Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 51


__ADS_3

"Ayah..Ibu cahaya apa itu, kenapa terang sekali? mata Kia silau Yah, Bu" ucap Kia.


"Itu lha pintu untuk menuju ke tempat tujuan kita sayang" ucap Ayah Kia.


"Ayok sayang" ajak Ibu nya lagi.


Kia pun langsung melanjut kan langkah nya, saat Kia akan melangkah kan kaki nya memasuki cahaya yang begitu silau, langkah kaki nya menggantung karena mendengar suara seseorang yang sudah sangat di kenal nya juga.


" Sayaang....jangan tinggal kan Mas" ucap Pandu.


Kia yang mendengar suami nya memanggil nya pun menoleh kebelakang mencari dimana suami nya, tapi Kia tidak melihat dimana Pandu berada.


" Sayaang kembali lha bersama Mas, Jangan tinggal kan Mas sayang" ucap Pandu lagi.


Ayah dan Ibu Kia tersenyum mendengar suara menantu nya yang berasal dari alam dunia nyata.


" Kia sayang kembali lha nak, belum saat nya kamu ikut dengan Ayah dan Ibu, Dia lebih membutuh kan kamu ketimbang ayah dan ibu" ucap Ayah Kia.


" Iya nak pulang lha, belum saat nya kamu berada di sini, sayangi lha suami kamu, dia ibu melihat dia sangat mencintai kamu, kalau kamu mau bertemu dengan ayah dan ibu di kemudian hari, maka berbakti lha pada suami kamu nak, maka kamu akan mencium wangi nya surga, dan kamu pasti akan bertemu kami di suatu saat nantik" sambung ibu Kia.


Kia yang mendengar perkataan Ayah dan Ibu nya hanya bisa menangis, Sejujur nya Kia ingin sekali ikut bersama kedua orang tua nya.


" Pergi lha nak, mereka masih membutuh kan mu, jangan kamu sia sia kan ketulusan cinta suami mu, dia sangat mencintai kamu sayang, cinta kalian begitu kuat, hingga suara suami saja bisa terdengar sampai ke tempat ini" ucap Ayah Kia lagi.


" Iya nak, pergi lha nak sekarang, sebelum cahaya yang ada di sana tertutup kembali, kalau cahaya itu tertutup kamu tidak bisa kembali lagi dengan suami mu, pergi lha nak cepat pergi nak, suami kamu sudah menunggu mu" ucap Ibh Kia memberi tahu.


Kia yang mendengar ucapan Ibu dan Ayah nya langsung memeluk kedua orang tua nya.


"Kia pasti akan slalu doain kalian Yah, Buk..Dan jangan lupa slalu doain Kia dari sana agar Kia slalu behagia" ucap Kia.


Ayah dan Ibu Kia mengangguk kan kepala mereka dan tersenyum.

__ADS_1


Kia pun langsung berlari meninggal kan ayah dan ibu nya, Kia berlari sekencang kencang nya agar cahaya yang di bilang ibu nya tidak tertutup,dan ahkir nya Kia bisa melewati cahaya tersebut bertepatan mesin detak jantung yang ada di samping Kia kembali berbunyi.


Tiiiit....Tiiiit...Tiiiit...Tiiiit...


Para Dokter dan Suster yang ada di ruangan operasi begitu terkejut mendengar alat untuk terdeteksi jantung kembali hidup.


"Dok mesin nya hidup kembali, Nona Kia benar benar masih hidup" ucap salah satu suster yang ada di ruangan itu.


Pandu yang awal nya memeluk Kia dengan erat langsung mengangkat kepala nya dan melihat mesin yang ada di samping Kia hidup kembali.


" Sayang kamu mendengar ucapan Mas, kamu sudah kembali sayang" ucap Pandu mencium tangan istri nya.


" Ndu sebaik nya kamu keluar dulu, biar kita periksa Kia dulu" ucap Bayu dan Ricki.


Pandu pun langsung mengangguk kan kepala nya dan langsung beranjak keluar dari ruangan operasi.


Pandu menunggu di luar dengan mengucap syukur kalau istri nya Kia masih hidup.


