Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 223


__ADS_3

Setelah semua nya tahu, dan Kia juga sudah pulih, sesuai rencana Pandu sebelum nya kalau dia akan bertemu dengan lelaki yang dulu pernah dekat dengan istri nya, dan Kia pun juga menyetujui nya.


Mobil yang di naiki Pandu dan Kia sudah berhenti di sebuah kafe tempat dimana mereka janjian, Kia dan Pandu turun dari mobil dan dengan perlahan masuk ke dalam kafe, Kia begitu gugup, sampai tangan nya di rasa Pandu begitu dingin.


Kia menujuk meja dimana seseorang sedang menunggu kedatangan mereka sambil memain kan HP nya.


Pandu dan Kia pun berjalan ke arah meja tersebut, " Maaf kita terlambat, tadi di jalan begitu macet" ucap Pandu yang berdiri di depan meja.


Orang tersebut langsung mengangkat kepala nya dan tersenyum, kemudian dia melirik ke arah gadis dimana dulu pernah dekat dengan nya walau pun hubungan mereka hanya lah sebatas adik dan kakak saja.


" Silah kan duduk" ucap nya dengan sopan.


Pandu dan Kia pun langsung duduk di depam orang tersebut, ada kecanggungan pada mereka, sampai orang tersebut mengeluar kan suara nya.


" Maaf dengan kejadian kemarin, gara gara aku kalian jadi bertengkar dan Putri sampai masuk rumah sakit" ucap nya dengan menatap Kia.


Pandu yang mendengar orang yang ada di hadapan nya menyebut istri nya dengan nama Putri merasa tidak suka, tapi dia berusaha menahan.


" Bang tolong panggil Kia saja, Putri itu sudah masa lalu, sekarang hanya Azkia saja lah yang ada" ucap Kia memberi tahu.


" Baik lah kalau itu mau kamu Azkia" ucap nya masih dengan senyuman menggembang di bibir nya.


" Mas kenalin ini Bang Fahmi, dan bang Fahmi kenal kan ini suami Kia, Mas Pandu" ucap Kia memeperkenal kan mereka.


Pandu dan Kia pun bersalaman, setelah itu mereka memesan minuman saja, karena mereka masih kenyang.

__ADS_1


" Terima kasih Ndu, kamu sudah berbaik hati mempertemukan aku dengan Put..ehh Kia" ucap Fahmi dengan tulus.


" Tidak masalah, itu semua aku lakukan agar tidak ada yang tersimpan di antara kalian, karena aku tidak mau kalau Kia sampai terbayang bayang akan masa lalu nya kalau dia perna dekat dengan kamu" ucap Pandu dengan wajah datar nya.


Kia yang mendengar ucapan suami nya hanya bisa menatap nya wajah Pandu dari samping, sedang kan Fahmi hanya bisa tersenyum saja.


" Maaf Kia...karena setelah abang berangkat ke Kairo dan tak lama abang tak ada ngasih kabar, itu semua karena abang sedang di sekap" ucap Fahmi langsung memulai pembicaraan nya agar Kia tahu.


" Di sekap" beo Kia karena masih belum mengerti.


" Iyaa...kamu ingat waktu terahkir kali abang berbicara dengan mu, abang mengatakan kalau abang akan pergi ke palestina untuk membantu saudara saudara kita yang diserang" ucap Fahmi memberi tahu.


Ingatan Kia berputar meninggat kejadian sekitar tujuh tahun lalu, dimana Fahmi pernah menghubungi nya dan memberi tahu kalau dia akan pergi ke palestina, tapi saat Fahmi berbicara, ternyata batre ponsel ibu Fahmi habis, jadi Kia tidak mendengar kalau Fahmi akan pergi, dari situ lah Fahmi tanpa kabar, dan sekarang baru kembali.


" Abang dulu pernah bicara kalau akan pergi ke sana, tapi tidak ada jawaban dari kamu, dan malah sambungan telpon terputus, abang kira kamu marah maka nya memutus kan sambungan telpon dari abang" ucap Fahmi.


