
Rika masih terdiam belum membalas ucapan Firman dari sebrang telpon nya, Dia merasa deg degan ketika Firman menghubungi nya di malam hari.
Kak Firman nelpon aku malam malam gini, kenapa jantung ku berdetak kencang begini, dan dari mana kak Firman tau nomor Hp ku, batin Rika.
" Halo Rika, kamu masih di sana kan?" tanya Firman karena tidak ada jawaban dari Rika.
Rika langsunh tersadar ketika mendengar suara Firman yang memanggil nama nya kembali.
" Haahk....Iya kak Rika masih di sini kok, eeemmm ada apa ya kak nelpon Rika?" sahut Rika.
" Kakak cuma mau mintak maaf soal kejadian yang terjadi di mall tadi siang Ka, kamu jangan marah ya" ucap Firman meminta maaf pada Rika.
" Kakak gak salah kok, dan kenapa kakak harus minta maaf" tanya Rika lagi.
" Kakak mewakil kan Reza Ka, walau bagaimana pun dia itu sepupu kakak" ucap Firman memberi tahu.
" Ohh...Iya kak Rika maafin kak Reza, tapi tetap aja kak Firman itu gak salah" sahut Rika.
" Uda dulu ya kak, Rika mau istirahat dulu, Assalamualaikum" sambung Rika.
" Walaikumsalam" sahut Firman langsung mematikan sambungan telpon nya.
Rika kenapa aku jadi mikirin kamu terus setelah kejadian tadi siang, apa aku jatuh cinta sama Rika ya, rasa ini sama seperti aku menaruh hati ini dulu pada Kia, tapi...kenapa secepat itu, kayak nya gak mungkin kalau aku jatuh cinta sama Rika, batin Firman.
Firman pun langsung merebah kan tubuh nya di kasur king size nya, dia menatap langit langit kamar nya yanh pikiran nya masih memikir kan Rika.
Karena merasa lelah, Firman pun ahkir nya terlelap masuk ke dalam mimpi nya.
Adzan subuh telah bergumandang membangun kan umat islam yang akan menjalan kan ibadah sholat subuh nya.
Di kediaman Atmaja, Pandu dan Kia sedang melakukan sholat subuh berjamaah di dalam kamar mereka, setelah selesai melakukan kewajiban nya, Pandu berolah raga di taman belakang, sedang kan Kia membuat serapan pagi di bantu para bibi.
Kalau Anita dan Bima sudah pulang ke rumah mereka tadi malam setelah bercerita serita di ruang keluarga tadi malam.
" Sayang kenapa kamu buat serapan sih, kan uda ada bibi nak, mama takut kamu kelelehan sayang, soal nya kehamilan kamu sudah 6 bulan sayang" ucap mama Dewi.
" Tidak lelah kok Ma, Kia juga harus banyak bergerak juga Ma, lagian cuma masak aja kok Ma, dan di bantu bibi juga" sahut Kia meyakin kan mama nya kalau dia tidak apa apa.
" Yasudah mama bantu ya sayang, biar cepat selesai" tawar mama Dewi dan di angguki kepala serta senyuman manis Kia.
Setelah selesai memasak, Kia langsung naik ke kamar mereka untuk bersih bersih karna Kia pagi ini mau ke rumah sakit, dan tak lupa Kia menyiap kan baju untuk di pakai suami nya ke kantor.
__ADS_1
Saat Kia sedang menyiap kan pakaian suami nya, Pandu masuk ke dalam kamar karena baru selesai olah raga.
" Sayang" panggil Pandu dan memeluk Kia dari belakang.
" Mas jangan peluk Kia dong, Kia baru aja selesai mandi, Mas kan berkeringat gitu" ucap Kia berusaha melepas kan diri nya dari pelukan suami nya.
" Kenapa sayang, biasa nya juga kita berkeringat bersama kamu tidak keberatan" sahut Pandu tersenyum mengejek.
" Iisssh beda kali Mas, itu Kia belum mandi, nah ini kan Kia uda mandi Mas" ucap Kia yang protes.
" Mending sekarang Mas mandi, Kia juga mau siap siap mau pakai hijab dulu" sambung Kia lagi.
