
Setelah acara syukuran kemarin selesai, Pandu dan Kia sudah menjalan kan aktivitas mereka masing masing.
Kini Kia dan Widya sedang berada si kampus setelah mereka selesai menyelasi kan sidang tesis mereka, dan dua hari lagi mereka akan sidang meja hijau nya, Setelah di nyata kan lulus, maka mereka akan koas beberapa bulan di spesialis yang mereka ambil, setelah itu gelar spesialis mereka akan bisa mereka sandang.
" Wid kita makan dulu yuk, aku laper banget" ucap Kia saat mereka baru keluar kampus dan berjalan menuju mobil Widya.
" Oke bumil cantik, lagian ini sudah siang juga, kamu mau makan dimana Kia" menyetujui ajakan Kia dan bertanya mau makan dimana.
" Di kafe dekat sini aja deh, aku uda laper banget soal nya" ucap Kia dan langsung di angguki kepala oleh Widya.
Sekarang Kia dan Widya sedang menikmati makan siang nya, dan entah kebetulan, Pandu dan Aldi masuk ke dalam kafe untuk makan siang juga sehabis meeting dengan klien.
Aldi melihat ada istri nya sedang makan di meja tak jauh dari pintu masuk.
" Ndu itu ada Widy, bisa jadi Kia juga ada di sini, tapi kemana ya kok gak kelihatan" tunjuk Aldi pada Pandu.
" Iyaaa....itu tas kia, mungkin dia ke toilet, yauda kita gabung saja sama mereka" ajak Pandu.
Namun saat baru beberapa langkah, Pandu dan Aldi langsung menghenti kan langkah nya saat melihat Kia di samperin sama seseorang, dan langsumg memeluk Kia dari samping.
Kia yang tidak tahu akan di peluk langsung melepas kan pelukan nya secara paksa, dan melihat siapa yang berani memeluk nya di tempat umum, apa lagi dalam keadaan dia sedang hamil.
Namun saat melihat orang itu, Kia langsung mematung di tempat.
Deg...
Air mata Kia mendadak jatuh membasahi pipi nya, Orang itu berusaha ingin memeluk Kia lagi, tapi Kia langsung mundur beberapa langkah.
" Putri abang" ucap orang tersebut dengan senyuman di bibir nya.
Pandu yang melihat itu langsung mengepal kan tangan nya, rahang nya mengeras, wajah nya sudah merah menahan amarah.
Kia yang mendengar suara yang keluar dari mulut orang yanv ada di hadapan nya langsung menggeleng kan kepala nya, air mata nya sudah mengalir semakin deras, Kia memaling kan kepala nya dan terkejut melihat suami nya berdiri tidak jauh dari diri nya dan sedang menatap nya dengan tatapan yang menahan amarah.
Deg
__ADS_1
Jantung Kia mendadak berhenti sejenak, Kia bahkan susah untuk menelan air liur nya, Aldi dan Widya hanga bisa melihat Pandu,Kia dan orang asing tersebut.
" Ma...maas Pandu" ucap Kia tercekat.
Pandu langsung balik berjalan meninggal kan Kia, hati Pandu begitu sakit saat melihat Kia di peluk oleh orang yang tidak di kenal nya, dan melihat tatapan mata istri nya begitu dalam saat melihat orang asing itu, bahkan Kia sampai mengeluar kan air mata nya.
Kia langsung mengejar Pandu agar tidak terjadi salah paham.
" Mas...Mas Pandu tunggu" jerit Kia.
Pandu sempat berhenti dan berbalik namum bukan karena panggilan Kia, melain kan meminta kunci mobil pada Aldi dan langsung kembali melangkah kan kaki nya menuju mobil.
Kia yang berhasil mengejar Pandu langsung masuk ke dalam mobil, Pandu hanya diam saja membiar kan Kia masuk ke dalam mobil,Pandu langsung melaju kan mobil nya tanpa menghiraukan Kia.
Sementara Aldi dan Widya menatap orang yang memeluk Kia meminta penjelasan, siapa dia sebenar nya.
Di dalam mobil Pandu dan Kia.
" Mas aku bisa jelasin, kamu jangab marah dulu mas" ucap Kia membujuk Pandu.
