Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 85


__ADS_3

Setelah pesawat mengudara di atas awan, Raja duduk termenung di kursi di samping jendela, Haikal yang berada di sebrang kursi Raja langsung beranjak mendekati Raja dan menepuk bahu Raja dengan pelan.


Raja hanya diam saja masih menatap ke arah luar jendela, menatap awan awan dan langit biru.


" Kita sama Ja, hati kita tertinggal di sana, tapi kita harus kuat, demia wanita yang kita cintai" ucap Haikal yang langsung membuat Raja mengangguk kan kepala nya.


" Yaah kau benar, aku harus kuat demi Cahaya, dan aku harus cepat lulus agar segera bisa menikahi Cahaya" ucap Raja dengan mantap.


Haikal langsung tersenyum melihat Raja, sementara di kursi depan, Ara dan Azmi begitu romantisnya, Andra yang melihat ulah kakak dan kakak ipar nya berdecak sebal.


"Ck, kalian gak bisa apa mesra mesraan nya gak disini, sakit mata aku tahu gak" ucap Andra dengan kesal.


Raja dan Haikal hanya bisa menggelengkan kepalanya karena melihat sepupu ngedumel melihat kelakuan kakak mereka.


" Yeeee syirik tanda tak mampu tahu gak, maka nya jangan mau jadi jones, jomblo ngenes" sahut Ara.


Azmi hanya bisa tersenyum melihat cerewetnya Ara pada adiknya.


" Aku bukannya gak laku ya, cuma aku mau memilik pasanganku yang baik luar dalam, gak sembarangan" ucap Andra lagi kemudian langsung menghadap ke depan dan menutup wajahnya dengan jaket yang ada di pangkuannya.


" Dasar jomblo" ucap Ara yang tidak di gubris Andra.

__ADS_1


Andra yang menutup wajah nya dengan jaket nya mendesah mengelurkan nafasnya dengan kasar, sebenarnya hatinya juga ikut tertinggal saat Ia berangkat ke Jerman, tapi Ia tidak menampakkan pada kedua sepupunya, dan dirinya pun juga belum pasti dengan hatinya saat ini.


*****


Di Toko Roti, Arti duduk termenung karena tahu Andra sudah berangkat ke Jerman, sebenarnya Arti ada perasaan pada Andra, tapi Arti tahu diri karena siapalah dirinya, yang hanya seorang pegawai toko roti milik sahabatnya.


Cahaya yang baru sampai toko roti melihat sahabatnya yang sedang melamun di depan meja kasir tidak seperti biasanya.


Dengan langkah gontai, Cahaya mendekati Arti yang melamun.


"Ar" panggil Cahaya dan sukses membuat Arti tersadar dan terkejut melihat Cahaya sudah balik dari Bandara.


" Ehk Ya, kamu uda balik" ucap Arti dengan gugup.


" Kamu kenapa Ar, kok melamun?" tanya Cahaya penasaran.


" Gak, siapa yang melamun, aku tuh ngantuk tadi, jadi diam aja deh" bohong Arti.


" Ck, aku tuh uda kenal kamu lama Ar, aku lihat jelas jelas kamu tadi melamun, lagi lamunin apa sih? pearsaan aku yang di tinggal pergi sama Raja, tapi kamu yang galau" ucap Cahaya sekaligus bertanya pada Arti.


" Aku gak ngelamun Ya, beneran!" bohong Arti lagi.

__ADS_1


Cahaya hanya menarik nafasnya dalam, " Yasudah aku mau ke atas dulu ya, mau istirahat" ucap Cahaya yang langsung di angguki kepala oleh Arti.


Di rumah besar, di taman belakangnya rumahnya, gadis cantik sedang menatap foto Raja sambil menitikkan air matanya.


" Kamu pasti sudah berangkat kan Ja, mungkin dengan kepergian kamu aku akan bisa melupakan kamu" ucap Tiara.


Kemudian Tiara malah melihat istigram Andra, Tiara melihat foto foto Andra yang tak kalah tampan dari raja.


" Tapi kenapa kamu malah ikut ke Jerman juga, entah kenapa setiap kamu menolongku, ada rasa aneh yang menggelitik hatiku Ndra, aku rasa kamu adalah lelaki yang akan membuat aku move on dari sepupumu itu, tapi ternyata aku salah, kalau kamu juga ikut pergi bersama dengan Raja, dan saat aku melihat sikapmu setiap kamu menolong ku, kamu sama dinginnya dengan Raja Ndra" sambung Tiara lagi.


Dari kejauhan Wisnu melihat adiknya yang duduk melamun, " Dasar bodoh, sebegitu cintanya dengan lelaki itu, aku gak akan tinggal diam, air mata Tiara akan aku balas, kau akan menyesal sudah membuat hati adikku sakit Ja" ucap Wisnu dengan menggepal kan tangan nya.


" Tapi tidak sekarang Ja, ada waktunya nanti, untuk saat ini aku biarkan Tiara tenang dulu" sambung Wisnu kemudian langsung melangkah pergi meninggalkan adik kesayangannya.


*****


Hari hari yang di lalui Cahaya tanpa adanya Raja adalah ke kampus, toko Roti dan sesekali datang berkunjung ke kediaman Atmaja. Ratu juga sesekali membantu Cahaya di toko roti untuk mengisi waktu luangnya agar tidak bosan.


Komunikasi mereka juga tidak pernah putus, setiap hari Raja maupun Haikal selalu menghubungi wanita pujaan hatinya walaupun mereka merasa lelah akibat satu harian berada di kampus, namun saat melihat senyuman dari wanita yang mereka cintai, rasa lelah itu hilang seketika.


Berbeda dengan Ara dan Azmi, yang hari harinya semakin bahagia, namun saat ini Ara belum mengandung karena kesepakatan bersama setelah pulang dari Jerman, kalau mereka ingin berpacaran dahulu, dan menghabiskan waktu berdua mereka. keluarga Azmi dan Ara tidak keberatan sama sekali, yang penting anak anak mereka bahagia.

__ADS_1


Sedangkan Andra yang selalu tertawa dan happy bersama dengan kedua sepupunya, sebenarnya hati nya begitu merindukan sosok wanita yang saat ini begitu jauh darinya, hanya dengan menandang fotonya secara diam diam untuk mengurangi rasa rindunya dan berharap rasa cinta yang ia rasakan tidak bertepuk sebelah tangan nantinya saat Ia sudah kembali ke tanah kelahirannya.


Bersambung.


__ADS_2