Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 53


__ADS_3

Hari ini Ara dan teman dokter lain nya sedang duduk di kantin rumah sakit sambil makan siang, mereka semua membicara kan tentang acara ulang tahun rumah sakit milik keluarga Azmi akan diadakan besok.


" Aku tidak sabar menanti besok malam" ucap Silvy, salah dokter Bedah sahabat Ara di rumah sakit milik keluarga Azmi.


" Iya..sama aku juga, kira kira dapat door prize apa yang di ulang tahun kali ini, pasti tuan besar pemilik rumah sakit ini akan membuat kejutan yang hebat" lanjut dokter Dafa.


Ara yang tidak tahu apa yang di bicara kan para sahabat sahabat nya hanya diam saja dan mengerut kan kening nya, namun karena dia merasa penasaran ahkir nya Ara pun bertanya.


" Emang besok ada acara apa?" tanya Ara sambil memakan sop buah yang di pesan nya di kantin rumah sakit.


Semua sahabat Ara yang mendengar pertanyaan Ara langsung menatap Ara tak percaya.


" Serius kamu gak tahu besok ada acara apa Ra?" tanya Dafa.


Ara hanya mengangguk kan kepala nya saja tanda benar kalau dia tidak tahu apa apa.


" Dokter Azmi tidak memberitahu kan kamu tentang acara besok malam memang nya?" kali ini Silvy yang bertanya.


Lagi lagi Ara hanya menggeleng kepala nya tanda kalau benar benar tidak tahu apa apa tentang acara besok.


Silvy dan Dafa saling menatap, kemudian mereka kembali menatap Ara yang bengong sedang menatap mereka.


" Serius Ra dokter Azmi tidak memberi tahu kamu apa apa?" ulang Silvy lagi.


" Iya benar, kak Azmi tidak ada bilang apa apa pada ku" sahut Ara memberi tahu.


" Besok itu acara ulang tahun rumah sakit ini Ra, dan biasa nya dari tahun ke tahun pasti pemilik rumah sakit ini akan membuat acara yang begitu besar untuk seluruh karyawan di rumah sakit ini, mulai dari petinggi di rumah sakit ini, dokter, suuster perawat bahkan OB sekaligus, semua nya sama dan tidak ada yang di beda beda kan untuk datang ke acara ulang tahun ini" ucap Silvy memberi tahu.


" Ohhh...tapi aku emang gak tahu, mungkin karna aku baru kali di rumah sakit ini" sahut Ara yang sedikit sedih karena Azmi tidak ada memberi tahu apa apa soal acara penting ini.


Sementara di kediaman Azmi, Azmi memohon pada papa dan mama nya untuk membantu melamar wanita yang saat ini begitu di cintai nya.


" Pokok nya papa hanya berbicara pada Om Bima dan Tante Anita saja Pa, kalau urusan Ara biar aku saja yang handel" ucap Azmi.

__ADS_1


Papa dan mama Azmi terkekeh melihat anak nya yang sudah tidak sedingin seperti dulu, mereka juga senang kalau Azmi menyukai Qiara, anak dari rekan kerja nya dan yang pasti nya karena Qiara adalah gadis baik baik, tidak seperti mantan Azmi dahulu yang berbohong membantu orang nyata nya malah mengelap kan dana donasi untuk orang yang membutuh kan.


Setelah tidak ada pasien lagi, Ara sedang berjalan keluar rumah sakit dengan langkah gontai, karena jujur saja hari ini dia sangat lelah karena begitu banyak pasien yang di periksa oleh nya.


Dia sudah membayang kan akan tertidur di ranjang empuk nya setelah pulang dari rumah sakit, namun tiba tiba Ara terkejut saat tiba tiba tangan nya di tarik seseorang dan di bawah ke sebuah ruangan yang dia tahu ruangan siapa itu, siapa lagi kalau bukan ruangan Azmi.


" IHhh kakak apaan sih, main tarik tarik aja?" ucap Ara yang langsung melepas kan tangan nya yang masih di pegang Azmi.


" Gitu aja ngembek, kakak cuma mau ngasih ini" ucap Azmi sambil menyerah kan paperbag yang ada di tangan nya.


" Apa ini?" tanya Ara.


" Entar aja di buka nya saat di rumah" sahut Azmi yang kini malah menarik nya kembali ke luar.


" Lho kita mau kemana?" tanya Ara karena biasa nya Azmi akan menahan diri nya untuk berlama lama di dalam ruangan nya.