" Oke ibu bos" sahut Pandu kemudian langsung masuk ke kamar mandi.
Setelah selesai memaki hijab nya, Pandu juga baru selesai mandi, Kia langsung dengan telateb memakai kan Pandu pakaian.
Saat Kia mengancing kan baju Pandu, Pandu selalu saja menganggu Kia dengan menciumi pipi Kia dengan gemas, sedang kan Kia slalu berusaha untuk menghindar.
" Mas sudah dong, nanti jadi makin lama, takut nya kita telat Mas" ucap Kia.
" Biar kan saja, siapa juga yang berani marah sama seorang Bos" sahut Pandu yang masih melakukan aktifitas nya.
" Hahahaha...siapa yang berani marahi kamu sayang, apa lagi potong gaji kamu" tanya Pandu yang masih kekeh dengan tertawa nya.
" Massss...isssh" sebel Kia kemudian keluar dari kamar karena sudah selesai memakai kan semua pakaian lengkap Pandu beserta dasi dan jas nya juga.
Pandu menyusul Kia yang sudah turun diluan ke bawah menuju meja makan.
" Sayang jangan ngambek dong" panggil Pandu saat menuruni tangga.
Kia hanya diam saja tidak menyahuti panggilan dari Pandu, sedang kan mama dan papa yanh duduk di meja makan melihat tingkah Pandu dan Kia.
" Ada dengan mereka?" tanya papa Ridwan.
" Palingan juga berantem Pa" ucap Mama Dewi.
" Pagi Ma, Pa" sapa Kia.
" Pagi sayang" ucap Mama dewi.
" Pagi juga Nak" ucap papa Ridwan.
__ADS_1
Kia langsung mengambil kan serapan untuk suami nya, Tapi dia tetao masih males ngomong sama suami nya.
Mama dan papa yang melihat anak dan menantu mereka hanya bisa diam saja karena lucu, melihat Pandu terua berusaha mengajak istri nya bicara namun tak di jawab Kia.
Setelah serapan, Pandu dan Kia langsung berangkat dan tak lupa pamit kepada kedua orang tua mereka.
" Sayang udah dong jangan ngambek lagi" ucap Pandu saat di dalam mobil.
" Mas sih pagi pagi uda buat Kia sebel aja, Kia itu harus profesional Mas, walau pun yang punya rumah sakit itu suami Kia, Kia gak mau di anggap gak baik sama sesama dokter dan pekerja lain di sana" sahut Kia menjelas kan.
" Iya iya sayang maaf, Mas gak gitu lagi deh" ucap Pandu sambil menujuk kan senyum tampan nya.
" Iya Mas, tapi jangan gitu lagi, Kia gak suka" ucap Kia dengan senyuman yang begitu manis.
" Jadi makin cinta Mas sama kamu sayang, kesederhanaan kamu yang buat Mas gak bisa jauh jauh sama istri Mas ini" ucap Pandu mencium tangan Kia.
Kia hanya tersenyum melihay tingkah suami nya, tak lama mobil yang di kendarai Pandu sudah tiba di depan rumah sakit, Kia pun langsung mencium tangan Pandu, dan Pandu membalas mencium kening dan perut Kia.
" Hati hati di jalan ya Mas" ucap Kia saat sudah turun.
" Iya sayang" sahut Pandu kemudian langsung menjalan kan mobil nya menuju kantor Pandu.
Saat mobil suami nya sudah tidak terlihat, Kia pun masuk ke dalam rumah sakit dan bertemu dengan Ricki dan Widya.
" Azkia adik ku sudah datang" sapa Ricki saat mereka bertemu di lobi rumah sakit.
" Iya kak, lho kok cuma berdua, Rika mana?" tanya Kia pada Ricki dan widya.
Yang di tanya malah saling tatap saja, membuag Kia sedikit menyatu kan alis mata nya.
Bersambung
Jangan lupa dukung karya Author terus ya, dengan Like, komen dan vote yang banyak plissss
Kasih hadiah yang banyak juga yaa Readers yang baik hati dan suka menabung 😊😊
Jangan lupa mampir di karya author yang ke dua ya, judul nya La Tahzan ( jangan bersedih)
Salam sayang Author untuk kalian semua 😊😊😍😍
__ADS_1