" Tapi setelah sampai di sana, rombongan kami malah ke tangkap dan kami di sekap, tapi abang berusaha untuk kabur, dan berlari ke hutan, tapi naas menimpa abang, serangan bom dari Ghaza mengenai abangz sampai abang tak sadar kan diri dan berhasil di selamat kan oleh penduduk di sana yang berhasil menyelamat kan diri, keadaan di sana sangat kacau,banyak korban,abang terus bertahan sampai ahkir nya abang bisa kembali ke Kairo dal keadaan mengenak kan, dan pihak kampus langsunv menghubungi keluarga abang yang ada di Jakarta, maka nya ibu dan ayah abang serta adik adik abang langsung berangkat ke Kairo untuk melihat kondisi abang" ucap Fahmi mencerita kan kisah nya pada Kia kenapa bisa hilang kontak.


Kia yang mendengar sudah mengeluar kan air mata nya, sedang kan Pandu merasa takut kalau Kia akan berpaling pada Pandu setelah mendengar cerita Fahmi.


" Maka nya keluarga Abang menjual rumah yang ada di Jakarta untuk bisa berangkat ke Kairo, semua ruko peninggalan kakek abang habis di jual ayah abang, untuk bisa tinggal di Kairo, setelah keluarga abang sampai di sana, mereka melihat kondisi abang begitu mengenas kan, tiga tahun abang terbaring di atas tempat tidur karena semua saraf saraf abang mati akibat terkena serangan bom dari sana, dan setelah sembuh abang kembali melanjut kan kuliah abangz agar kami bisa kembali ke sini lagi, dan saat itu ibu lah yang kembali ke sini untuk melihat kamu, tapi saat ibu tiba, rumah kamu kosong, dan ibu bertanya kalau kamu sudah menikah di tambah ayah kamu meninggal, dan ibu dengar dari mereka kalau pernikahan kamu tidak bahagia, maka nya setelah mendengar itu abang langsung bergiat untuk cepag cepat wisuda agar bisa membawa mu ke Kairo bersama abang" ucap Fahmi lagi mencerita kan semua nya.


Kini Kia sudah mengerti kenapa Fahmi tidak ada kabar sampai sekarang, Dia melihat suami nya yang ada di rasa ketakutan, Kia memegang lembut tangan Pandu agar Pandu tidak berfikir yang aneh aneh, dan Fahmi pun mengetahui apa yang di rasa kan Pandu.


" kamu tenang saja Pandu, aku tidak akan mengambil Kia dari mu, dari dulu sampai sekarang aku hanya menganggap Kia adik ku, walau pun aku dulu sempat mengatakan akan menikahi Kia kalau tidak ada yang mau sama dengan Kia kalau Kia sudah mengijak dewasa" ucap Fahmi sambil tertawa karena ucapan nya sendiri.

__ADS_1


" Aku ke sini karena aku kira Kia tidak bahagia, maka nya aku kembali, tapi ternyata aku salah, kalian begitu bahagia, jadi abang bisa kembali ke Kairo dengan tenang" ucap Nya lagi.


" Kenapa harus kembali ke sana lagi bang, kenapa gak netap di sini saja, dan dimana ibu dan yang lain nya?" tanya Kia.


" Ada keluarga yang harus abang jaga Kia, mereka membutuh kan abang di sana, kalau ibu dan yang lain nya sudah menetap di sana, karena merasa tenang tinggal di sana" ucap Fahmi memberi tahu.


" maksud abang?" tanya Kia yang belum mengerti.


Fahmi tersenyuk kemudian menujuk kan foto di layar ponsel nya pada Kia dan Pandu.


" Mereka" tanya Kia.


Fahmi mengangguk kan kepala nya sambil tersenyum, " Yaah mereka itu keluarga abang, istri dan anak anak abang" ucap Fahmi memberi tahu.


Ada rasa lega di hati Pandu saat Fahmi memberi tahu kalau dia ternyata sudah menikah.


Bersambung..


Wayoo siapa yang curiga sama Fahmi, kalau dia pembinor, gak boleh seudzhun dulu yaa, lagi puasa soal nya,,,, hehehehehe


Jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya, dengan Like,Komen yang positif dan Vote.


Kasih bunga dan Kopi juga yang banyak plisssss.


Terima kasih banyak 🙏🙏

__ADS_1


Love You More


__ADS_2