Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 99


__ADS_3

" Sayang kamu gak mau makan bekas Hubby" tanya Azmi yang di tatap Ara langsung.


" Gak lah By, di meja kan banyak, ngapain harus makan bekas Hubby" jawab Ara dengan wajah seperti biasa.


Glek


Azmi langsung menelan sisa roti bakar yang masih ada di mulutny tanpa di kunyah lagi, begitu juga dengan yang lainnya yang mendadak aneh melihat Ara.


" Bukannya tadi kakak makan bekas kami ya" tanya Andra.


" Itu kan tadi, sekarang gak mau lah, masa sisa terus" jawab Ara dengan santai.


Giliran makan bekas suaminya dia gak mau, sepertinya ada yang gak beres ini, aku kudu periska istriku sekarang,batin Azmi.


Azmi langsung menarik tangan Ara dan menyeretnya ke luar ruangan Cahaya, Ara yang di tarik suaminya langsung terkejut dan mengikuti langkah suaminya saja.


" By mau kemana?" tanya Ara yang tidak di jawab Azmi sama sekali.


Tapi belum lagi Azmi keluar dari ruangan Cahaya, kepala Ara mendadak pusing, perutnya kembali mual seperti di aduk aduk.


" Sebentar By" teriak Ara yang langsung melepaskan paksa tangan Azmi yang menggenggam tangannya.


Azmi pun menghentikan langkah nya saat Ara berlari ke arah kamar mandi, lagi lagi Ara muntah dan semua yang di makan tadi keluar semua.


Andra langsung berlari menyusul kakak nya yang lagi memnutahkan semua makanan yang tadi di makan, karena ruangan menjadi ribut gara gara Ara yang bolak balik muntah, Ratu yang tertidur langsung terbangun.


" Kenapa bising banget si kak? ganggu adek lagi tidur aja?" ucap Ratu dengan wajah kesalnya.


" Tuh adek tanya aja sama kak Ara, dia yang dari radi bikin heboh" ucap Haikal menujuk Ara yang baru saja keluar dari kamar mandi di tuntun Azmi dan Andra berjalan di belakang Ara dan Azmi.


Kini wajah Ara mendadak pucat, entah kenapa kepala nya rasa nya berputar putar, tubuhnya begitu lemas saat ini.


" Kak kamu kenapa sih? perasaan tadi gak apa apa? malah rakus banget lagi makan bekas kami" tanya Andra yang sudah duduk di depan Ara.


Ara tidak menjawab, Ia malah memeluk Azmi, namun lagi lagi perut nya mendadak mual, dengan secepat kilat Ara kembali berlari terhuyung huyung ke kamar mandi sambil menutup mulut nya, semua yang ada di sana lagi lagi di buat terkejut dan menjadi khawatir melihat Ara yang muntah terus.


" Sayang" teriak Azmi dan kembali mengikuti Ara masuk ke dalam kamar mandi.


" Kak Ara kenapa kak?" tanya Ratu yang masih tidak tahu apa apa.


" Kakak juga gak tahu dek" jawab Haikal yang masih melihat ke arahkamar mandi.


" Aii sepertinya kak Ara masuk angin, atau karna makan bekas tadi ya?" tanya Cahaya yang dari tadi hanya bisa diam melihat Ara yang bolak balik ke kamar mandi.


Raja tidak menjawab, Ia hanya menggelengkan kepalanya tanda tidak tahu apa apa, " Sudah jangan di pikir kan sayang, sebaiknya kamu istirahat, kak Ara sudah ada suaminya yang mengurus nya.


Cahaya hanya terdiam sambil melihat ke arah pintu kamar mandi yang sudah terbuka. semua melihat Ara yang sudah begitu lemas dan di gendong oleh kak Azmi.

__ADS_1


" Kak Ara gak apa apa, kalian gak usah khawatir, kakak bawa kak Ara periksa dulu ya" ucap Azmi yang langsung di jawab anggukan semua nya.


*****


Kini Ara sudah berbaring nyaman di kamarnya di temani Azmi, Setelah bolak balik ke kamar mandi dan memuntahkan segala isi yang ada di dalam perut Ara, saat ini Ara sudah terlelap tidur setelah minum susu plain yang di minta nya karena Ara tidak mau makan.


Azmi mengelus pucuk kepala Ara dan sesekali mencium kening Ara dengan lembut, senyum di wajahnya tak pernah hilang saat sahabat nya mengatakan kalau kini Ara positif hamil, walau pun ada rasa tidak tega karena Ara harus bolak balik ke kamar mandi karena mengalami mual berlebihan.


" Sehat sehat kamu ya nak di perut Uma, Aby dan Uma pasti akan selalu menjaga kamu dan menunggu sampai kamu lahir melihat dunia" ucap Azmi sambil mengelus perut Ara yang masih rata dan sesekali menciumnya.


Ara yang merasa kan ada yang mengusik tidurnya membuka matanya dan langsung melihat suaminya sedang menciumi perutnya.


" By" panggil Ara dengan suara khas bangun tidur.


