu nantik, kalau kerja terus kak" sahut Widya memberi tahu.

__ADS_1


Aldi hanya tersenyum menatap Widya sekilas, tak lama mobil yang di kendarai Aldi sampai di rumah Rika.


Aldi dan Widya tidak singgah ke rumah Rika, setelah berbincang sebentar, Aldi dan Widya langsung pulang ke panti untuk mengantar Widya.


Setelah sampai di panti, Aldi pun tidak singgah juga, Ia langsung pulang ke apertemen nya, karena hari sudah sore dan Aldi juga ingin istirahat.


******


Keesokan harinya....


Pandu yang duduk di meja kerja nya sedang sibuk melihat laporan yang di berikan sekeretaris nya.


Tiba tiba pintu ruangan Pandu di ketuk dari luar.


Tok...tok...tok.


" Masuk" ucap Pandu.


Pandu tidak melihat siapa yang masuk ke dalam ruangan nya, Ia masih melihat berkas nya dengan menggunakan kaca mata yang bertengker di hidung mancung nya.


Pandu langsung mengangkat kepala nya melihat siapa yang masuk keruangan nya.


Begitu terkejut nya Pandu saat melihat lelaki paruh bayah berdiri di dalam ruangan nya.


Tatapan lelaki paru baya itu begitu tajam menatap ke arah Pandu, begitu pun dengan Pandu melihat lelaki paru baya itu dengan sedikit tak suka.


" Ngapain Om ke sini?" tanya Pandu langsung.


" Tidak kah kau menyuruh Om untuk duduk terlwbih dahulu" sahut lelaki paru baya tersebut.


Pandu tidak menjawab, Ia hanya melambai kan tangan nya ke arah sofa, dan lelaki itu mengikuti arahan Pandu, dan langsung duduk di depan Pandu.


Aldi yang mengetahui dari sekeretaris Pandu kalau ada tamu yang tidak di kenal langsung masuk menerobos ke ruangan Pandu langsung berlari masuk ke ruangan Pandu, untuk melihat siapa yang datang menemui Pandu.

__ADS_1


Begitu Aldi sudah sampai, Ia langsung masuk kedalam ruangan Pandu, dan begitu terkejut nya Aldi melihat seseorang yang ada di hadapan Pandu.


Aldi pun langsung duduk di samping Pandu dan menatap lelaki paruh baya itu dengan tatapan penuh selidik.


" Sekali saya tanya, untuk apa om ingin bertemu dengan saya" tanya Pandu dengan tegas.


" Belum puas kah kau memenjara kan Iren, sampai sampai kamu juga menyekap sepupu Iren" sahut papa Iren, orang yang datang menemui Pandu.


Yahh papa Iren langsung terkejut begitu istri nya mengatakan kalau Meri keponakan nya di sekap oleh Pandu, Mama Iren memutar balik kan fakta agar papa Iren menyalah kan Pandu dan papa Iren bisa membalas dendam pada Pandu, maka nya sekarang papa Iren menemui Pandu untuk membalas kan sakit hati nya karena kaluarga sudah di obrak abrik keluarga Atmaja.


" Aku tidak akan menyekap perempuan itu kalau dia membuka mulut nya untuk memberi tahu siapa dalang yang menyuruh nya menyekap dan menyita istri ku" ucap Pandu dengan lantang dan emosi.


" Apa maksud mu, jelas jelas kamu menyekap Meri karna Meri tak sengaja menabrak istri mu, kenapa kamu mengada ngada mengatakan kalau Meri menyekap istri mu" sahut Papa Iren sedikit meninggi kan suara nya.


" Aku rasa aku telah salah membela kalian saat kalian memenjara anak ku satu satu nya sehingga masa depan nya hancur, tapi setelah kejadian ini, aku tahu kalau istri mu lha yang bermuka dua dan membalik kan fakta yang tidak tidak di depan kalian" sambung papa Iren semakin emosi.


Pandu yang mendengar istri nya di hina semakin geram, Ia mengepal kan tangan nya kuat, Aldi yang melihat itu langsung menyabar kan Pandu agar tidak terlalu membawa emosi.


" Aku tau bagai mana istri ku, asal om tahu, keponakan mu telah menculik istri ku, menyekap nya bahkan menyiksa nya dengan sadis dan juga ingin membunub calon anak yang ada di dalam kandungan istri ku, bahkan istri ku tidak di beri minum setetes pun oleh keponakan mu itu" ucap Pandu dengan emosi yang sudah memuncak.


" Kamu jangan mengada ngada Pandu, mana mungkin Meri melakukan itu semua, sementara dia tidak mengenal sama sekali dengan istri mu itu, Meri selama ini bahkan tidak memijak kan kaki nya di kota ini, mana mungkin dia menculik istri mu, dasar istri mu yang mengada ngada agar dia bisa menyiksa keluarga ku dengan puas" sahut papa Iren tak kalah emosi.


"CUKUUUUUUP.........


bersambung....


Maaf Author baru bisa up di jam segini, karna Author ada kerjaan di dunia nyata 😥😥


Jangan lupa untuk dukung Author terus ya, dengan Like, Komen san Vote yang banyak plisssss


🙏🙏🙏


karena dukungan kalian penyemangat buat Author untuk menulis.

__ADS_1


terima Kasih.


__ADS_2