Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 200


__ADS_3

Karena penasaran nya yang tinggi ahkir nya Anita jalan perlahan untuk mendengar obrolan para ke tiga lelaki tampan itu.


Dengan jalan mengendap endap, Anita samar samar mendengar ucapan suami nya.


" Kamu tahu Al, kita kalau sudah menikah bakalan harus nurut sama istri, kalau tidak kita akan puasa, dan kalau para istri istri ngambek nya parah banget, berabe urusan nya, bisa bisa kita gak bisa buka puasa, uda kayak puasa Ramadhan aja, ramadan aja magrib bisa buka puasa, iya gak Ndu" ucap Bima.


Pandu hanya senyum senyum sendiri karena geli mendengar ucapan kakak ipar nya, Aldi hanya manggut manggut mengerti maksud yang di bicara kan Bima.


" Jadi kak Bima selama ini pura pura ngalah sama kak Nita biar bisa buka puasa gitu" ucap Aldi memasti kan.


" Iyaa lah, kalau gak bisa pusing kepala ku" sahut Bima dengan gaya cool nya.


" Tapi kamu harus tahu Al, kalau kita uda bisa buka puasa, tubuh kita ini rasa plong, enak banget, tidak ada beban, apa lagi kalau istri kita yang di atas, wiiiiih...nanti kamu rasain sendiri" sambung Bima lagi dengan gaya bicara nya yang di buat buat seperti mendapat makanan lezat.


Aldi yang mendegar ucapan Bima dan melihat gaya bicara nya langsung menelan air ludah nya dan membayang kan kalau diri nya akan malam pertama dengan Widya.


Pandu ganya bisa geleng geleng kepala saja melihat kakak ipar nya bercerita dan melihat kebodohan Aldi yang mau begitu saja percaya dengan omongan kakak ipar nya.


Anita yang mendengar obrolan para lelaki yang tidak berfaedah langsung merasa panas, kalau punya mata batin, yang melihat Anita pasti terkejut melihat asap keluar dari telinga nya.


" Ohhhh jadi selama ini Mas pura pura ngalah karna biar dapat jatah gitu?" ucap Anita dengan tangan yang sudah berada di dada nya.


Ketiga lelaki tampan langsung terkejut mendengar suara Anita.


" Masya Allah, kenapa dia bisa berada di sini, bukan nya tadi masih sibuk ngurusi baju, waduuuh...alamat puasa beneran ini" ucap Bima pelan yang hanya bisa di dengar Pandu dan Aldi.


Pandu dan Aldi hanya bisa diam tidak bisa membela Bima, mereka takut kenapa imbas nya.


" Sayang...yang kamu dengar tidak semua nya benar, Mas tadi cuma nakut nakuti Aldi aja kok, kan dia besok mau nikah" ucap Bima membela diri.


" Tapi yang Aku dengar tadi kayak nya semua nya benar deh" sahut Nita.


" Itu semua gak benar sayang, kalau kamu tidak percaya tanya Pandu deh" ucap Bima lebih meyakin kan.

__ADS_1


Pandu yang di sebut nama nya langsung melotot kan mata nya, Ia tidak mau dia bawa bawa karena kalau kak Nita marah beneran, pasti Kakak nya yang satu itu bakalan ngehasut Kia biar ikutan marah pada diri nya.


" Pandu gak ikutan kak, orang dari tadi kak Bima kok yang ngomong, tanya aja Aldi kalau gak percaya" ucap Pandu membela diri.


Aldi yang nama nya ikutan di sebut pun langsung menggeleng kan kepala nya dengan cepat.


Kok jadi aku sih, aku kan gak tahu apa apa, kalau gak nuruti Pandu bisa bisa gaji ku di potong, malah besok mau merid, kalau gak bantu kak Bima, bisa bisa dia gak mau bantu aku ngehandel kerjaan nanti, ya Allah bantu lah hambu mu yang tampan ini, Batin Aldi menelan air liur nya dengan kasar.


" Jadi siapa yang mau di tanya kalau pada saling lempar begini?" tanya Anita sambil melihat ketiga lelaki tampan di hadapan nya.