" Ya pulang lah, emang kamu mau kita mau ngapain?" sahut Azmi sekaligus bertanya.


Ara terdiam bingung mau menjawab apa, Azmi sendiri terkekeh lalu mendekati Ara yang masih berdiri diam mematung.


Dengan gerakan cepat, Ara mendorong tubuh Azmi dari hadapan nya dan langsung berlari ke luar dari ruangan Azmi.


Azmi yang melihat Ara malu pun hanya bisa terkekeh kecil.


" Gemes banget sih, gak sabar buat di halalin" ucap Azmi kemudian menyusul Ara.


******


Kini acara yang di nanti nanti sudah tiba, keluarga Atmaja sudah rapi dan bersiap akan berangkat, Ratu yang dari tadi merengek mintak ikut sama mama dan papa nya tidak di bolehin oleh Kia karena besok mereka harus sekolah.


Raja yang kebetulan sudah pulang dari rumah sakit dan sudah mendingan duduk bersandar di sofa sambil melihat keluarga nya yang akan pergi menhgadari acara ulang tahun rumah sakit milik keluarga Azmi, dan pasti nya di temani oleh Haikal dan Andra.


Sedang kan Cahaya, kondisi nya juga sudah baik dan saat ini diasudah beraktivitas seperti biasa, tentu nya di toko kue untuk memnatau para karyawan di toko kue nya.

__ADS_1


Sedang kan Wisnu, Pandu tidak jadi memenjara kan Wisnu karena Raja juga tidak mau nanti nya Wisnu semakin dendam oleh nya, ahkir nya Wisnu di beri hukuman oleh di skors di kampus selama satu bulan.


Ara sendiri sudah cantik dengan gaun yang sudah di berikan oleh Azmi, tanpa Ara sadari kalau gaun yang di pakai nya adalah pasangan dengan pakaian Azmi.


Ara begitu anggun nya turun dari tangga menuju ke bawah, semua mata langsung tertuju pada Ara yang begitu cantik memakai gaun berwarna peach dan hijab pashimana yang sudah di bentuk berwarna abu abu.


" Busyeet..kanjeng mami kenapa bisa berubah jadi bidadari gitu?" ucap Andra yang langsung dapat timpukan dari papa Bima yang kebetulan duduk di samping Andra.


" Dia itu kakak kamu Ndra" ucap Bima yang langsung mendapat kekehan kecil dari Andra.


" Habis Andra pangling Pa, bisa juga kakak gue cantik" ucap Andra yang dapat kekehan dari yang lain nya.


Ratu sendiri semakin merengek karena melihat kakak nya sudah cantik dan rapi, " tuh kan Ma, kak Ara saja pergi, Adik ikut ya" rengek Ratu lagi.


" Tidak bisa sayang, ini acara nya pasti sampai tengah malam, kamu di rumah saja, kan ada kakak kamu, apa lagi ada Haikal" ucap Kia langsung membawa bawa nama Haikal agar diri nya tidak merengek kembali.


Karena takut terlambat, ahkir nya Haikal langsung menarik Ratu ke dalam pelukan nya, kemudian semua nya yang akan pergi ke pesta langsung berangkat dengan tangisan Ratu pasti nya.


" Sudah dong dek, masa gitu aja nangis, uda besar juga masih aja ngintilin mama dan papa pergi" kata Raja yang langsung mendapat pelototan dari Ratu.


" Adek cuma mau lihat sesuatu terjadi di pesta itu kak, pasti ada sesuatu yang mengejut kan, maka nya adik ingin ikut buat lihat" ucap Ratu.


" Emang ada apaan? cuma pesta biasa aja dek" kali ini Andra yang bersuara.


" Pasti ada kak, apa kalian bertiga meragu kan adik, kalian gk ingat apa yang adik bilang pasti terjadi, nah adik yakin pasti ada kejutan besar di pesat itu, ayo dong kak kita susul ke acara pesta itu" rengek Ratu pada Haikal.


" Gak bisa dek, pasti kita gak bisa masuk, gak punya undangan nya" ucap Haikal menolak dan menarik Ratu duduk di sofa di samping Raja.


Sementara di mobil entah kenapa jantung Ara berdetak begitu cepat, tangan nya mendadak berkeringat dan dingin, padahal di mobil AC nya tidak full di nyala kan oleh papa Bima.


 


Bersambung.

__ADS_1


 


 


__ADS_2