
Pandu, Aldi dan Bima masih fokus mengerjai masalah yang ada di perusahaan mereka, sampai menjelang pukul 03.00 sore, Pandu bekerja di depan laptop nya, begitu pun dengan Aldi dan Bima.
Kia yang sudah selesai mengerjakan tesis nya,melihat ponsel nya karena sampai sore hari suami nya belum ada menghubungi nya, perasaan Kia pun jadi tidak tenang.
Kia mencoba menghubungi Pandu dan berkali kali tapi tidak bisa, perasaan Kia pun jadi semakin khawatir.
Ahkir nya Kia mengirim pesan ke Aldi, tapi Aldi tidak membaca nya dan membuat Kia bertanya tanya, Kia langsung menelpon Bela, untuk menanyakan keadaan suami nya.
Bela yang sedang fokus menyalin laporan yang di berikan Pandu pun terkejut mendengar ponsel nya yang bunyi dan bernama istri bos nya.
" hallo ibu Kia, ada yang bisa saya bantu?" tanya Bela langsung.
" Hallo Bel, Bel kamu lagi dimana? apa kamu di kantor sekarang?" tanya Kia.
" Iya Bu, saya sedang berada di kantor, ada apa ya buk?" tanya Bela penasaran.
" Bel apa suami saya ada di kantor, saya dari tadi menghubungi nya tapi tidak nyambung, kalau iya di kantor tolong sampai kan pesan saya Bel, kalau saya msnghubungi suami saya dari tadi" ucap Kia memberi tahu.
" Pak Pandu memang sedang berada di kantor bu, tidak keluar sama sekali hari ini, baik nanti saya sampai kan sama Pak Pandu ya bu, ada lagi yang bisa di bantu bu" sahut Bela dan memberi tahu keberadaan Pandu pada Kia.
" Tidal Bel, yasudah kamu lanjut kerja nya ya, assalamualaikum" ucap Kia mengahkiri panggilan nya.
" Walaiukumsalam" sahut Bela dan mematikan telpon nya.
Bela langsung beranjak dari kursi nya dan mengetuk pintu ruangan bos nya.
tok..tok..tok
Setelah mendengar suara dari dalam, Bela langsung masuk dan melihat ketiga Bos nya sedang berkutik di masing masing laptop.
__ADS_1
" Permisi pak" sapa Bela.
" Iya Bel kata kan saja" ucap Pandu masih menatap layar leptop nya.
" Pak tadi ibu Kia berpesan untuk bapak segera menghubungi ibu Kia, karena sejak dari tadi Ibu Kia menghubungi bapak tapi tidak nyambung" ucap Bela menyampai kan pesan dari istri Bos nya.
Pandu yang mendengar perkataan sekretaris nya langsung menepuk jidat nya karena dia baru sadar kalau sampai jam segini belum ada mengabari istri nya, jelas saja Kia merasa khawatir, itu lha fikiran Pandu sekarang.
" Sebaik nya kamu kabari Kia dulu Ndu, takut nya Kia kepikiran kamu terus" ucap Bima memberi saran.
" Iya Ndu, ternyata Kia juga mengirim pesan sama aku, kamu hubungi dia dulu gih, setelah itu bisa di lanjut lagi" ucap Aldi menyambung percakapan.
Pandu langsung mengaktif kan ponsel nya, dan segera menghubungi Kia setelah mengucap kan terima kasih pada Bela dan Bela pamit untuk keluar.
Setelah Pandu menelpon Kia dan mengatakan kalau Pandu sedang sibuk dan akan pulang terlambat, Kia pun mengerti dengan pekerjaan suami nya yang begitu padat.
Karena tidak ada kerjaan lagi, dan waktu masih sore, Kia berinisiatif untuk ke kantor suami nya dan menemani suami nya yang sedang lembur, setelah bersiap siap dan pamit kepada kedua mertua nya.
Dan di saat itu juga, Talita sudah sampai di depan ruangan Pandu, dan Mengejut kan Pandu, Aldi dan Bima saat Bela memberi tahu kalau Talita ada di depan ruangan nya.
Pandu pun langsung menyuruh Bela untuk menyuru Talita masuk. Talita langsung membuka pintu dan tersenyum pada Pandu walau pun di dalam ruangan itu ada Aldi dan Bima.
