
Aldi yang mengantar Widya ke panti setelah pulang dari rumah sakit sedikit heran melihay Widya yang diam saja.
Aldi pun memanggil Widya tapi Widya sama sekali tidak menggubris panggilan Aldi.
" Wid" panggil Aldi.
" Widya" panggil Aldi lagi.
Karna Widya sama sekali tidak menggubris panggilan Aldi, Ahkir nya Aldi memberhenti kan mobil nya ke tepi jalan.
Widya yang sadar mobil nya berhenti, langsung menoleh ke arah Aldi.
" Kita sudah sampai ya kak" ucap Widya.
Aldi tidak menjawab, Ketika Widya ingin turun, Ia langsung melihay sekitar kalau itu bukan di panti tempat tinggal nya.
" Kak kok kita berhenti di sini? ini kan belum sampai" tanya Widya heran kenapa Aldi berhenti di tepi jalan.
" wid kamu kenapa? dari tadi kakak panggil kamu diam saja, kamu mikirin apa? hemmmm" tanya balik Aldi menatap wajah Widya.
Widya tidak menjawab pertanyaan Aldi, dia kembali melihat ke arah jalan.
" Kak Widya capek, Widya pengen cepat sampai rumah" ucap Widya langsung.
Aldi yang mendengar Widya berbicara dengan suara yang dingin langsung menjalan kan mobil nya kembali.
Aldi terus melihat ke arah Widya karna dari tado diam saja, setelah beberapa menit, mereka sampai di panti tempat Widya tinggal selama ini.
" Widy turun dulu ya kak, kakak hati hati di jalan, nantik kalau sudah sampai kabari Widy ya" ucap Widy lembut pada Aldi.
Aldi yang mendengar ucapan Widy sudah seperti biasa hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala nya saja.
******
Keesokan Pagi nya, hari begitu cerah, Pandu yang sedang berdiri di hadapan Kia yang sedang memasang dasi nya, hanya menatap wajah istri nya sambil tersenyum.
Kia yang dari tadi memperhati kan suami nya senyum terus sambil menghadap diri nya, langsung melihat nya dengan tatapan aneh.
" Kenapa liatin Kia terus Mas, ada yang salah sama Kia" tanya Kia pada suami nya sambil memperhati kan pakaian yang Kia kenakan.
__ADS_1
Pandu yang mendengar pertanyaan istri nya samakin tersenyum dan memeluk pinggang istri nya dan mencium pipi Kia dengan gemas.
" Gak ada yang salah sayang, cuma Mas liatin istri Mas yang cantik nya luar biasa ini" sahut Pandu sambil merapi kan rambut Kia yang belum memakai hijab.
" Hemmm gombal kamu Mas" ucap Kia lagi lalu melepas kan pelukan suami nya dan pergi mengambil hijab pashmina nya.
Pandu hanya memperhati kan istri nya saja yang sedang memakai hijab nya dengan begitu cepat karna sudah begitu mahir.
Setelah selesai Kia bersiap siap, Pandu masih santai melihat istri nya yang sudah mau turun ke bawah.
" Mas ayo buruan kita ke bawah, nantik kamu telat Mas" ucap Kia sambil menarik tangan Pandu, tapi Pandu malah menarik balik tangan Kia dan memeluk pinggan nya.
" Sayang kamu makin cantik saja tiap hari, Mas gak mau ikhlas kalau laki laki melihat kamu dengan puas di rumah sakit dan kampus" ucap Pandu sedikit merajuk.
" Mas kamu ada ada aja, mana ada yang berminat sama orang hamil gini" sahut Kia sambil menarik hidung suami nya.
" Tapi perut kamu belum terlalu kelihatan sayang, dan aura kecantikan kamu terpancar, Mas benar benar gak suka kamu di lihatin sama laki laki di luar sana" ucap Pandu lagi pura pura sebel.
" Uda ahk ayuk turun Mas, Kia sudah lapar, mama dan papa pasti sudah menunggubdi bawah" ucap Kia memutus kan pembicaraan dan langsung melepas kan pelukan suami nya.
