
Tepuk tangan bergemuruh setelah Sabrina menyumbangkan lagu buat Wisnu, Wisnu hanya bisa menuduk tidak berani mengangkat kepalanya karena semua mata langsung tertuju padanya saat Sabrina memberikan ciuman jarak jauh selesai dirinya bernyanyi.
Tiara sang adik hanya bisa tertawa melihat wajah malu sang kakak, dengan santainya Sabrina turun dari atas panggung dan langsung berdiri tepat di samping Wisnu.
" Gimana kak suara Sabrina? bagus kan?" tanya Sabrina dengan senyuman di bibirnya.
" Jelek tau, sakit kuping ini dengarnya? jawab Wisnu yang langsung pergi meninggal kan Sabrina dengan wajah yang merajuk.
" Sabar ya, pasti kak Wisnu nanti luluh jua, mungkin sekaranag dia malu" Ucap Tiara yang langsung di jawab senyuman.
" Oke calon adik ipar" jawab Sabrina dengan Percaya dirinya yang membuat Tiara langsung melototkan matanya dan menatap Andra yang juga terkejut dengan ucapan Sabrina.Namun setelah itu kedua nya langsung tertawa, Sabrina juga ikut tertawa, Andra mengusap oucuk kepala Sabrina dengan sayang karena sudah di anggap aduk olehnya.
" Semangat ya, sampai kamu bisa meluluhkan tuh hati yang kayak kulkas" ucap Andra menyemangati dan di jawab anggukan kepala oleh Sabrina.
Di atas panggung, Ratu dan Haikal saling tersenyum bersama, dan itu juga membuat Oma Dewi ikut bahagia melihat cucunya semua nya Bahagia, Di tatapnya satu persatu mulai dari anak anaknya Anita dan Pandu, kemudian disusul dengan cucu cucunya yang sedang tersenyum bahagia, ada rasa lega karena bisa menikmati kebahagian bersama dengan mereka semua.
Senyumnya langsung cerah saat melihat seseorang masuk melalui pintu ballroom, senyumannya tak pernah lepas saat melihat orang yang sudah di tunggu tunggu sudah hadir.
Anita dan Kia yang melihat wajah Oma Dewi langsung menghampiri sang Oma.
" Oma, sudah malam, kita balik ke kamar saja ya, waktunya kita istirahat, acara nya juga sudah hampir selesai" ucap Kia dan di angguki kepala oleh Nita.
" Tapi Oma masih mau di sini, tamu-tamu juga masih banyak, nanti kalau Oma capek Oma panggil kalian" tolak Oma Dewi yang mmebuat Kia dan Anita saling pandang.
Di atas pelaminan yang megah, Haikal juga ingin menyumbangkan suaranya untuk istri tercinta nya, dan itu membuat Ratu begitu senang. lagu yang begitu romantis membuat yang mendengar begitu terhanyut dengan suara kedua pengantin yang memang bagus.
(Haikal)
Pernah kulihat lukisan cantik
Tujuh bidadari dari langit
Namun saat kulihat dirimu
Cantikmu mengalahkan semua
(Ratu)
Pernah kubaca puisi raja
Syairnya indah getarkan rasa
Namun saat namamu disebut
Ku tergetar jiwa penuh rasa
Tuhan yang berikan rasa cinta
Rasa kasih sayang
(Haikal dan Ratu)
Buat apalah susah cari kesana kesini
__ADS_1
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku
Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua di izinkan bersama dan bersatu
Selamanya
(Haikal dan Ratu)
Seperti embun mengerti pagi
(Ratu)
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
(Haikal dan Ratu)
Jadilah kisah ini abadi
Kamulah takdirku
" Ya ampun soswed banget" ucap Sabrina sambil memegang kedua pipinya.
" Coba aja kak Wisnu sadar, ngapai coba cari yang gak ada di depan mata, padahal di sini uda ada yang cocok banget bersanding sama dia" lanjut Sabrina yang malah membuat orang di sekitanya langsung menggeleng kan kepalanya.