" Selemat sore pak Pandu Bumi Atmaja" sapa Talita dengan senyuman di bibir nya.
Pandu tidak menjawab, Ia hanya mentap Talita dengan tatapan tajam nya dan wajah dingin nya. Talita tersenyum dengan ehkpresi Pandu.
" Pak Pandu, sudah saya kata kan kemarin bukan, kalau saya akan membuat sesuatu kalau pak Pandu tidak menuruti kata kata saya" ucap Talita dengan suara yang di buat sok seksi.
" Apa mau mu sebenar nya, dan aku sebenar nya tidak berurusan dengan mu, tapi dengan perusajaan orang tua mu" ucap Pandu dengan nada kejam.
__ADS_1
" Kan sudah aku bilang pada mu pak Pandu, kalau aku ingin marayakan kemenangan tander itu satu malam saja, dan aku juga sudah sengaja agar tender itu jatuh pada pak Pandu, dengan balasan nya Pak Pandu mau bersenang senang dengan ku satu mal saja" sahut Talita dengan duduk di kursi Pandu dan Mengangkat kaki nya agar paha nya bisa kelihatan dengan jelas.
" Aku tidak akan menganggu istri mu yang cantik itu, asal pak Pandu mau melayani ku, karena aku begitu mengingin kan tubuh kamu Pandu Bumi Atmaja" sambung Talita lagi dan berdiri dari kursi nya menghampiri Pandu.
Pandu, Aldi dan Bima merasa jijik dengan tingkah wanita yang ada di hadapan nya, Mereka mengetahui dari orang suruhan Pandu siang tadi kalau Talita memang gila berhubungan dengan pria tampan demi menghangat kan tubuh nya, setelah selesai, Talita tidak mengganggu perusahaa itu lagi, itu lha pesan yang di sampai kan oleh orang suruhan Pandu.
Dan kali ini Talita mengingin kan tubuh Pandu karena sudah merekayasa laporan dari proyek Pandu dan mencelekai para pekerja yang ada di proyek tersebut.
" Bagaimana Pak Pandu, bisa kita mulai sekarang" ucap Talita lagi yang sudah berdiri di depan Pandu.
" Jangan pernah bermimpi kamu untuk hal itu, karena aku hanya akan melakukan nya dengan istri ku tercinta, jadi sebaik nya kamu segera pergi dari sini, dan masalah kerugian itu, lebih bagus aku rugi dari pada menyerah kan tubuh ku dengan wanita kotor seperti mu" ucap Pandu dengan emosi yang sudah meledak.
Talita tertawa melihat kemarahan Pandu, baru kali ini dia susah mendapat kan keinginan nya, Talita melihat foto Kia dan Pandu di atas meja kerja Pandu.
" Ternyata istri mu benar benar cantik dan sholeha, aku yakin kalau dia tidak bisa melayani mu dengan baik, beda seperti aku yang akan menservice kamu pak Pandu, dan aku yakin kamu pasti akan ketagihan" ucap Talita dengan percaya diri nya.
" Kita akan melakukan nya diam diam tanpa ketahuan oleh istri kamu" sambung Talita lagi.
Aldi dan Bima sudah habis kesabaran nya, Aldi langsung menghampiri Taliya dan manampar wanita yang ada di hadapan Pandu, sedang kan Bima menghubungi polisi untuk melapor kan perbuatan Talita.
Tapi setalah Aldi menampar Talita, Talita hanya tersenyum dan kembali menghampiri Pandu dan memeluk Pandu demgan erat.
Pandu, Aldi, dan Bima terkejut melihat Talita memeluk Pandu, saat Pandu mau mendorong tubuh Talita, pintu terbuka dan masuk lha Kia dengan tersenyum, tapi setelah melihat apa yang di lihat nya di dalam ruangan suami nya, Kia langsung terdiam seketika dan menetes kan air mata nya.
Bersambung...
ayo dukung author dengan like,komen dan Vote ya, dan kasih hadiah yang banyak ya Readers tercinta.
Terima kasih yang sudah mendukung karya author dan mensupport karya Author.
__ADS_1
Love You More