
Denga pelan Arti langsung menganggukkan kepalanya agar orang yang ada di hadapannya langsung duduk, begitu duduk mereka saling tatap, karena tak kuat Arti langsung memutuskan tatapannya dan kembali melihat ke bawah.
Orang yang ada dihadapannya hanya bisa mendesah dengan pelan.
" Maafkan aku Ar" ucapnya dan kembali membuat Arti menatapnya.
" Maaf, maaf buat apa Ndra?" tanya Arti yang tidak mengerti.
Yaah Andra lah yang datang menghampiri Arti saat ini, Andra menatap wajah Arti yang entah kenapa nampak begitu sedih, namun Andra tidak tahu apa penyebab Arti sedih, saat ini Andra hanya ingin menjelaskan apa keinginannya pada Arti.
" Aku tahu mamaku sudah datang melamarmu agar kita bertunangan minggu depan, tapi aku mohon Ar, aku gak bisa melakukan itu, aku gak bisa nyakiti kamu nantinya kalau kamu tetap menjalin hubungan dengan ku, karena kamu tahu kan kalau aku tidak mencintai kamu, aku hanya menganggap kamu sahabat dan saudara Ar" ucap Andra langsung to the point.
Arti yang mendengar langsung penjelasan Arti begitu terkejut, walau pun sakit tapi Arti berusaha untuk tersenyum dan menjelaskan kembali kesalahpahaman ini pada Andra.
" Kamu salah Ndra, bukan aku wanita yang sudah di lamar oleh tante Nita" ucap Arti yang langsung membuat Andra kaget dan menatap Arti tak percaya.
" Kamu tadi bilang apa Ar? kamu gak lagi bercanda kan?" tanya Andra.
Arti tersenyum dan menggelengkan kepalanya, " Aku gak bohong Ndra, tapi memang benar bukan aku wanita yang akan bertunangan dengan mu minggu depan" jawab Arti.
__ADS_1
Kini Andra terdiam, pikirannya tambah kalut, rencana apa yang saat ini di rencanakan mamanya, saat ini saja masalahnya belum selesai untuk mendapatkan restu pada Wisnu kakak dari wanita yang di cintainya, tapi sekarang dia harus menebak siapa wanita yang akan di pilih mamanya untuk bertunangan dengan nya minggu depan.
" Kalau bukan kamu lantas siapa?" tanya Andra.
Arti tertawa mendengar ucapan Andra, " Mana aku tahu Ndra, kamu bisa tanyakan pada tante Nita langsung" jawab Arti masih berusha tetap tersenyum.
" Ar, kamu tahu kan kalau siapa yang aku cintai, entah kenapa saat ini aku sulit untuk mendapatkan dirinya, di tambah mama malah mau menjodohkan aku dengan wanita yang sama sekali aku gak tahu siapa" curhat Andra.
Arti yang sebenarnya sesak Andra malah curhat pada dirinya, tapi tetap berusha tersenyum dan tetap memberi nasehat agar Andra tidak sedih.
"ketika kamu menginginkan manusianya sebagai pendampingmu, maka kejar cinta Rabbnya, agar kamu mendapatkan keduanya Ndra, karena sebaik-baiknya cinta di dunia ini adalah cinta yang melibatkan Allah SWT" ucap Arti yang langsung di tatap Andra setelah Arti mengucapkan kata-kata yang menguat kan hatinya.
" Makasih Ar, sekarang sesak di dada ku sudah sedikit berkurang, dan aku mohon jangan pernah benci aku, dan kita tetap seperti dulu, saudara ku" ucap Andra sambil memegang tangan Arti.
Arti hanya bisa menjawab dengan anggukan kepala dan senyuman, Arti berusaha agar air matanya tidak tumpah saat Andra mengatakan kata-kata terahkinya.
" Aku pamit dulu ya, kamu baik-baik dan sekali lagi maaf" pamit Andra yang lagi-lagi hanya di jawab Arti dengan anggukan kepala.
Begitu Andra sudah tak ada dihadapanya, air mata yang sudah sejak tadi di tahan Arti ahkirnya luluh juga, Ari menatap punggung Andra dari kejauhan.
__ADS_1
" Tugas ku sudah selesai Ndra, pelangimu sudah tiba, tapi jangan lupakan payung yang menemanimu saat hujan, sampai bertemu di titik terbaik menurut takdir" ucap Arti sambil menghapus air matanya.
Saat Arti akan berbalik, Cahaya juga sudah berada di belakangnya, dengan cepat Cahaya langsung memeluk sang sahabat sambil menetes kan ait matanya.
" Kamu memang wanita kuat Ar, aku bangga mempunyai sahabat seperti kamu, aku yakin di balik sabar dan baiknya hati kamu, pasti Allah kan mngirim kan jodoh yang terbaik buat kamu" ucap Cahaya yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Arti yang juga sama-sama menetskan air matanya.
Dari kejauhan Ara dan Azmi yang kebetulan singgah ke toko kue Cahaya untuk memesan kue untuk acara Andra minggu depan melihat pemandangan yang begitu buat terharu.
" persahabatan mereka begitu kental ya By, seperti darah, yang selalu bersama walau suka maupun duka, aku bangga bisa mempunyai adik ipar seperti Cahaya dan bisa mengenal Arti, semoga saja Arti bisa menemukan jodohnya walau pun itu bukan Andra" ucap Ara.
" Iya Sayang, Aby yakin jodoh Arti juga pati akan tiba dan pastinya lelaki yang akan mmebuatnya selalu tersebut, cuma saat ini belum kelihatan saja khilal jodoh nya Arti, bentar lagi pasti kelihatan tu khilalnya" sahut Azmi yang langsung mendapat pukula maut dari Ara.
"Awaaaa, sakit sayang, kok di pukul sih?" tanya Azmi sambil mengelus lengannya yang di pukul Ara.
" Iya lah, habis Aby maih aja bercanda di saat Ara lagi serius, masa di samakan khilal buat lebaran sama jodoh Arti, aneh kamu By" ucap Ara yang langsung pergi masuk ke dalam toko kue meningglkan sang suami.
" Apa yang salah sih, kan emang benar, jodohnya Arti belum kelihatan, sama aja seperti khilal kan, belum kelihatan, ini yang bodoh siapa sih, ehhh, masya Allah, untung gak dengar, kalau dengar aku bilang bodoh bisa puasa aku sampai lebaran nanti" ucap Azmi yang langsung masuk ke dalam menyusul Ara.
berambung.
__ADS_1