
" Tatapan cinta Ja, Andra menatap Tiara dengan tatapan cinta yang di pendamnya karena ingin menjaga perasaan keluarga kita dan juga menjaga perasaan kamu" ucap Haikal yang langsung mengangget kan Raja.
Raja menatap Haikal dengan pandangan tidak percaya, " Apa maksud kamu?" tanya Raja.
" Andra dan Tiara sama sama punya perasaan Aii, sama seperti perasaan kamu ke aku dan aku ke kamu" ucap Cahaya menimbrung ucapan Haikal.
Deg
Raja menatap Cahaya dan Haikal dengan bergantian, kemudian ia menatap Andra yang masih setia berdiri menatap ke arah jalan dengan wajah yang masih sendu padahal mobil Tiara sudah tak terlihat lagi.
" Aii jangan membenci Tiara karena Tiara tidak bersalah di sini, dan kamu juga seharusnya berterima kasih pada Tiara karena darah nya aku masih bisa bernafas dan berdiri dan hadapanmu sekarang" ucap Cahaya mendekati Raja yang menatapnya dengan tatapan tidak bisa di tebak.
" Apa yang di katakan Cahaya benar Ja, kasihan Andra, dia begitu sakit karena memenadam perasaan nya hanya karena ingin menjaga perasaan kamu dan keluarga kita" ucap Haikal.
Ratu hanya diam mendengarkan perkataan kakak kakanya, Ia tidak mau ikut campur masalah hati seseorang, dari kejauhan Qiara mendengar semua pembicaraan Haikal dan Cahaya yang mengatakan kalau adiknya mencintai wanita yang sudah menyebabkan Cahaya masuk rumah sakit dan Raja yang di patuk ular beberapa tahun lalu karena perbuatan kakaknya.
" Sayang Aii tidak dendam pada Tiara, dan Aii juga sudah berterima kasih pada dia saat dia sudah mendonorkan darahnya buat kamu" ucap Raja dan membuat Cahaya tersenyum.
__ADS_1
" Alhamdulillah, kalau begitu Aii tidak mempermasalahkan hubungan Andra dan Tiara kan, cinta mereka bisa bersatu kan" ucap Cahaya.
Raja tidak langsung menjawab, Ia menatap Haikal lalu menatap Andra yang sudah duduk di sofa menghadap ke arah jalan.
" Aii tidak pernah melarang perasaan Andra untuk Tiara sayang, tapi Aii tidak tahu dengan tante Anita, kamu tahu kan gimana tante Anita" ucap Raja yang membuat Cahaya menghembus kan nafas nya dengan berat.
" Kakak yang akan membantu mama untuk mempersatukan Andra dan Tiara" ucap Ara tiba tiba yang mengangget kanRaja dan lainnya.
" Kak Ara" ucap Cahaya.
" Kemarin saat di rumah sakit kakak kira Andra ada perasaan pada Arti sahabat Cahaya, dan mama Anita juga menyukai Arti dan ingin mempersatukan Arti dan Andra, tapi syukurnya kakak mendengar pembicaraan kalian dan kakak akan membantu adik kakak itu untuk mendapat kan wanita yang ada di dalam hatinya"sambung Ara lagi yang membuat Cahaya dan Haikal tersenyum mendengar nya.
Raja hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju mendengar ucapan Ara, sedangkan Ratu hanya bisa mendesah sambil berkata, " cinta kak Andra begitu rumit ternyata" ucap Ratu yang membuat semua yang ada di dekatnya langsung tetawa lucu, tapi tidak dengan kakanya Raja, yang hanya tersenyumsedikit doang.
Raja pamit pada Cahaya untuk menemui Andra yang masih menyendiri setelah melihat kepergian Tiara tadi, Haikal mengikuti Raja untuk bergabung dengan Raja dan Andra.
" Kamu ahkir ahkir ini sepertinya banyak melamun aku lihat? apa yang sedang kamu lamunkan? sepertinya masalah kantor tidak ada masalah" ucap Raja pura pura tidak tahu dan berhasil membuat Andra menoleh ke arahnya dan menegakkan tubuhnya dari duduk bersandar.
__ADS_1
" Gak ada mikirin apa apa, cuma males aja di dalam dengerin suara kak Ara yang cempreng itu" jawab Andra berbohong.
Ara yang mendengar ucapan adiknya merasa kesel, " dasar adik kurang ajar, uda mau di bantu masih aja buat kakanya yang cantiknya ini ngatai kakaknya" ucap Ara dengan bibir yang sudah maju lima senti.
Cahaya dan Ratu hanya bisa terkekeh mendengar ucapan Qiara sedangkan Azmi yang melihat bibir istrinya di majuin gitu langsung menutupnya menggunakan tangannya.
" Jangan di maju-majuin gitu sayang, gak kuat akunya liat bibir kamu gitu" bisik Azmi agar tidak terdengar Cahaya dan Ratu.
Namun Ara yang mendengar ucapan suaminya langsung melototkan matanya dan menhempaskan tangan Azmi karena makin kesal.
" Hubby bicara apa sih? gak tau tempat banget" ucap Ara yang langsung pergi meninggalkan Azmi begitu saja.
Azmi hanya bisa mengelus dada melihat sikap istrinya yang semakin cerewat saja semenjak hamil, " Sabar sabar" ucap Azmi yang membuat Cahaya dan Ratu kekeh mendengar ucapan Azmi.
Sementara di tempat pria tampan, Andra sudah tertawa seperti sedia kala karena Raja dan Haikal mengajak mengobrol agar Andra bisa melupakan kesedihan nya sesaat, dan tak lama Azmi datang bergabung, jadilah empat pria tampan sedang asik berbicara serius yang membuat para pengunjung butik menatap kagum keempat pria yang begitu berkharisma dan enak di pandang.
Bersambung.
__ADS_1