
" Sudah lha Kia tidak usah memikir kan kakak, nanti juga jodoh kakak di kirim sama allah, kita tunggu saja" jawab Aldi santai.
Pandu dan Aldi yang mendengar nya saling tatap dan tersenyum, " Sayang kamu kenalin dong sahabat kamu dengan Aldi, biar dia tidak menjomblo terus" ucap Pandu lagi sambil menyuapi istri nya makan.
" Atau gimana kalau kamu jodoh kan Aldi dengan Widya sahabat kamu itu?" sambung Pandu lagi.
Aldi yang mendengar perkataan Pandu langsung tersedak dengan kuah sop yang di makan nya.
Uhuuuuk...Uhuuuk..uhhhuk
"Ada apa dengan mu? makan saja seperti anak kecil" tanya Pandu berpura pura tidak tau kenapa Aldi bisa terseak makanan nya.
Aldi tidk menjawab, dia hanya mengambil air putih yang ada di atas meja, sedang kan Kia hanya menggeleng kan kepala nya saja melihat tingkah Pandu dan Aldi.
Setelah selesai makan malam, Aldi langsung pamit untuk pulang ke apertemen nya, Sedang kan Kia sudah tertidur di atas tempat tidur di temani Pandu, Pandu dengan telaten mengelus perut Kia agar Kia merasa nyaman saat tertidur.
Aldi baru sampai di apertemen nya, Ia langsung bersih bersih dan melaksanakan kewajiban nya untuk sholat isya, setelah sholat isya, entah kenapa fikiran nya tiba tiba kepikiran Widya, Aldi langsung mengusap kasar wajah nya agar bisa hilang dari bayang bayang Widya, setelah itu Ia langsung memejam kan mata nya karena memang sudah sangat lelah.
********
Pagi hari sudah menyinari kota dengan sinar matahari yang cerah, tampak seorang gadis berhijab sedang memasuki gerbang kampus sambil berjalan menuju ruangan biro administrasi, Ia berjalan dengan sangat anggun, semua mata memandang ke arah nya, dan dia hanya menyambut nya dengan senyuman manis saja.
Saat gadis itu memasuki Ruangan biro, Ia tampak terkejut melihat seseorang yang di kenal nya sedang berada di sana sambil berbicara dengan bagian administrasi, Ia mematung di depan pintu heran kenapa pagi pagi sudah ketemu sama manusia kulkas seperti dia, siapa lagi kalau yang di lihat adalah Aldi dan yang melihat adalah Widya.
Aldi sengaja datang ke kampus pagi pagi untuk mengurus pemindahan Kia menjadi kuliah online, sedang kan Widya selain ada kelas, Ia juga mau mengurus pemindahan kuliah Kia juga menjadi Online.
" Ada yang bisa di bantu Mbak?" sapa bagian administrasi.
Widya yang merasa dirinya di tanya pun langsung menoleh ke bagian admistrasi, " Eehh.. Iyaa, saya mau mengurus pemindahan salah satu mahasiswa di sini untuk jadi kuliah online" sahut Widya menjelas kan apa maksud tujuan nya datang ke biro administrasi.
" Atas nama siapa Mbak?" tanya bagian admistrasi lagi.
" Azkia Putri Wirawan" jawab Widya.
__ADS_1
Bagian administrasi terkejut mendengar nama yang akan di buat menjadi kuliah online, Ia pun melihat Aldi dan Widya secara bergantian, Widya yang melihat di tatap oleh bagian administrasi dengan wajah yang bingung pun ahkir nya bertanya kembali.
" Ada apa?" tanya Widya heran.
" Ehhmmm.. begini mabk, bapak ini juga sedang mengerus pemindahan kulian menjadi kuliah online atas nama yang sama dengan yang mau ibu urus tadi" ucap bagian administrasi menjelas kan.
Widya yang mendengar penjelasan pihak kapus pun langsung melihat ke arah Aldi, sedang kan Ali yang merasa di lihat hanya memasang wajah cool nya saja.
" Kenapa bapak tidak bilang kalau sudah mengurus nya, jadi saya tidak perlu repot repot ke sini" ucap Widya dengan sebal.
" Kamu gak nanyak" sahut Aldi enteng.
Widya yang mendengar jawaban Aldi semakin kesal, Dia pun langsung berbalik badan dan ingin meninggal kan ruangan biro administrasi karena males berurusan dengan Aldi si manusia kulkas, tapi sebelum Widya berjalan Aldi sudah menarik tangan Widya, sehingga membuat Widya terkejut.
" Bapak apa apaan sih, bukan mukrim tau" ucap Widya langsung melepas genggaman tangan nya yang di pegang Aldi.
