
" Ndu sebaik nya untuk saat ini biar kan Kia untuk istirhat di rumah, Kia mengalami morning sickes yang berlebihan di awal kehamilan nya, kalau Kia seperti ini terus, itu bisa membahya kan kandungan nya Ndu, karena ibu hamil tidak boleh sering sering mengalami demam" ucap Ricki menjelas kan.
Pandu yang mendengar kan penjelasan Ricki langsung mengusap wajah nya kasar, Ia begitu khawatir dengan keadaan istri dan calon anak nya.
" Tadi aku sudah kasih tau Kia Ric, tapi Kia seperti nya gak setuju" sahut Pandu menunduka kan kepala nya bingung.
" Aku takut Kia tertekan kalau aku melarang nya, dan aku gak mau Kia sapai seperti itu" sambung Pandu lagi.
" Kamu tenang aja Ndu, Rika dan Bayu pasti bakal memberi kan nasihat untuk Kia di dalam" ucap Ricki menyemangati.
Sedang kan di dalam ruangan Kia, Rika duduk di saping Kia dan langsung memegang tangan Kia, Kia yang tangan nya di pegang pun langsung memandang Rika.
" Kia, kamu sebaik nya istirahat saja di rumah, kamu harus tau kondisi kamu tidak memungkin kan untuk kamu beraktivitas, kamu juga harus memikir kan calon anak yang masih di dalam perut kamu, dan memikir kan perasaan suami kamu yang pasti nya sangat khawatir melihat kondisi kamu seperti ini" ucap Rika memebri tahu yang terbaik untuk sahabat nya.
" Yang di kata kan Rika benar Kia, kamu tidak perlu mikirin pasien kamu selama kau cuti, dan untuk kuliah spesialis kamu, itu bisa di fikir kan kembali gimana bagus nya" sambung Bayu menimpali.
Kia yang mendengar nya hanya diam memikir kan perkataan sahabat nya, Ia tidak mau langsung mengambil keputusan ke depan nya dia harus apa selama mengalami morning sickes.
Setelah berbicara panjang lebar, tentu nya dengan lelucon Rika, Kia sudah bisa tertawa kembali, Pandu dan Ricki pun sudah masuk kembali ke dalam ruangan Kia, sedang kan Aldi sudah balik ke kediaman Atmaja untuk mengambil perlengkapan Pandu selama di rumah sakit.
" Sebaik nya kita keluar dulu, agar Kia bisa istrirahat lagi, biar kondisi nya bisa cepat pulih" ucap Ricki dan langung di anggukin kepala oleh Rika dan Bayu.
Mereka pun pamit pada Kia dan pandu untuk pamit pulang karena memang jadwal praktek mereka sudah selesai.
Setelah kepergian tiga serangkai, Kia memandangi wajah suami nya dengan penuh kehangatan, Pandu yang merasa di tatap oleh istri nya langsung menghampiri Kia dan duduk di sebalah istri nya.
" Ada apa, heeeem?" tanya Pandu sambil mencium pipi Kia dengan lembut.
" Mas maafin Kia ya, sudah egois tidak memikir kan calon anak kita dan tidak mikirin Mas kalau Mas begitu khawatir dengan Kia" ucap Kia dengan sedih dan langsung menagis.
" Sayang sudah jangan menangis, yang penting sekarang kamu mau mendengar kan apa yang Mas minta, ini semua juga yang terbaik untuk kamu sayang" sahut Pandu dan langsung membawa tubuh Kia kedalam pelukan nya.
__ADS_1
Kia hanya menganggu kan kepala nya sambil membalas pelukan suami nya.
Di tempat lain, tepat nya di lobi rumah sakit, Aldi yang berjalan membawa tas yang isi nya perlengkapan Pandu melihat wanita yang ahkir ahkir ini mengusik fikiran nya.
Sedang apa dia di sini, apa dia mau menjenguk Kia? tapi dia tau dari mana kalau Kia masuk rumah sakit, bukan nya Kia dari tadi tidak pegang ponsel ya, apa pas aku pulang dia memberi tahu wanita ini, gumam Aldi melihat Widya yang sedang berbicara dengan resepsionit.