" Sayang kamu sudah bangun? apa masih mual" jawab Azmi sekaligus bertanya keadaan Ara.


" Masih mual tapi gak terlalu By" sahut Ara.


Azmi mencium bibir Ara dengan lembut dan menatap Ara begitu dalam, " Kapan kamu buka Spiralnya sayang? kok gak ada ngabari Hubby" tanya Azmi menatap Ara.


" Aby, kan bentar lagi uda mau jadi bapak, jadi panggilan nya di ubah" ucap Ara memberi tahu.


Azmi hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang di katakan istrinya, " Dua bulan yang lalu By, awal nya Ara mau kasih tahu buat kita sudah cocok buat punya anak setelah dua tahun kita menunda nya, tapi Ara fikir mau buat kejutan buat Aby, dan bukan nya ngasih kejutan malah bikin repot karna mual mual" ucap Ara memberi tahu.


Azmi tersenyum dan lagi lagi kembali mencium Ara dengan gemas," tapi Aby begitu senang dengarnya sayang, saat tadi Monica mengatakan kalau kamu sedang mengandung dan saat ini kandungan kamu sudah masuk minggu ke 3,Aby  bahagia banget sayang" ucap Azmi.


" Nanti malam saja sayang" jawab Ara sambil sesekali menciumi leher Ara.


Karena sudah di bakar gairah ahkirnya terjadilah adegan yang seharusnya tidak terjadi dia sore hari.


*****


Setelah makan malam, seluruh anggota kelurga Atmaja sudah berkumpul di ruang keluarga kecuali Raja karena saat ini masih menjaga Cahaya di rumah sakit.


" Papa Ara mau main tebak tebakan kata sama papa" ucap Ara yang sudah membawa hensfree besar untuk menutupi telinga papa Bima.


" Kamu seperti anak anak saja sayang" ucap papa Bima yang membuat Ara dan Azmi hanya tersenyum mendengar ucapan papanya.


" Nanti papa ikutin apa yang Ara bilang ya" ucap Ara dan di jawab anggukan kepala oleh papa Bima.


Dengan telaten Ara memakai kan alat di telinga papa Bima, semua yang ada di sana hanya bisa melihat apa yang di lakukan Ara.


" Dengar semuanya ya" ucap Ara.


Semua hanya diam dan melihat ke arah Ara, Azmi yang duduk di belakang Ara hanya bisa tersenyum melihat keluakan lucu yang di lakukan istrinya.


" Papa" kata Ara.

__ADS_1


" Papa " ucap Papa Bima yang mengikuti gerakan mulut Ara.


" Bentar lagi" ucap Ara


" Minta lagi " beo Papa Bima yang salah mengikuti gerakan mulut Ara.


" Bentar" ulang Ara.


"Bentar" ikuti papa Bima.


" Lagi" kata Ara.


" Lagi" ikuti Papa Bima.


" Punya" ucap Ara terus sambil tersenyum, namun dengan mata yang sudah berkaca kaca.


" Punya" ikuti papa Bila lagi.


" Cucu" ucap Ara sambil tersenyum lebar.


Deg


Papa Bima tidak mengikuti ucapan yang di ucap kan Ara, dan semua yang ada di ruangan tersebut mendadak menlongo dan saling tatap.


" Sayang" ucap papa Bima sambil membuka alat yang menutupi telinganya.


Ara dan Azmi menganggukkan kepalanya sambil tersenyum dan Azmi meraba perut Ara untuk memberi tahu kalau Ara benar benar saat ini sedang hamil dan mengandung Azmi junior.


Papa Bima dan lainnya mengikuti Arah gerakan tangan Azmi yang saat ini mengelus ngelus perut Ara dengan lembut.


" Aaaaakkkhhhh,, Ma kita mau punya cucu dan Oma bentar lagi punya cicit" teriak Bima sambil mengangkat tangannya ke atas dan mengusap wajahnya karena air mata yang sudah menetes di pipinya.


Mama Anita langsung memeluk Ara dan menciumi wajah Ara sambil menangis bahagia, " selamat ya sayang, dan di jaga kandungannya dengan baik" ucap mama Nita lagi lagi memeluk Ara .


Semua nya memberikan ucapan pada Ara dan Azmi atas kehamilan Ara, mereka begitu bahagia karena sebenatar lagi akan ada anggota baru masuk di keluarga mereka.


" Jadi itu jawabannya kak soal kak Ara makan bekas orang tadi siang" tanya Andra pada Azmi yang langsung di jawab anggukan kepala oleh Azmi.


" Makan bekas apa nak?" tanya mama Nita.


" Kak Ara mau makan bekas kak Cahaya dan kak Andra Tan, kak Ara gak mau makan makanan yang baru, ngidam yang aneh kan" kali ini Ratu yang menjawab.


Semua yang mendengar ucapan Ratu langsung melihat ke arah Ara, namun kali ini Ara berbeda dari tadi siang, entah kenapa mendengar ucapan Ratu, perutnya mendadak menjadi mual seketika.


" Oeeek" Suara Ara yang ingin muntah dan langsung menutup mulutnya.


 

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2