
Ratu dan Haikal berpose sesuai yang di arah kan sang fotograper, semua yang melihat mereka langsung tersenyum karena begtu serasi, Bunda Wdya juga begitu terharu melihat putra nya memilih wanita yang tepat untuk jadi kan istri nya.
Wisnu menatap Haikal dan Ratu dari kejuahan, dengan sesekali menegak air mineral yang ada di tangannya, namun sesaat air itu langsung keluar dari mulut nya saat seseorang tiba tiba duduk di samping nya sambil tersenyum.
Byuuuuur
Uuhuuk..uhuuuk..uhuuuk
" Sabrina" ucap Wisnu dengan wajah geramnya karena ulah sabrina yang tiba-tiba saja duduk disebelahnya.
" Maaf kak sudah mengaget kan kakak, tapi bener deh sumpah Sabrina gak tahu kalau kakak lagi mau minum" sahut Sabrina sambil memasang wajah imutnya.
Wisnu yang melihat wajah Sabrina yang tadinya ingin marah dengan perlahan langsung menghela nafas nya, dengan cepat Wisnu ingin pergi dari tempat duduk dia saat ini, tapi baru melangkah kan kakinya, Sabrina langsung memegang tangan Wisnu dan membuat Wisnu menghentikan langkah kakinya dan menatap tangannya yang sudah di pegang oleh Sabrina.
" jangan pergi, temani Sabrina ya" ucap Sabrina dengan wajah imut dan sengaja di buat sesedih mungkin.
" Aku mau sendiri Ina, kamu tolong jangan ganggu aku" sahut Wisnu yang ingin melangkah kan kakinya namun terhenti karena mendengar ucapan yang keluar dari mulut Sabrina.
" Apa Sabrina ini seperti kuman? sehingga kakak tidak mau kalau Sabrina dekat-dekat dengan kakak?" ucap Sabrina.
Wisnu berbalik menatap wajah Sabrina, sebenar nya dimata Wisnu Sabrina begitu manis, apa lagi lesung pipinya yang muncul saat dia tersenyum.
" Iya, kamu itu seperti kuman yang suak menempel di tubuh orang" jawab Wisnu tepat di depan wajah Sabrina.
__ADS_1
Glek
Sabrina yang melihat wajah Wisnu begitu dekat dengan wajah nya merasa kalau dunia saat ini berhenti berputar, bahkan jantung nya seperti sudah lapas dari tempat nya.
Aroma parfum Wisnu yang begitu tenang saat tercium di hidung Sabrina, membuat Sabrina langsung menutup matanya, namun hal itu membuat Wisnu menatap nya dengan heran, kenapa malah menutup mata, begutu lah fikir nya.
" Fuuuuuh" Wisnu meniup wajah Sabrina dan membuat Sabrina kembali membuka matanya dan tersenyum sehingga nampak lah lesung pipi di pipi sabrina, dan hal itu langsung mmebuat Wisnu langsung menjauh kan tubuhnya dari tubuh Sabrina.
" Mendingan kamu duduk di dekat Karin, jangan terus ngekori kakak Ina" ucap Wisnu yang langsung pergi meningga lan Sabrina begitu saja, Sementara Sabrina hanya bisa tersenyum melihat kepergian Wisnu.
Di tempat yang berbeda, Ratu dan Haikal yang masih sibuk dengan berfoto ria, dan berganti ganti pose. namun kali ini pose mereka begitu dekat.
Haikal di suruh memeluk pinggang Ratu, dan Ratu memegang kedua bahu Haikal, wajah Ratu di buat sekakan malu karena Haikal menatap nya, namun itu membuat Haikal menjadi gemas, karena di tempat mereka para orang tua tidak ada, hanya ada mereka dan sang fotograper, dengan berani nya Haikal langsung mendekat kan hidung nya di pipi Ratu.
Deg
Melihat adegan yang pas sang fotograper langsung mengambil gambar tersebut, dan hasil nya begitu menakjubkan, setelah selesai sang fotograper meminta Ratu dan Haikal begnti busana kembali, namun kedua sejoli tersebut masih saja terdiam dengan posisi yang sama.
Hingga bolak balik di panggil tapi tidak ada sahutan, ahkirnya sang fotografer langsung meninggalkan keduanya sampai mereka sadar sendiri.
Haikal sendiri begitu ingin merasakan bibir yang mirip dengan warna buah chery di hadapanya, sementara Ratu merasakan suasana yang beda saat wajahnya begitu dekat dengan wajah lalaki pujaan hatinya.
Mama Adek tahu ini tidak boleh, tapi ini sangat begitu mubajir kalau cepa cepat dilepas kan, batin Ratu masih fokus menatap wajah Haikal.
__ADS_1
Kenapa aku ingin sekali merasakan bibir itu, boleh gak ya DP dulu sebelum sah, batin Haikal.
Kedua nya larut dengan pikiran masing-masing , namun beberapa saat keduanya langsung tersadar karena teriakan seseorang yang sukses membuat Haikal dan Ratu melepas kan pelukannya.
" Woooooyyyy jangan mesra-mesraan di sini, entar di tungguin dedemit kalian berdua" teriak Andra sambil terkekeh karena mengerjai Haikal dan Ratu.
Haikal dan ratu langsung melepaskan pelukan mereka, kemudian mereka langsung melihat ke sekliling tempat mereka mengambil foto, tidakada siapa-siapa disana.
" Kemana tukang fotonya kak?" tanya Ratu.
" Udah pergi kali ke bawah, yauda ayuk kita ke bawah dulu, udah siang juga, waktunya kita makan siang" ajak Haikal langsung menggengam tangan Ratu turun ke bawah.
Sementara di bawah semua nya sedang makan siang sambil merasakan angik sepoy sepoy dan pemandangan danau toba di depan mata.
Bersambung.
Nanti kita lanjut Up lagi ya.
Dan jangan lupa untuk baca cerita La Tahzan jangan bersedih dan Enemy But Married ya readers tercinta.
Ayo dukung author dan kasih boom like dan komen yang positif dong, plissss, biar semangt author nulisnya.
Salam sayang author buat readers tercinta.
__ADS_1
Terima kasih yang sudah memberikan dukungan, Author doa kan untuk semoga selalu sehat dan rezekinya melimpah ruang.
Aamiin.