ALldi pun langsung tersadar dengan apa yang di lakukan nya, Ia pun langsung merasa bersalah karena sudah menyentuh kulit tangan Widya.
" Maaf maaf saya tidak sengaja, kamu mau kemana? ayo temani saya mengurus pemindahan kuliah Kia" sahut Aldi dengan suara lembut.
Tumben banget dia berbicara lembut denganku, mimpi aku semalam, atau dia salah makan kali yah, gumam Widya dalam hati ambil menatap ke arah Aldi.
Aldi yang melihat Widya bengong sja tak menjawab ucapan nya langsung melambai kan tangan nya di hadapan Widya.
" Heei kamu kenapa jadi bengong begini?" tanya ALdi dengan suara sedikit keras.
Widya langsung tersadar dan terkejut karena mendengar suara Aldi yang sudah seperti biasa berbicara kepada nya.
" Baru tadi aku memuji nya, sekarang sudah berubah lagi, dasar manusia kulkas, selain dingin ternyata dia juga seperti bunglon yang suka berubah ubah" geruto Widya yang masih terdengar oleh ALdi.
" Apa kamu bilang tadi?" tanyak Aldi yang kurang jelas.
" Tidak ada, sudah lupakan ayo kita urus sama sama urusan Kia, biar cepat selesai, saya juga ada kelas setengah jam lagi" sahut Widya langsung berbicara dengan bagian administrasi kembali.
__ADS_1
Mereka menunggu sambil saling memegang ponsel masing masing, tapi terkadang Aldi melirik ke arah Widya karena melihat Widya senyum senyum sendiri saat melihat layar Ponsel nya.
Dia lagi lihat apa sih?kok sampai senyum senyum gitu, gumam Aldi yang penasaran melihat Widya senyum senyum sendiri.
Tak lama menunggu, ahkir nya urusan mereka selesai juga, Widya langsung pamit untuk kembali ke kelas nya seang kan Aldi pergi ke kantor untuk melanjut kan pekerjaan kantor nya, di tambah lagi Aldi yang menghandle kerjaan Pandu karena Pandu memani Kia di rumah sakit.
******
Sedang kan di rumah sakit, ruangan Kia sudah ramai dengan keluarga Atmaja dan tentu nya tiga serangkai yang slalu buat heboh, tapi itu hanya Ricki dan Rika saja, kalau Bayu pasti hanya diam saja.
" Ndu, Kia nantik sore sudah boleh pulang, dia sudah lebih baik dari semalam, tapi ingat jangan banyak pikiran, takut nya nantik terjadi maslah dengan kandungan nya" ucap Ricki membaca hasil dari dokter kandungan yang di berikan pada Ricki sebelum masuk ke ruangan Kia di rawat.
" Sayang kamu dengar kan apa yang di pesan kan oleh dokter kandungan tadi pada Ricki" ucap Pandu membelai kepala Kia dengan lembut.
" Iya Mas, Kia nantik di rumah saja sambil kuliah online" sahut Kia tersenyum manis, Kia sudah ikhlas untuk tidak praktek dulu sementara dia masih mengalami morning sickes.
" Tap bukan hanya diam di rumah saja Kia, kamu juga harus makan agar anak yang ada di dalam kandungan mu mendapat nutrisi dan kamu juga sehat" ucap Anita menimpali.
" Iya kak" sahut Kia.
Bayu yang melihat sikap romantis yang di tujukan oleh Pandu pada Kia di depan nya begitu terasa sesak di dada nya, Ia berusaha tersenyum agar yang lain tidak menyadari kalau ia merasa sakit hati yang begitu dalam.
Ricki secara diam diam memperhatikan Bayu dari kejauhan, Dia tersenyum kecil melihat tingkah Bayu yang memaksa kan senyuman nya di depan Kia dan yang lain nya.
Ternyata kamu belum bisa melupakan cinta mu pada Kia Bay, dulu aku juga merasa kan hal yang sama saat Kia di nikahi oleh Pandu, tapi sekarang aku sudah mengihklas kan Kia seperti adik ku sendiri, dari pada aku harus menahan sakit setiap melihat Pandu dan Kia jika bersama, Gumam Ricki sambil mentap wajah Kia yang sedang tersenyum melihat ke arah Pandu.
mohon dukungan nya untuk Author dengan Like, KOmen dan Vote yang banyak Plissssss.....
Author mohon mintak bantuan pada readers yang sudah setia membaca novel pertama Author untuk menshare novel author agar semakin banyak yang mampir di novel Author yang masih perdana ini.
Terimah kasih banyak sebelum nya.
__ADS_1
Salam sayang dari Author buat pembaca Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan.
I LOve You All buat Readers Semua.