Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 47


__ADS_3

Dia pun langsung mengambil ponsel nya yang ada di atas meja dan langsung menhubungi anak buah nya.


" Hallo" sapa anak buah Iren dari sebrang telpon.


"Segera lakukan sskarang apa yang sudah kita rencana kan semalam, aku gak mau sampai gagal, buat wanita murahan itu untuk tersenyum terahkir kali nya, dan aku gak mau sampai rencana ini gagal" ucap Iren dengan antusius.


"Baik Bos, segera kami selesai kan" sahut anak buah Iren.


"Dan ingat, setelah kamu selesai dengan tugas mu segera lha pergi dan ingat apa yang aku ucap kan semalam" ucap Iren lagi mengingat kan pada anak buah nya.


"Siap Bos, akan segera saya lakukan" jawab anak buah Iren.


Panggilan pun di putus langsung oleh Iren, Dia tersenyum senang menunggu hasil kerja anak buah nya.


Kau tunggu saja wanita murahan, aku akan kasih hadiah pernikahan mu sampai kamu tidak bisa melupakan hadian dari ku ini. gumam Iren.


*****


Di kediaman Atmaja pesta semakin meriah, Kia dan Pandu sudah berganti dengan gaun malam mereka.


Suasana di pesta semakin meriah karena Host dari acara pesta Pandu dan Kia menyuruh pasangan pengantin untuk berdansa.


"Selamat malam semua untuk para tamu undangan yang telah hadir di acara resepsi pernikahan Tuan Pandu dan Nona Azkia, Disini saya mau menyampai kan sedikit, agar pesta semakin meriah, sebaik nya pasangan pengantin kita malam ini untuk berdansa, gimana para tamu undangan, setuju?" ucap Host di acara pernikahan Pandu dan Kia.


Para tamu pun setuju dengan Ide Host tersebut, Pandu dan Kia pun langsung turun dari pelaminan menuju tempat yang sudah di siap kan oleh WO.


Pandu dan Kia berdansa dengan romantis, para tamu undangan yang melihat begitu kagum dengan keserasian sepasang pengantin tersebut.


Dari ujung jalan, terdapat sebuah mobil yang terparkir dengan meneliti acara resepsi pernikahan di kediaman Atmaja.


Berhubung Sang pengantin asik berdansa, dan para tamu juga tidak ada yang memperhati kan keadaan sekitar.


Itu lha kesempatan untuk orang suruhan Iren, mereka menjalan kan mobil mereka tepat di depan gerbang di kediaman keluarga Atmaja.


Orang suruhan Iren membidik pistol yang sudah di siap kan sebelum nya, Di keker pistol itu agar tidak salah sasaran.

__ADS_1


Anita yang tiba tiba melihat ada mobil di depan gerbang rumah orang tua nya pun heran, dan kemana para security, Dia bermaksud untuk melihat ke depan gerbang.


Saat sudah hampir sampai, Anita di sapa teman kuliah nya, alhasil Anita tidak jadi melanjut kan langkah nya dan mengobrol dengan teman nya, tapu mata Anita tetap melihat mobil tersebut.


Pandu dan Kia berdansa dengan begitu senang, Pandu terus menatap wajah Kia yang begitu cantik dimata nya.


"Mas jangan memandang ku seperti itu" ucap Kia malu karena di lihat oleh Pandu tanpa kedip.


"Mas cuma mau melihat bidadari surga Mas saja, masa tidak boleh" sahut Pandu.


Kia pun tersenyum malu, Pandu menciun kening Kia dengan lembut, semua tamu undangan yang menyaksi kan keromantisan yang di lakukan Pandu pada Kia histeris karena baper.


Setelah kekeran tepat sasaran, Orang suruhan Iren segera melepas pelatuk pistol yang sudah di bidik.


Saat Ingin melepas pelatuk nya, Anita melihat itu semua, Anita melihat arah kemana sasaran tembakan itu, begitu terkejut nya Anita sasaran itu di tujukan pada Kia, adik ipar nya.


Dengan segera Anita berlari untuk memberi tahu Kia dan Pandu, bertepatan pelatuk di lepas oleh sang pemegang Pistol.