Langit yang tadi nya cerah mendadak gelap di sambut kilatan dan petir, dengan sesaat Hujan langsung mengguyur kota Jakarta begitu deras nya.
" Mas Kia mohon, jangan diam kan Kia seperti ini, Kia gak sanggup Mas" ucap Kia lagi.
" Siapa dia Kia, siapa dia...kenapa dengan mudah nya dia memeluk kamu, dan kamu menangis setelah melihat dia, apa dia cinta pertama mu sebelum kamu menikah dengan ku" ucap Pandu yang sudah emosi.
Kia hanya menggelang kan kepala nya saja kalau apa yang di kata kan Pandu itu salah.
" kamu tidal bisa jawab kan, berarti apa yang aku bilang salah, aku kecewa sama kamu Kia, kamu melukai hati ku, aku begiti me cintai kamu, tapi kenapa kamu malah seperti sama aku" ucap Pandu lagi.
" Aaaaaaaaaaaghrr" teriak Pandu yang sambil memukul setir mobil nya Karena sudah tidak menahan emosi nya.
Kia begitu terkejut dan juga begitu kecewa karena ucapan Pandu.
" Tega sekali kamu mas menuduh ku seperti itu, kamh meyakiti hati ku Mas, turun aku di sini" ucap Kia tiba tiba.
__ADS_1
Entah kenapa Pandu langsung memberhenti kan mobil nya saat itu jaga, Kia pun langsung keluar dari dalam mobil dan Pandu langsung melaju kan kembali mobil nya.
Kia menagis di bawah guyuran air hujan, hati nya sakit mendengar perkataan suami nya tadi, Kia berjalan denga langkai gontai, baju yang di kenakan sudah basah kuyub, karena terlalu lama tertimpa hujan, tiba tiba kepala Kia merasa kan pusing, pandangan Kia pun langsung buram dan tak lama Kia terjatuh di tepi jalan.
Tidak ada yang meolong Kia saat itu karena jalannan sepi di karena kan hujan lebat.
Pandu yang sudah sampai di rumah langsung masuk ke kamar dan membanting pintu kamar karena masih mengingat kejadian di kafe tadi.
Setelah dua jam Pandu sampai di rumah, Hujan belum juga reda, jantung Pandu yang sedari tadi berdetak lebih cepat dan perasaan nya tidak enak memikir kan Kia yang sampai jam segini belum sampai rumah.
Pandu pun langsumg menelpon Kia, tapi sampai sekarang tidak di angkat.
" Kenapa gak di angkat sih, kemana dia, apa dia malah bertemu kembali dengan lelaki yang ada di kafe tadi" ucap Pandu berbicara sendiri.
"Aaaaaaghhr" teriak Pandu merasa emosi seketika.
" Tidak tidak...Kia tidak seperti itu, Kia bukan wanita seperti itu, aku harus mencari Kia" ucap Pandu langsung mengambil kunci mobil nya yang di lempar nya di atas tempat tidur.
Di dalam mobil Pandu kembali mencoba menelpon Kia, tapi tiba tiba Pandu langsung menghentikan mobil nya mendadak, Pandu terkejut mendengar suara ponsel Kia berdering di dalam mobil, ternyata saat Kia keluar, Kia tidak membawa tas nya yang isi nya ponsel dan Hp Kia.
Jantung Pandu langsung berdetak tidak karuan, kini yang ada dalam diri nya adalah cemas dimana Kia sekarang.
" Sayang lamu dimana, kenapa aku bodoh sekali menurun kan kamu di tenha jalan dengan hujan begitu deras nya, ya Allah lindungi istri ku dimana pun dia berada" ucap Pandu yang sudah khawatir dengan Kia.
"Aaaagggh bodoh kamu Pandu...bodoh...karena kecemburuan mu kamu malah membuat istri mu terluka, Kia maaf kan mas sayang" ucap Pandu lagi.
Bersambung....
Jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya readera tercinta, dengab Like,komen yang positif dan Vote.
Kasih bunga dan Kopi juga yang banyak plissssππ
Selamat mejalankan ibadah puasa
Terima kasih yang sudah memberi kan dukungan untuk author
__ADS_1
Love You More ππ