Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 156


__ADS_3

" Adek" panggil Haikal dengan lembut.


" Heemm" sahut Ratu dengan deheman karena jujur saat ini jantung Ratu bedetak begitu kencang.


Jangan kan untuk berbicara panjang, untuk bernafas saja susah bagi Ratu saat ini, Haikal masih menatap wajah Ratu yang begitu cantik malam ini, bukan..bukan hanya malam, tapi setiap hari, bahkan setiap detik bagi Haikal wajah Ratu begitu imut di matanya.


Namun siapa sangka, Haikal tiba tiba bersuara dan menyanyikan lirik lagu yang membuat Ratu langsung menutup mulutnya tak percaya.


Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku


'Kan kupersunting dirimu


Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku


Terimalah cintaku


Mungkin sudah saatnya


'Kan kuakhiri masa kesendirian


Mempersiapkan hati 'tuk melamarmu


Terimalah cintaku, hu-uh-oh-oh


Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku


'Kan kupersunting dirimu


Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku


Terimalah cintaku


" Adek mungkin kakak bukan pria romantis yang seperti kamu inginkan, tapi percaya lah, kalau dari lubuk hati kakak yang paling dalam, cuma ada nama kamu yang tertulis di dalamnya, seperti nama kita berdua yang sudah di tulisakn oleh Allah di laumahfuz" ucap Haikal setelah bernyanyi singkat.

__ADS_1


Tiba Tiba Haikal langsung sedikit berjongkok, di lepasnya genggaman tangan Ratu, Haikal mengambil cincin yang sudah di pesannya kemarin.


" Adek will you marry me" ucap Haikal sambil menunjukkan cincin berlian tepat di hadapan Ratu.


Ratu semakin terkejut, dirinya sudah tidak bisa berkata kata, bahkan ratu hanya mampu menutup kedua mulutnya dengan telapak tangannya.


" Yeeee,,, terima adek, terimaa" teriak Ara yang membuat Azmi yang berada di samping nya begitu terkejut.


" Sayang jangan teriak teriak dong, kenapa jadi bar bar banget sih, malu di lihat sama yang lain sayang" ucap Azmi dengan pelan agar Ara tidak tersinggung.


" Yaelaah Aby, ngapai mikirin orang, yang penting kita happy By, jadinya awet muda, kalau banyak mikiri orang yang ada strees ujung ujung nya tensi naik, stroke deh jadinya" sahut Ara dan membuat Azmi hanya bisa mengaga apa yang di katakan istrinya.


Benar juga yang di bilang Ara. terkadang jangan terlalu mikiri apa kata orang, tapi kalau malu maluin juga gak enak kali, betin Azmi yang melihat istrinya tersenyum melihat Ratu dan Haikal.


Mama Kia juga tak sanggup untuk menahan air matanya, Papa Pandu merangkul istrinya, dari kejauhan Ratu melihat ke arah mama dan papanya, dengan senyuman yang melekat di bibir mama Kia dan papa Pandu, keduanya langsung menganggukkan kepala mereka bertanda Ratu boleh menerima lamaran Haikal.


Ratu kembali melihat Haikal yang masih berlutut di hadapannya, dengan cepat Ratu langsung menganggukkan kepalanya, karena dia juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini, baginya ini adalah mimpi yang sudah di tunggu tunggunya untuk menjadi kenyataan.


Semua Tamu undangan yang melihat langsung bertepuk tangan, Ratu tersenyum walau air matanya tetap mengalir di pipinya.


" Nanti kita persiap kan semuanya ya acara pernikahan kita" ucap Haikal dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Ratu.


" Mau nyanyi" tanya Haikal.


Namun Ratu langsung menggelengkan kepalanya dan membuat Haikal langsung menaikkan alisnya karena tidak biasanya Ratu menolak untuk menyabungkan suara emasnya.


" Kenapa?" tanya Haikal dengan lembut.


" Masih deg degan Adek kak, takut suaranya jadi fals" jawab Ratu yang membuat Haikal tersenyum.


" Kalau emang sudah bagus pasti bagus sayang, gimana mau nyanyi" tawar Haikal lagi.


namun lagi-lagi Ratu menolak dengan menggelengkan kepalanya, Haikal pun langsung menganggukan kepalanya dan mmeberikan kejutan yang kedua yaitu satu buah buket bunga lili yang begitu di sukai oleh Ratu.

__ADS_1


" Masya Allah, kak ini benar benar kejutan banget untuk Adek" ucap Ratu.


" Buat tuan putri harus di servise dengan baik bukan" sahut Haikal yang langsung membuat Ratu malu.


Setelah selesai, Haikal mengajak Ratu turun, dengan cepat Ratu langsung berlari ke arah mama dan papanya.


" Selamat ya sayang, sebentar lagi kamu akan menikah dengan Haikal, semoga kalian selalu bersama sampai maut memisahkan" ucap mama Kia sambil memeluk putri kesayangannya.


Ayah Aldi langsung memeluk Haikal karena bangga pada putranya, begitu juga dengan bunda Widya.


" Bunda senang lihat kamu gercap nak, jangan buat Adek sedih lagi ya" ucap bunda Widya yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Haikal.


Saat semua mengucap kan selamat pada Andra dan Tiara yang baru selesai bertukar cincin, begitu juga dengan Haikal dan Ratu yang tiba tiba melamar Ratu membuat keluarga besar Atmaja mendapat selamat yang begitu banyak dari para tamu undangan.


Qiara yang melihat semua pada sibuk, langsung membisikkan pada suaminya, Azmi pun hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya menuriti kemauan istri tercintanya.


Azmi menggandeng tangan Ara untuk naik ke atas panggung, setelah berada di atas, Ara langsung mengambil mic yang di berikan oleh Mc.


" Selamat malam semuanya" ucap Ara dengan suara girangnya.


Azmi sendiri sibuk menyetel bass di belakang Ara.


" Setelah tadi banyak drama percintaan yang membuat kita semua menjadi baper, naah sekarang gantian kita yaa yang mau mebuat semua tamu akan baper juga, terutama yang masih single nii" sambung Ara.


" Kita mau nyumbangin suara kita malam ini, tapi bukan buat pasangan yang baru bertunagan, lagu ini khusus buat kita saja, ya kan By" ucap Ara dan membuat Azmi tersenyum menjawabnya.


Andra yang mendengarnya begitu kesal, " Sebenarnya ini acara siapa sih, kok pada numpang buat eksis juga, gak Haikal gak kak Ara sama aja" ucap Andra dengan wajah kesal.


Tiara yang berada di samping Andra hanya bisa menggeleng kan kepalanya melihat calon suaminya yang sudah Bete.


Musik pun langsung terdengar, Ratu tersenyum mendengar lagu yang akan di bawa kakaknya, karena tiga hari yang lalu Ara minta di ajari lagu versi regeea.


Semua yang ada di ball room tak sabar mendengar lagu apa yang dinyanyikan kedua pasangan yang begitu serasi di pandang mata itu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2