"Kiaaaaaa awaaaas" teriak anita bersamaan dengan tembakan yang di lakukan orang suruhan Iren.


Duaaaaaaaaaar


" Aaaaahkkk" suara Kia saat peluruh masuk ke dalam punggung nya dan terjatuh di pelukan Pandu.


Pandu begitu terkejut dengan terjatuhnya Kia di pelukan nya dengan bersimbah darah yang mengenai tangan nya.


Pandu terbengong dengan gemeteran melihat Kia yang sudah tak sadar kan diri.


Sedang kan Anita yang berlari langsung memberhenti kan langkah nya saat melihat Kia sudah tak sadar kan diri dan darah yang begitu banyak keluar.


Aldi langsung melihat siapa yang berani menggangu keluarga Atmaja, tapi saat Aldi samapi di depan gerbang mobil yang di kemudi orang suruhan Iren telah pergi meninggal kan kediaman Atmaja.


Ricki dan Bayu langsung menghampiri Pandu dan Kia.


"Ndu sadar Ndu, kita harus bawah Kia ke rumah sakit sekarang, ayok cepat Ndu nyawa Kia dalam bahaya" ucap Ricki menyadar kan Pandu yang bengong karna syok melihat Kia Istri nya yang sudah bersimbah darah.

__ADS_1


Pandu pun langsung tersadar dan langsung mengangkat tubuh Kia menuju mobil yang sudah di siap kan Aldi.


Begitu Pandu dan Kia sudah masuk ke dalam mobil, Aldi langsung menancap kan gas mobil nya begitu kencang menuju rumah sakit keluarga Atmaja.


Di dalam mobil Pandu tak henti henti nya memanggil Kia agar segera membuka mata nya.


" Sayaang bangun sayaang, jangan tinggal kan Mas, Mas mohon bangun sayang, buka mata mu sayang" ucap Pandu sambil mengusap wajah nya Kia yang sudah memucat.


Aldi melihat dari kaca spion mobil pun gak tega dengan Pandu dan Kia.


Tak lama mobil sampai di rumah sakit keluarga Atmaja. Bersamaan dengan Ricki,Bayu dan keluarga Atmaja dan tak lupa Rika sahabat Kia.


Ricki dan Bayu langsung berlari menuju ruang operasi, untuk menyiap kan operasi untuk Kia.


Pandu meletak kan Kia di brangkar rumah sakit, Suster langsung berlari mendorong brangkar rumah sakit ke ruang operasi yang sudah di tunggu oleh Bayu dan Ricki di dalam.


Kia sudah masuk ke ruang operasi, Pandu mau ikut masuk tapi langsung di halang oleh Rika.


"Maaf pak Pandu sebaik nya tunggu di luar, kami akan usaha kan yang terbaik untuk Kia, Anita langsung masuk ke ruang operasi lengkap dengan pakian siap untuk operasi, begitu juga dengan Ricki, Bayu dan dokter lain nya.


Pintu ruang operasi di tutup, Lampu tanda operasi menyala bahwa operasi sudah di mulai.


Pandu menjatuh kan tubuh nya karna tak sanggup melihat keadaan Kia di dalam.


" Al segera cari tau pelaku yang sudah membuat istriku seperti itu" ucap Pandu dengan wajah yang sudah merah.


Aldi pun langsung menyuruh orang suruhan nya dan menhubungi pihak yang berwajib, agar kasu yang menimpa keluarga Atmaja segera di ketahui pelaku nya.


Mama Dewi, Papa dan Bima meninggu di luar bersama Pandu dan Aldi. Mama Dewi tak henti henti nya menangis di pelukan suami nya.


Pandu terus menangis tak tega melihat keadaan Kia yang pacat pasi dengan darah yang terus keluar dari balik baju nya.


Ya allah tolong selamat kan istriku, aku gak bisa hidup tanpa dia ya allah, baru aku rasa kan kebahagian bersama nya, selamat kan lha istriku ya allah. Doa Pandu di depan pintu ruang operasi dengan air mata yang terus mengalir di pipi nya.


Bersambung......

__ADS_1


Jangan lupa untuk dukungan nya buat Author ya, dengan Like,komen dan Vote


Terimah Kasih banyak 🙏🙏🙏


__ADS_2