Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 73


__ADS_3

" Kalian pasti kenal Raja bukan, putra pertama dari tuan Pandu, keluarga Atmaja, orang nomor satu di asia" ucap Wisnu dengan senyuman sadis menatap Cahaya.


" Dan dia adalah wanita yang sudah berhasil menarik simpati keluarga Atmaja karena saat ini dia sudah menjadi calon istri dari seorang Raja, anak dari Tuan Pandu" sambung Wsnu menujuk ke arah Cahaya.


Semua para pengunjung terkejut mendengar ucapan Wisnu, karena yang mereka tahu Ara dan Azmi lah yang baru menggelar acara lamaran, tapi kenapa saat ini mereka malah mendengar putra tuan Pandu dan pemilik toko kue yang ada di hadapan mereka juga sudah bertunangan.


Wisnu tersenyum senang mendengar para pengunjung mulai mengunjing Cahaya, para pengunjung menatap ke arah Cahaya seperti wanita pengemis cinta agar bisa menjadi masuk ke dalam keluarga Atmaja.


" Gak nyangka ya, cantik cantik tapi hati nya jelek, aku kira dia wanita yang baik, soal nya orang nya kalau di lihat begini lembut banget kalau bicara" ucap salah satu pengunjung.


Wisnu berjalan mendekati Cahaya, Ia tersenyum sadis menatap Cahaya, " ini belum seberapa, aku akan membuat kamu lebih menderita dan lebih sakit dari apa yang kalian buat untuk adik ku Tiara, kamu harus membayar mahal air mata adik ku" ucap Wisnu menyeringai.


Cahaya menatap Wisnu dengan tatapan tak suka, Arti yang berada di sebelah Cahaya ingin sekali meludahi wajah Wisnu yang menatap Cahaya seperti wanita murahan.


" Kalian tahu, aku lebih dahulu mengenal pemilik toko kue ini, tapi aku sama sekali tidak di pandang tuh, berbeda dengan Tuan Raja, Putra dari tuan Pandu Atmaja" lagi lagi Wisnu menerus kan kata kata nya untuk menjatuh kan Cahaya di depan pengunjung yang sedang berada di toko kue Cahaya.


" Mungkin karena aku tak sekaya dan sehebat Tuan Raja, maka nya wanita ini langsung berpaling dari ku dan mendekati tuan Raja, dengan modal wajah cantik nya itu, pria mana yang tidak tergoda bukan, atau pun dia sudah berhasil mmeberikan tubuh nya pada tuan Raja, sehingga mereka bertunangan secara diam diam, bisa jadi bukan" ucap Wisnu yang berhasil membuat Cahaya langsung menggeleng kan kepala nya ke arah para pengunjung yang sudah menatap nya semakin tak suka.


" Bohong..semua itu tidak benar, saya bukan wanita seperti itu" ucap Cahaya.


" Oiaa...lalu yang benar yang mana dong" sahut Wisnu agar Cahaya semakin di hujat oleh para pengunjung yang berada di toko kue nya.


" Hanya orang bodoh yang bisa percaya pada ucapan manusia seperti dia" ucap seeorang dari depan pintu toko kue Cahaya.


Semua yang ada di sana langsung melihat ke asal suara, Semua terkejut melihat kedatanga Ara dan Azmi, dan Ara lah yang tadi berbicara.


" Kak Ara" ucap Cahaya meresa sedikit takut, Cahaya takut kalau Ara juga ikut terpancng dengan ucapan Wisnu.


" Adek kamu gak apa apa?" tanya Cahaya setelah Ara sudah berada di samping Cahaya.

__ADS_1


Cahaya langsung merasa lega karena apa yang di pikir nya salah, " Gak apa apa kak, Cahaya gak merasa takut dengan apa ucapan nya, karena Cahaya bukan wanita seperti itu" ucap Cahaya menatap ke arah Wisnu.


" Ibu ibu, kakak kakak semua yang ada di sini, kalian salah besar kalau mempercayai ucapan pria di hadapan saya ini, Cahaya calon adik ipar saya ini tidk seperti apa yang di kata kan pria ini, dia wanita yang sangat baik yang memang di cintai oleh adik saya Raja, dan keluarga kami menerima nya dengan tangan terbuka" ucap Ara memberi tahu kan kebenaran nya.


"Mereka memang benar sudah bertunangan, tapi memang tidak di publis, dan itu semua ada alasan nya, jadi terserah kalian semua mau percaya pada siapa, percaya sama kami atau pria yang tidak tahu diri ini" ucap Ara menatap ke arah Wisnu dengan tatapan benci.


Wisnu yang langsung di hujat oleh para pengunjung menatap Cahaya dan Ara dengan tatapan tak suka, ia mengepal kan tangan nya sehingga urat urat nya terlihat jelas, dengan langkah cepat, Wisnu pun langsung melangkah kan kaki nya keluar dari toko kue Cahaya.