Pandu, Aldi dan Bima saling tunjuk, dan arah jari telunjuk pada menujuk ke arah Bima, hanya Bima sendiri yang menujuk Pandu, Anita langsung menatap suami nya dengan tatapan seperti mau menagih hutang, Bima langsung mengeluar kaj nafas nya dengan kasar.


Pandu dan Aldi mundur perlahan dan membisik kan sesuatu pada Bima sebelum pergi meninggal kan Bima berjuang sendirian.


" Semangat kak, aku gak bisa bantu, Kia sedang membutuh kan aku" ucap Pandu langsung ngacir meninggal kan Bima.


" Aku yakin kakak bisa" kali ini Aldi yang menyemangati dan langsung pergi menyusul Pandu.


" Masih gak mau ngaku?" tanya Anita.


" sayang, Mas senagaja bicara begitu kan biar Aldi tahu, lagian kalau kamu nyuruh Mas buat puasa, gimana kita bisa ngasih Ara adik sayang" ucap Bima dengan wajah nya di buat kasian.


" Masa bodoh, Mas aku hukum gak boleh buka puasa sampek lebaran nanti" ucap Anita, setelah itu langsung pergi meninggal kan suami nya.


Bima yang mendengar ucapan istri nya langsung terkejut dan langsung menghitung tanggal di ponsel nya, begitu menghitung nya, Bima langsung sesak menahan nafas nya.


" Yang benar saja, hampir dua bulan puasa, puasa ramadahan beneran kalah, bisa bisa si otong bekarat kalau gak masuk ke dalam sarang nya, ini semua gara gara dua kutukupret itu, awas aja kalian ya" ucap Bima yang sudah frustasi.


Sedang kan di perumahan elit, Yara yang sedang duduk di depan kolam renang nya, terkejut mendengar kakak nya yang datang tiba tiba.


" Kamu sedang apa Ra?" Tanya Bayu yang sudah datang saja.


" Kakak ngagetin Yara tahu, udah kayak jelangkung aja" sahut Yara.

__ADS_1


Bayu hanya tersenyum dan melihat meja ada undangan pernikahan Aldi dan Widya.


" Kamu di undang juga Ra?" tanya Bayu sambil menunjuk undangan di atas meja.


" Iya kak, aku di undang dari mempelai wanita nya, Widya, walau pun aku baru jadi dokter di sana, tapi aku juga di undang" sahut Yara.


" Kakak pasti di undang kan? secara kakak kan pernah jadi Dokter di sana" sambung Yara lagi.


" Kakak jelas di undang lah, Aldi kan teman kakak, dan sekarang kakak juga sedang ada proyek dengan perusahan Atmaja Gruop, jadi nya sering jumpa Aldi, kan Aldi asisten nya Pandu" ucap Bayu menjelas kan.


" Oia...ternyata jodoh gak kemana ya kak, Widya berjodoh dengan asisten suami nya Kia" sahut Yara.


" Kita pergi bareng ya kak, aku gak tahu mau pergi sama siapa" ajak Yara.


Bayu hanya mengangguk kan kepala nya tanda setuju.


Di kampus, Firman dan Rika sedang sibuk memikir kan kado apa yang akan di berikan untuk pernikahan Aldi dan Widya besok.


" Gimana Kak, uda tahu gak apa kira kira yang kita kasih buat mereka?" tanya Rika yang sudah pusing memikir kan nya dari tadi.


" Kakak juga gak tahu sayang, karena kalau kita kasih tiket bulan madu, itu sudah di kasih diluan pasti sama Pandu, kan gak mungkin kita kasih rumah" sahut Firman dengab santai sambil bermain game di ponsel nya.


Bersambung...


Jangan bosen ya readers ku sayang, untuk slalu dukung Author dengan Like,Komen dan Vote yang banyak pliss.


Kasih bunga dan kopi juga yaa plisss 🙏🙏


Dukungab kalian lah yang buat author semangat buat nulis nya.


Terima kasih banyak


Love You More

__ADS_1


__ADS_2