Terimah kasih ya Allah, engkau telah mengembali kan Kia ku, terimah kasih ya Allah.Gumam Kia tak henti henti nya mengucap Syukur.


" Gimana kondisi Kia Ric?" tanya Pandu saat melihat pintu terbuka.


"Ini benar benar keajaiban yang langkah Ndu, ini mukjizat yang luar biasa, Kia yang sudah tidah bernyawa kini hidup kembali, kekuatan cinta kalian sungguh besar, sampai sampai Kia bisa mendengar panggilan mu tadi" sahut Ricki pada Pandu.


Semua yang mendengar ucapan Ricki pun mengucap alhamdulillah, mereka semua senang Kia masih di beri kesempatan untuk hidup kembali.


" Apa Kia sudah sadar?" tanyak Pandu pada Ricki.


" Nah.. untuk ini kamu harus sabar Ndu, walau pun Kia sudah kembali dan melewati masa kritis nya, Tapi Kia masih di nyata kan koma" jawab Ricki.


" Koma? kapan kira kira Kia akan bangun dari koma nya?" ucap Pandu.

__ADS_1


" Kita tidak bisa memasti kan Ndu, bisa 1 hari, 1 minggu, 1 bulan, atau 1 tahun, kita hanya berjuang agar Kia bisa cepag sadar dari koma nya" sahut Ricki menjelas kan.


Pandu yang mendengar penjelasan Ricki pun merasa lemas, walau pun Kia sudah di katakan selamat dari maut, tapi Kia masih koma dan gak tau kapan akan sadar nya.


" Kamu gak usah khawatir Ndu, dukungan mu sangat di butuh kan Kia saat ini, dan kami akan mimindah kan Kia ke ruang perawatan" ucap Ricki sambil menepuk bahu Pandu.


Pandu hanya mengangguk kan kepala nya.Dia pun langsung masuk keruangan menemui istri nya yang tertidur di atas ranjang rumah sakit, yang sedang di siap siap kan untuk di pindah ke ruang perawatan.


" Sebaik nya bapak tunggu di luar, biar kita dengan mudah memindah kan pasien ke ruang perawatan pak" ucap suster yang sedang memberes kan Kia untuk di pindah kan.


Pandu pun mengangguk kan kepala nya dan keluar lagi dari dalam ruangan nya.


Karena hari sudah hampir pagi, Pandu menyuruh papa dan yang lain nya untuk pulang ke rumah.


" Sebaik nya bang Bima bawak papa dan yang lain nya pulang, mama juga pasti sudah sadar di UGD, segera kasih tau sama mama kalau Kia masih hidup" ucap Pandu pada kakak ipar nya.


" Baik lha Ndu, besok kita kesini lagi, lagian kasian Qiara di rumah sama bibi" ucap Anita yang mengingat kalau anaka nya di rumah di tinggal sama pembantu di rumah papa nya.


" Nantik jangan lupa suruh supir antar kan pakaian Pandu kak, Pandu akan slalu di rumah sakit untuk menemani Kia, sampai Kia sadar" ucap Pandu pada Anita.


" Baik lha nantik biar kakak yang beres kan perlangkapan kamu selama di rumah sakit" sahut Anita.


" Kamu juga Al, sebaik nya istirahat dan pulang ke rumah papa saya, agar tubuh kami fit lagi, terima kasih ya sudah mau mendonor kan darah yang banyak untuk Kia" ucap Pandu pada Aldi.


" Gak usah sungkan Ndu, Kia sudah aku anggap seperti adik ku sendiri, kamu gak usah khawatir dengan kondisi ku, sebaik nya kamu segera temui Kia di ruangan nya" sahut Aldi.


Pandu pun langsunh berjalan menuju ruangan Kia istri nya di rawat, sementara keluarga Atmaja sudah pada pulang ke rumah, begitu juga dengan Rika dan Bayu. Hanya Ricki yang stay di rumah sakit bersama Pandu.


Bersambung


Jangan lupa untuk dukung Author ya

__ADS_1


dengan Like, Komen, dan vote


Terimah Kasih banyak 😄😄🙏🙏


__ADS_2