Cahaya dan Arti menghela nafas nya dengan lega karena Wisnu sudah keluar dari toko kue kue nya dan hampir berhasil mengacau kan usaha Cahaya.


" Nona Cahaya kami minta maaf ya, hampir saja kami percaya pada ucapan pria tadi" ucap salah satu pengunjung.


" Ia tidak apa apa ibu, silah kan di lanjut lagi milih kue kue nya" sahut Cahaya dengan sopan.


Arti pun langsung kembali bekerja dan membantu para pengunjung untuk memilik kue di bantu dengan karyawan Cahaya yang lain.


" makasih ya kak, kalau kakak tadi gak datang tepat waktu, mungkin besok toko kue Cahaya pasti sepi" ucap Cahaya.


Azmi yang mendengar ucapan Ara tersenyum senang, Ia memang tidak salah memilih wanita untuk menjadi istri dan ibu dari anak anak nya, ya...walau pun Ara sedikit cerewet dan bar bar.


" Oia kakak kok bisa ke sini, kakak mau beli kue?" tanya Cahaya.


" Iya Ya, kakak mau beli kue buat calon mertua kakak, kebetulan kakak baru pulang dari melihat lihat cendra mata buat acara pernikahan kakak, dan kakak mau ke rumah mertua kakak, maka nya mampir ke sini, soal nya calon mertua kakak suka sekali dengan kue yang ada di toko kue kamu, rasa manis nya pas kata mereka, tapi saat sampai di sini kakak malah mendengar keributan" ucap Ara memberi tahu.


Cahaya hanya mengangguk kan kepala nya, kemudian langsung menyuruh Ara untuk memilih kue yang mana yang akan di berikan pada mertua calon kakak ipar nya itu.


" Yauda ayo Cahaya bantu kakak pilih kue yang mau kakak bawain buat mertua kakak" ucap Cahaya.


" Masih calon Ya" sahut Ara dengan kekehan.

__ADS_1


" Seminggu lagi juga kak" ucap Cahaya dengan tawa di bibir nya.


Setelah memilih kue dan sekarang Azmi dan Ara sudah berada di mobil menuju kerumah orang tuan Azmi.


" Sayang mulai sekarang kamu harus hati hati ya, tadi kakak melhihat ada gelagat tidak baik dari pria tadi, dan kakak akan menyuruh orang orang kakak untuk menjaga kamu kalau kakak lagi gak bersama kamu" ucap AZmi sambil menyetir.


Ara yang sedang memakan kue yang di pilih nya untuk di makan di mobil langsung menoleh ke arah Azmi.


" Emang kenapa dengan lelaki itu kak, mau balas dendam gitu sama Ara?" tanya Ara.


" Bisa jadi aja kan sayang, pokok nya apa yang kakak bilang kamu harus nurut ya, kakak gak mau kamu kenapa napa sayang" ucap Azmi yang langsung di jawab dengan anggukan kepala oleh Ara, karena mulut Ara sudah penih dengan kue.


Aku juga harus kasih tau Raja, bisa jadi pria itu akan kembali lagi ingin menyakiti Cahaya, batin Azmi.


Ara yang sedang asik memakan kue, langsung menoleh ke ara Azmi dan memberi kan suapan kue ke dalam mulut Azmi, dengan senang hati Azmi menerima suapan dari calon istri nya, dan sisa gigitan dari mulut Azmi tanpa sadar di masuk kan ke dalam mulut Ara yang membuat Azmi tersenyum senang.


" Kamu gak jijik makan bekas kakak sayang" tanya Azmi yang langsung membuat Ara yang sedang mengunyah langsung menghentikan kunyahan nya.


Ara menatap ke ara Azmi yang juga sesekali melihat Ara karena saat ini Azmi sedang menyetir, " Gak jijik tu, emang kakak jijik kalau makan bekas Ara?" tanya Ara menatap Azmi dengan tatapan intimidasi.


BUkan nya menjawab, Azmi malah terkekeh,Ara yang melihat itu malah kebingungan, " Jangan kan makan bekas kamu sayang, makan dari mulut kamu pun kakak terima dengan senang hati" ucap Azmi yang langsung dapat pukulan di bahu nya dari Ara.


" Dasar mesum" ucap Ara kesal.


" Mesum sama istri nanti itu pahala nya gedek loh sayang, malah itu termasuk ibadah tau gak" ucap Azmi semakin meledeki Ara.


" Kan sama istri, ini kan belum, masih calon istri" ucap Ara menegas kan memberi tahu Azmi.


" Sama aja sayang, inti nya kakak kasih tahu kamu, biar nanti setelah kata sah terucap, kamu tahu diluan" ucap Azmi dengan senyum mesum nya membuat Ara merasa geli.

__ADS_1


 


Bersambung.


__ADS_2