
Mobil mewah milik Pandu sudah sampai di kediaman Atmaja, Papa dan mama sudah menunggu di halaman depan untuk menunggu cucu mereka dari Pandu dan Kia.
Tak lupa Qiara dan Bima yang juga ikut menunggu di halama, Anita turun perlahan dan di sambut senyuman hangat dari semua nya.
Sedang kan Pandu membantu Kia turun dari mobil, Aldi menyuruh mang Madi untuk membawa koper milik Pandu dan Kia masuk ke dalam rumah.
" Assalamualaikum oma, opa, Pakde Bima dan Kak Qiara" ucap Anita mengucap salam.
" Walaikumsalam" sahut semua nya.
" Ayo masuk dulu, kasian si kecil kalau lama lama di luar rumah" ajak mama Dewi.
Pandu hanya bisa menaik kan alis nya satu karena heran melihat keluarga nya.
" Sebenar nya siapa sih orang tua nya Raja, kok jadi seperti mereka ya orang tua nya raja, Kita di sini gak di anggap" ucap Pandu dengan wajah kesal nya.
Kia dan Aldi yang mendengar nya hanya bisa tertawa lucu melihat kekesalan Pandu.
" Mungkin sebentar lagi jabatan mu menjadi CEO di Atmaja Group akan lengser Ndu, karena sudah ada calon yang akan mengganti kan nya" ucap Aldi semakin mengejek Pandu.
" Sialan" sahut Pandu mengajak Kia masuk ke dalam rumah sambil memeluk pinggang Kia.
Mereka bertiga masuk ke dalam rumah, di ruang keluarga sudah ramai karena semua nya menganggu Raja yang masih anteng tidur.
" Mama kenapa adik Raja diam saja sih, gak mau senyum dikit aja, padahal Ara sudah ajak ngomong dari tadi" tanya Qiara pada Anita.
" Karena Raja nya masih tidur sayang" Kia menyahuti omongan Qiara yang baru tiba di ruang keluarga.
Ara langsung melihat Kia dan tersenyum manis pada Kia, Tapi setelah itu Ara diam sejenak seperti berfikir, kemudian dia kembali melihat Raja yang masih tidur di pangkuan mama Dewi.
" Oma nama adik nya Raja" tanya Qiara pada mama Dewi.
" Iya sayang, bagus kan nama adik nya" sahut mama Dewi yang sesekali mencium pipi Raja sehingga Raja sedikit terganggu dari tidur nya.
" Raja apa Om" tanya Qiara pada Pandu.
__ADS_1
" Nama nya Raja Bumi Atmaja" sahut Pandu memberi tahu.
Qiara yang mengetahui nama adik sepupu nya langsung duduk di tengah tengah Anita dan Bima.
Qiara duduk sambil melihat baby Raja di timang timang mama Dewi.
Kia yang memperhati kan wajah Qiara yang tak sebahagia tadi langsung bertanya.
" Ara kenapa sayang? kok jadi diam aja?" tanya Kia dengan lembut.
Semua yang mendengar perkataan Kia langsung menoleh ke arah Qiara.
" Kamu kenapa sayang?" kali ini Anita yang bertanya.
" Ma dulu siapa yang kasih nama Qiara?" tanya Qiara dengan menatap wajah Anita.
" Memang nya kenapa sayang?" tanya balik Anita.
" Kenapa mama gak kasih nama Ara itu Ratu" ucap Qiara dengan nada sedih.
" Mama tau kan arti Ratu itu apa? dan arti Raja itu apa?" tanya Qiara pada Anita.
Anita hanya mengangguk kan kepala nya saja agar lebih cepat putri nya menerus kan ucapan nya.
" Kalau anak nya om Pandu dan tante Kia di kasih nama Raja, berarti dia itu Raja nya para lelaki nanti nya kalau sudah besar, Raja pasti akan tampan sama seperti om Pandu, sedang kan Qiara...hikss...hiksss Qiara gak bisa seperti Raja, karena nama nya Ara bukan Ratu" ucap Qiara sambil menangis.