Saat Widya mau melangkah untu keluar dari rumah sakit, Ia melihat Aldi yang berjalan untuk masuk ke dalam rumah sakit.
Ya ampun kenapa harus jumpa bapak resek ini sih, persaan dimana mana kenapa dia slalu ada sih, gumam Widya memandang Aldi dengan males.
Saat Kedua nya berpapasan, Aldi menghenti kan langkah nya, begitu juga dengan Widya.
" Ngapain kau di sini" tanya Aldi.
" Shoping Pak" jawab Widya dengan senyuman mengejek.
Pandu yang mendengar jawaban Widya langsung kesel, " saya serius, kamu ke sini liat Kia ya?" tanya Aldi lagi.
Aldi yang mendengar kalau Widya ke rumah sakit bukan untuk menjenguk Kia, dia pun heran ngapain wanita yang ada di hadapan nya ini berada di rumah sakit, apa dia jenguk pasien lain, begitu lha pikiran Aldi.
WIdya melihat Aldi bengong pun melambai lambaikan tangan nya di hadapan Aldi.
"Pak.. Bapak kok jadi melamun, emang Kia masih di sini, belum pulang?" tanya Widya lagi.
" Kia lagi di rawat di sini, tadi pagi dia pingsan" sahut Aldi langsung berjalan meninggal kan Widya yang terkejut mendengar kalau Kia di rawat di rumah sakit.
Widya pun mengikuti Aldi dari belakang untuk melihat kondisi Kia, Aldi yang sadar di ikuti langsung menhenti kan langkah kaki nya, sementara Widya yang tidak sadar Aldi berhenti karena sibuk dengan ponsel nya, Ahkir Widya menabrak punggung Aldi.
" AWwwwwww." ucap Widya sambil mengusap kening nya.
" Kamu seperti nya memang selalu ingin dekat dengan saya ya? kenapa kamu malah ngikuti saya?" tanya Aldi yang sudah membalik kan badan nya menghadap Widya.
__ADS_1
" Yeee bapak kalau bicara jangan Geer sekali, saya bukan ngikuti bapak, tapi saya mau jenguk Kia, bapak pasti mau ke ruangan Kia kan?" sahut Widya dengan wajah kesel.
Aldi yang mendengar jawaban Widya langsung merasa malu, " Yasudah ayok kalau mau jenguk Kia" ucap Aldi mengajak Widya.
Widya pun kembali melangkah kan kaki nya mengikuti Aldi, saat di perjalan Aldi bertanya pada Widya ngapain dia ada di rumah sakit.
" Kamu gapain ke rumah sakit? keluarga mu ada yang sakit? " tanya Aldi.
" Mau tau aja bapak" sahut Widya yang mengacuh kan pertanyaan Aldi.
Aldi yang tidak mendapat jawaban dari wanita di sebelah nya hanya memandang dengan tatapan kesel, tak lama mereka sampai di depan ruangan Kia, Aldi mengetuk pintu kamar rawat Kia sebelum masuk ke dalam.
Tol...tok..tok
Pandu yang mendengar ada suara ketukan pintu pun langsung turun dari atas tempat tudr untuk membuka pintu, memang Pandu tadi lagi tiduran bersama Kia di atas tempattidur sambil mengelus perut Kia yang masih rata.
Saat Pandu membuka pintu, tampak lha Pandu dan seorang wanita yang Pandu tau siapa orang nya, dia pun kembali menatap Aldi karena membawa Widya, aldi yang merasa di tatap dan tau arti tatapan Pandu hanya menaik kan nahu nya tanpa menjawab.
Mereka pun masuk ke dalam setelah Pandu memprsilah kan Aldi dan Widya masuk.
Kia yang melihat Widya masuk bersama Aldi langsung terkejut.
Bersambung.....
Jangan lupa tinggal kan jejak untuk slalu Like, KOmen dan Vote yang banyak ya readers.
dukungan kalian sangat mendukung Author agar makin semangat buat nulis nya.
__ADS_1
Terimah Kasih.