
Raja bolak balik di depan pintu UGD, sudah 15 menit Cahaya di periksa, tapi belum ada tanda tanda dokter keluar, namun tiba tiba salah satu suster keluar dengan tergesa gesa, Raja yang kebetulan berada di depan pintu langsung mencegah suster tersebut.
" Sus bagaimana keadaan istri saya/" tanya Raja dengan wajah cemas.
" Sabar tuan, dokter masih memeriksa nona Cahaya, saya juga mau memanggil salah satu dokter spesial Obgyn" ucap suster tersebut dan langsung meninggal kan Raja yang malah mematung di tempat.
Raja semakin cemas dan kalut saat suster mengatakan kalau ingin memanggil dokter spseialis, Raja berfikir apa Cahaya mempunyai riwayat penyakit yang begitu parah. wajah Raja semakin cemas, dadanya bergemuruh tak beraturan, ia berharap kalau Cahaya baik baik saja.
Suster yang tadi sudah masuk kembali bersama salah satu dokter yang di panggilnya, Raja ingin sekali masuk namun pintu sudah di tutup kembali.
Dari kejauhan mama Kia dan Papa Pandu berlari mendekati Raja dan Haikal, Ratu juga ikut bersama mereka karena ingin tahu apa yang terjadi dengan kakak kesayangannya itu.
" Raja bagaimana keadaan Aya?" tanya mama Kia.
Raja hanya menggelengkan kepalanya karena belum tahu, Haikal langsung menyuruh Ratu duduk karena ia melihat wanita yang di cintainya ngosngosan akibat berlari.
Setelah 30 menit menunggu, ahkirnya para dokter yang menangani Cahaya keluar, Raja langsung menghampiri dokter tersebut untuk mengetahui kondisi Cahaya.
" Dok bagaimana keadaan istri saya?" tanya Raja.
Dokter tersebut menarik nafas sejenak sebelum menjawab, Ia menatap pemilik rumah sakit itu sesaat.
__ADS_1
" Selamat tuan muda, nona Cahaya saat ini positif hamil" ucap dokter tersebut memberi tahu.
" Hamiil" ucap Raja dengan bibir bergetar.
" Alhamdulillah, selamat ya nak sebentar lagi kamu akan menjadi orang tua" ucap papa Kia dan papa Pandu.
Haikal dan Ratu juga tersenyum senang mendengarnya, Raja sendiri juga tersenyum senang, dirinya bolak balik mengucap syukur atas kepercayan yang sudah di berikan pada Allah yang telah menitipkan titipannya paa dirinya dan juga Cahaya.
" Tapi" ucapan dokter tersebut menggantung.
Deg
" Tapi kenapa dok? kandungan menantu saja baik baik saja kan? tidak ada masalah bagi keduanya kan?" tanya Kia penasaran.
Raja hanya bisa terdiam menatap wajah doker tersebut, " Kandungan Nona Cahaya baru memasuki minggu ke tiga, dan saat tadi kita periksa ternyata di rahim nona Cahaya terdapat Miom yang cukup besar, kira kira sekitar 4,1 cm, dan kita tidak bisa langsung memprdiksi kalau kandungan nona Cahaya baik baik saja, maka kita akan melihatnya ketika kandungan Nona Cahaya sudah memasuki usia 4 bulan, apabila bayi yang di kandung nona Cahaya lebih besar dari ukuran miom yang ada di rahim nona Cahaya, maka kandungan Nona Cahaya bisa di pertahankan, tapi sebaliknya, apabila berat bayi kalah dari berat miom, maka dengan berat hati bayi yang ada di kandungan nona Cahaya akan kita angkat" ucap dokter spesialis Obgyn menjelaskan.
Raja langsung menggelengkan kepalanya karena tidak sanggup mendengarnya, Mama Kia langsung menenagkan Raja yang begitu terpukul mendengar hasil dari pemeriksaan Cahaya.
" Sabar sayang, semua nya masih bisa kita atasi, mama yakin bayi kalian pasti kuat, bayi kalian calon penerus keluarga kita, mama yakin bayi kalian akan bertumbuh dengan baik dan mengalah kan berat miom itu, tenang lah sayang, kita akan upayakan yang terbaik buat Aya dan berdoa meinta pada Allah agar Cahaya dan calon bayi kalian baik baik saja" ucap mama Kia menenangkan Raja.
" Untuk saat ini bagaimana kondisi kandungan menantu saya dok?" kali ini papa Pandu yang bertanya.
__ADS_1
" Semuanya masih di katakan aman tuan, kita akan kasih yang terbaik untuk calon kandungan nona Cahaya" jawab sang dokter.
" Dok tolong rahasiakan ini semua dari istri saya, dan saya mau kasih yang terbaik untuk istri dan calon anak saya" ucap Raja.
" Baik tuan, untuk malam ini nona Cahaya harus menginap di rumah sakit dulu, besok kita periksa kembali bagaimana kondisi nona Cahaya dan kandungannya, dan untuk tiga bulan ke depan kita rutin periksa satu bulan dua kali ya Tuan, untuk mengetahui perkembangan calon bayinya" ucap sang dokter dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Raja.
" Sabar ya sayang, ini semua ujian untuk kita semua, dan mama yakin Allah pasti akan memberikan yang terbaik untuk kalian berdua" ucap mama Kia.
Raja hanya diam, tidak menjawab ucapan mamanya, baru saja ia begitu senang karena mendapat kabar bahwa istrinya hamil, tapi dalam sekejab kabar buruk sudah di dengarnya.
Dengan langkah gontai Raja masuk ke dalam kamar perawatan Cahaya, di lihatnya wajah istrinya yang masih nampak pucat, Raja memegang tangan Cahaya yang tidak terdapat selang imfus, di ciumnya kening Cahaya dengan lembut, kemudian Raja mencium perut Cahaya yang masih Rata.
" Assalamualakum sayang, papa begitu bahagia mendengar kamu sudah hadir didalam perut mama, papa harap kamu jadi anak yang kuat ya sayang di dalam perut mama, bekerja sama lah dengan mama agar kamu tumbuh dengan baik di dalam perut mama sampai nantinya kamu keluar dan melihat indahnya dunia ini sayang" ucap Raja berbicara dengan calon bayinya tepat di perut Cahaya.
Air matanya tanpa terasa keluar karena tidak sanggup mendengar kabar kalau anaknya harus bersaing dengan penyakit yang di derita Cahaya.
mama Kia yang melihat nya dari balik pintu tidak bisa menahan isakan tangis nya, Ia begitu sedih melihat anak dan menantunya.
Tapi ini semua adalah cobaan yang di berikan oleh Allah, dan mama Kia berharap semuanya akan baik baik saja sampai Cahaya melahirkan saat usia kandungannya mencapai 9 bulan nantinya.
Bersambung.
__ADS_1