Semua yang mendengar ucapan Qiara hanya bisa mengeluar kan nafas nya dengan kasar, Anita langsung memeluk Putri kecil nya yang sedang merajuk, begitu pun juga Bima.
" Sayang...kamu itu tetap ratu nya mama, papa, oma, opa, Om Pandu dan Tante Kia, ada Om Aldi, tante Widya, semua nya menganggap kamu itu Ratu di rumah ini" ucap Anita memberi tahu.
" Tapi tetap saja Ara gak akan pernah jadi Ratu di luar sana" sahut Ara dengan air mata yang sudah membasahi pipi chuby nya.
Kia yang sudah melihat air mata Qiara pun tak tega, Kia langsung memanggil Ara agar duduk di samping Kia dan Pandu.
" Ara sayang..sini dekat tante" panggil Kia dengan suara lembut nya.
__ADS_1
Ara yang di panggil Kia pun langsung mendekati Kia,Kia memeluk Ara dengan penuh kehangatan.
" Sayang....nama itu tidak di dasari dengan cantik atau tampan nya kita, tapi dari hati kita sayang, kalau kita baik sama orang, pasti kita akan di kenal sama semua orang, walau pun wajah kita tidak cantik, tapi di mata orang kita paling cantik" ucap Kia agar Ara tidak sedih lagi.
" Nah kalau keponakan tante yang satu ini, kecil nya saja sudah manis dan cantik, apa lagi kalau sudah besar nanti, tante pasti akan menyuruh adik Raja agar slalu menjadi bodigat Ara nanti kalau sudah besar, jadi gak ada yang berani gangguin Ara saat sekolah nanti" ucap Kia lagi.
" Beneran Ara cantik tante" tanya Ara dengan wajah sedikit senyum.
" Bukan cantik sayang, tapi sangat sangat cantik" sahut Kia sambil merapi kan rambut Ara yang hitam lebat.
Ara langsung tertawa dengan keras, semua yang melihat Ara bernafas dengan lega, karena ahkir nya Ara bisa tersenyum kembali.
Ara pun berlari ke arah Oma dan Adik nya Raja, dia kembali bermain dengan Raja, walau pun Raja hanya tidur, tapi Ara dengan sabar menciumi pipi Raja hingga Raja tidur sambil sedikit senyum.
Ara yang melihat senyuman Raja hanya bisa menggeleng kan kepala nya saja,dan hal itu di lihat semua yang ada si ruang keluarga.
" Ara kenapa geleng geleng kepala gitu" tanya Bima.
" Pa seperti nya di rumah ini nanti bakalan ada tambah manusia kulkas dua pintu deh" ucap Ara masih melihat Raja yang masih tidur.
" Maksud Ara apa? opa gak ngerti" kali ini papa Ridwan yang bersuara.
" Opa gak lihat, Ara begitu capek ajal Raja main dan tertawa, tapi Raja balas nya hanya senyuman yang dikit doang,pelit amat buat senyum, sama seperti om Pandu, maka nya Ara bilang kalau di rumah opa nanti bakalan tambah manusia kulkas dua pintu, yang dingin tanpa mau tersenyum" ucap Ara memberi tahu dengan wajah polos nya.
Semua yang ada di sana tertawa kekeh karena ucapan Ara, Pandu hanya bisa menatap semua nya dengan tatapan tajam nya, Kia hanya bisa mengelus punggung suami nya agar tidak marah.
Karena semua tertawa dengan keras,ahkir nya Raja menangis karena terkejut.
Bersambung
Jangan lupa untuk Like,Komen yang positif dan Vote yang banyak ya readers tercinta.
Kasih bunga dan kopi juga yang banyak
Terima kasih semua nya
__ADS_1
Love You More