Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 141


__ADS_3

BRUUUUk


" Astagfirullah" ucap seseorang yang berada di dalam mobil, dengan cepat dia keluar untuk melihat orang yang di tabraknya.


Arti yang terjatuh langsung meringis kesakitan karena sikunya lecet akibat terbentur pinggiran aspal.


" Awwww, sakit banget tangan aku" ucap Arti yang berusaha ingin bangkit.


" Mbak, mbak gak apa-apa kan, maaf tadi saya tidak memperhatikan jalan" ucap orang tersebut tepat berada di hadapan Arti.


Arti yang sedang melihat sikunya langsung menghadap ke asal suara, dengan mata melotot Arti melihat orang yang ada di hadapannya, begitu juga dengan orang yang tadi menabrak Arti.


" Kamu" ucap Arti dengan wajah yang sudah merah padam.


" Ck kamu lagi, sepertinya saya kalau ketemu kamu selalu sial ya" ucap Yusuf yang ternyata tidak sengaja menabrak motor Arti.


" Apa kamu bilang, gak terbalik, yang ada aku yang sial ketemu kamu, gak lihat sekarang gimana kondisi aku" ucap Arti tidak terima yang sudah berdiri menghadap Yusuf.


" Benar-benar dah ini suara, kenceng banget, kalah sudah knalpot bocor" ucap Yusuf sambil mengusap dadanya mendengar Arti yang merepet di hadapannya.


Saat Arti mau membalas ucapan Yusuf, ponsel Arti berbunyi ada masuk panggilan telpon, dengan cepat Arti langsung mengambil ponsel nya yang ada di dalam tas kecilnya.


" Kamu tunggu dulu, jangan kabur, awas kalau kabur" ucap Arti yang membuat Yusuf langsung menyatukan alisnya mendengar perintah Arti.


Berani bener nih kenalpot bocor merintah-merintah gue,batin Yusuf sambil melipat tangannya di dada.


" Assalamualaikum Ya" ucap Arti sambil memegang siku nya yang pedihkarena jatuh, dan tak senagaja mata Yusuf juga melihat luka yang ada di siku Arti karena tepat di siku Arti bajunya sedikit terkoyak dan sudah berubah warna menjadi warna darah.


" Walaikumsalam Ar, kamu dimana, aku sama Mas Raja udah di supermarket ini, kamu aku cari-cari gak kelihatan" tanya Cahaya.


" Aku lagi di simpang empat depan toko kue kita Ya, aku kecelakaan, makanya belum sampai di sana, maaf ya, benar lagi aku sampai sana" ucap Arti memberitahu.

__ADS_1


Cahaya yang sedang jalan menuju supermarket dengan di rangkul Raja dari samping langsung mengentikan langkahnya saat mendengar sahabatnya kecelakaan, dan itu membuat Raja juga mengentikan langkahnya.


" Apa kamu kecelekaan, kok bisa sih, yauda gak usah ke supermarket, aku sama Mas Raja kesana sekarang" ucap Cahaya yang langsung mematikan sambungan telponnya.


" Kenapa sayang?" tanya Raja yang masih tidak tahu apa yang terjadi.


" Aii ayo kita ke simpang empat dekat toko kue, Arti kecelakaan" ucap Cahaya langsung menarik tangan Raja.


Raja yang terkejut langsung mengikuti langkah kaki istrinya menuju ke dalam mobi, dengan cepat Raja melajukan mobilnya ketempat Arti kecelakan.


Saat sudah sampai disana, Raja dan Cahaya saling pandang melihat Arti dan Yusuf seperti sedang adu mulut.


" Aii kok Arti bisa sama teman Aii ya, apa yang nabrak Arti Yusuf" tanya Cahaya yang melihat Arti dan Yusuf seperti adu mulut di depan mobil Yusuf.


" Mana Aii tahu sayang, yauda mendingan kita turun" ajak Raja yang langsung di angguki kepala oleh Cahaya.


" Ar kamu gak apa-apa kan?" tanya Cahaya dengan khawatir.


" Gimana ceritanya sampai kamu jatuh sih, kamu kan pembalap hadal kalau bawa motor?" tanya Cahaya.


" Tanya sama ni orang Ya, dia waktu nyetir merem kali, gak lihat aku segede gini" ucap Arti menujuk Yusuf.


Yusuf yang di tunjuk tidak terima di bilang merem, sedangkan Raja yang berdiri di sebelah Yusuf langsung menatap temannya.


" Kamu yang nabrak Arti Suf?" tanya Raja.


" Gak sengaja akunya Ja, lagian dia tiba-tiba nongol, kayak setan" jawab Yusuf yang membuat Arti kembali melototkan matanya.


" Apa tadi kamu bilang, aku kayak setan" ucap Arti gak terima.


" Mana ada, itu umpama tau gak, kalau gak tau yauda belajar lagi sono" bantah Yusuf.

__ADS_1


" Iss uda dong, kenapa malah jadi ribut sih" ucap Cahaya.


" Dia yang mulai Ya, masak samain aku sama setan" ucap Arti membela dirinya.


Arti dan Yusuf saling pandang, tapi tiba-tiba mereka sama sama memasang wajah garangnya, Cahaya hanya bisa menarik nafas melihat tingkah sahabatnya dan juga sahabat suaminya.


" kamu mau kemana Suf, kok bisa di daerah sini, jauh banget dari rumah kamu ini?" tanya Raja sambil menyerahkan kotak obat yang baru saja dia ambil dari dalam mobil untuk mengobati Arti dan tentunya atas suruhan istrinya.


" Mau ketoko kue Cahaya aku Ja, Bunda mintak belikan Cake yang sama persis saat acara kantor kemarin, ehk tahu-tahu ada inseden ini" ucap Yusuf memberitahu.


" Cake nya gak ada, toko kuenya tutup" ucap Arti saat mendengar ucapan Yusuf.


" Loh toko kue nya kamu tutup Ar" tanya Cahaya berhenti mengobati tangan Arti.


" Buka lah Ya, tapi tutup khusus buat pelanggan seperti dia" jawab Arti yang lagi-lagi membuat Cahaya dan raja menghembuskan nafas mereka dengan kasar.


" Mana ada aturan begitu, lagian siapa elu sampai berani nutup toko kuenya, punya juga bukan" jawab Yusuf gak terima.


" Toko kue itu aku yang handle, jadi khusu buat kamu, aku gak kasih buka, tutup pokoknya" ucap Arti sambil menatap Yusuf kesal.


" Aii sepertinya kita emang harus membawa mereka ke tempat semalam ya, biar gak berantem terus" ucap Cahaya menatap suaminya.


" Iya sayang, Aii juga gedek lihatnya, setiap ketemu pasti berantem mulu" jawab Raja.


" Emang mau di bawa kemana Ya?" tanya Arti penasaran.


"KUA" jawab Cahaya dan Raja bersamaan yang membuat Arti dan Yusuf melototkan matanya bersamaan.


" GAK MAU" ucap Arti dan Yusuf bersamaan.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2