(Ratu)
Seperti embun mengerti pagi
Kita yang beda tlah disatukan
Dengan kekuatan cinta kasih
Jadilah kisah ini abadi
Kamulah takdirku
(Haikal dan Ratu)
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Buat apalah susah cari kesana kesini
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Buat apalah susah cari kesana kesini
__ADS_1
Sudah didepan mata kamulah takdirku
Tuhan ciptakan aku
Tuhan ciptakan kamu
Kita berdua di izinkan bersama dan bersatu
Kamulah takdirku
Tepuk tangan kembali terdengar saat pasangan pengantin sudah selesai menyanyikan lagu romantis yang mmebuat semua anak muda mudi di acar tersebut langsung mendadak baper parah.
Kini Acara sudah selesai, pesta sudah berahkir karena sudah tengah malam, semua sudah masuk ke dalam kamar masing-masing, begitu juga dengan kedua pasangan pengantin baru.
Ratu yang baru selesai mandi dan langsung memakai pakaian tidurnya dan melihat Haikal baru saja selesai melaksanakan sholat isya.
" Ayo kak bobok, adek capek banget" ajak Ratu yang sudah naik ke atas tempat tidur.
" Kok bobok si dek, ini kan malam pertama kita" ucap Haikal langsung yang membuat Ratu seketika terdiam.
Di tatapnya wajah tampan dan segar sang suami, Ratu langsung memangilnya dengan menggunakan tangannya dan menyuruh Haikal untuk duduk di sebelahnya.
Haikal dengan senang langsung berjalan menghampiri istrinya yang masih memakai sarung dan baju koko karena selesai sholat.
" Maafin Adek ya kak, bukan gak mau jadi istri sholeha, tapi Adek begitu capek lagian kan masih ada waktu lain, gak harus malam ini kan" ucap Ratu dengan sopan.
Haikal langsung tersenyum melihat wajah Ratu yang memang terlihat letih, " Tapi DP dulu boleh dong, selanjutnya baru" ucap Haikal senagaja mengantung.
Ratu hanya tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya, Haikal dengan elan memajukan kepalanya, di tatapnya bibir mungil Ratu yang tipis di hapadannya, Haikal mencium pucuk kepala ratu terlebih, setelah itu turun ke mata kanan dan kiri dan di susul ke hidung, saat akan mau mencium bibir yang dari dulu sudah begitu membuat nya penasaran tiba-tiba.
Tok
Tok
tok
" Masya Allah, mau DP aja kenapa ada aja sih yang ganggu" ucap Haikal dengan kesal.
Ratu hanya tersenyum melihat suaminya sudah dongkol, namun Haikal teta berjlan ke arah pintu, di bukanya pintu dan nongol lah wajah Wisnu di depannya.
" Ada apa?" tanya Haikal yang melihat wajah Wisnu seperti sedang khawatr.
" Ke kamar Oma sekarang, cepat" ucap Wisnu yang langsung pergi ke kamar Oma.
Haikal masih bingung dan terdiam di tempat, Ratu yang mendengar nama Oma di sebut langsung menghampiri Haikal yang sudah memakai hijab instan nya.
" Kak kenapa dengan Oma?" tanya Ratu penasaran.
Haikal langsung tersadar dan melihat sang istri sudah berada di samping nya, " kakak juga gak tahu dek, mendingan kita kesana sekarang" ucap Haikal dan langsung di jawab anggukan kepala oleh Ratu.
mereka ke kamar Oma tanpa mengganti pakaian mereka, Haikal juga masih memakai sarung dan baju koko, saat sudah dekat, Ratu dan Haikal mendengar suara tangis dari dalam kamar Oma.
Ratu dan Haikal langsung berhenti seketika, mereka saling pandang sesaat, kemudian mereka kembali melanjutkan langkah kaki mereka dengan pelan, dan saat masuk.
__ADS_1
Deg.
bersambung.