Pandu hanya pasrah mengikuti langkah istri tercinta nya, setelah serapan selesai, Pandu mengantar Kia ke rumah sakit yang di supirin Aldi.
Waktu terus berputar begitu cepat, Kia yang sudah selesai praktek dan melihat keadaan sahabat nya Rika, Karna hari sudah semakin sore, Kia langsung memutus kan untuk pulang, tapi sebelum pulang ke rumah suami nya, Kia ingin pulang ke rumah Ayah nya terlebih dahulu.
" Mang tolong antarin Kia ke rumah Ayah sebentar ya, ada yang mau Kia ambil di sana" ucap Kia pada mang Madi memberi tahu.
" Iya Non" sahut mang Madi.
Mobil pun melaju ke arah rumah ayah nya, Setelah sampai Kia langsung masuk ke dalam rumah nya, Ia pun masuk ke dalam kamar Ayah nya dan mengambil barang yang ingin di ambil nya.
Kia mengambil gitar yang tergantung di dinding kamar Ayah nya, tanpa terasa air mata Kia menetes mengingat momen dimana ayah nya membeli kan Kia gitar untuk Kia.
" Ayah...Kia kangen kenangan bersama ayah saat ayah masih hidup, Kia kangen saat ayah mengajari Kia main gitar dan bernyanyi bersama" ucap Kia sambil memegang gitar pemberian ayah nya.
Kia pun langsung membawa gitar tersebut untuk di bawa pulang ke rumab suami nya, setelah masuk ke dalam mobil, mang Madi langsung melaju kan mobil nya ke rumah majikan nya.
Saat sudah sampai di depan rumah, Kia langsung turun dan masuk ke dalam rumah, di depan pintu, Kia berpapasan dengan mama dewi.
" Sayang kamu sudah pulang" tanya mama Dewi dan mencium kening menantu nya dengan lembut.
__ADS_1
" Iya Ma, mama mau ngapain?" tanya Kia balik.
" Gak ada sayang, tadi mama dengar suara mobil, maka nya mama mau lihat siapa yang datang" sahut Mama dewi.
Mama Dewi melihat Kia pulang membawa gitar, mama Dewi pun kembali bertanya pada menantu nya.
" Sayang ini gitar siapa?" tanya mama Dewi lagi.
" Ohh ini gitar Kia Ma, ayah yang beli kan saat Kia naik kelas XI dan dapat juara umum" sahut Kia sambil melihat kan gitar yang Ia pegang pada mertua nya.
" Pantes kamu bisa bernyanyi dengan suara yang merdu sayang, tarnyata kamu hobi main gitar juga" ucap mama Dewi lagi sambil tersenyum.
" Hehe..Iya Ma" sahut Kia sedikit malu.
" Yasudah kamu bersih bersih dulu deh sayang, Oia kamu sudah makan belum sayang" ucap Mama Dewi dan kembali bertanya pada menantu nya.
" Kia udah makan kok Ma, yauda ini Kia bersih beroh dulu ya Ma" ucap Kia dan pamit mau ke kamar sama mertua nya.
" Iya Sayang" sahut mama Dewi tersenyum.
Kia pun langsung naik ke atas dan masuk ke dalam kamar nya, setelah Kia bersih bersih, Kia keluar kamar nya dan berjalan ke taman belakang rumah sambil membawa gitar nya.
Kia duduk di pendopo dekat kolam berenang yang ada di rumah mertua nya.
Kia memetik gitar dengan perlahan dan menghayati petikan gitar nya, dengan suara yang merdu, Kia bernyanyi dengan pelan.
Para pembantu yang ada di sekitar Kia mendengar Kia bernyanyi langsung terdiam terpesona dengan suara merdu Kia.
Bersambung.....
**Terima Kasih pada semua nya yang udah dukung Author, dan Author ucap kan banyak banyak terima kasih pada yang sudah Like dan Vote novel Author.
Semoga Allah memberi kan Rezeki pada kalian semua. Amiiiin.
Dan Author mohon terus kasih dukungan untuk novel Author ya, dengan Like,Komen dan Vote yang banyak, biar bisa naik rangking.
Salam sayang author buat pembaca " Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan".
❤❤❤❤ All**
__ADS_1