Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 57


__ADS_3

Seorang wanita cantik sedang berjalan keluar dari Bandara Soekarno Hatta menuju mobil yang sudah menjemput nya sekita 10 menit yang lalu, Dia berjalan dengan begitu senang dengan senyuman yang mengembang di bibit manis nya.


" Aku datang sayang, ahkir nya aku bisa memiliki mu setelah usaha yang telah aku lakukan" ucap wanita itu setelah di duduk di dalam mobil.


Di pandangi jalanan kota yang sudah di tinggal nya kurang lebih satu minggu untuk liburab untuk merayakan kemenengan nya karena sudah berhasil menyingkir kan orang yang selama ini menganggu hidup nya.


Melihat majikan nya yang hanya senyum senyum sendiri, sang supir pun menanyakan kemana tujuan nya dari majikan nya itu.


"Apa kita langsung pulang Non?" tanya sang supir.


"Iya kita pulang saja, aku sudah rindu dengan kamar ku" jawab wanita tersebut yang tak lain adalah Iren.


Iren baru pulang dari Bali setelah insiden penembakan Kia terjadi, tepat nya setelah mengetahui kalau Kia meninggal.


Karena begitu senang nya mendengar kabar kematian Kia, Iren mengajak teman teman nya untuk liburan ke kota Bali, jadi Iren salama di Bali tidak mengetahui kalau Kia sebenar nya selamat dari Insiden penembekan yang di lakukan oleh orang suruhan Iren seminggu yang lalu.


*****


Di Rumah sakit keluarga Atmaja, Kia sudah di perboleh kan pulang, luka bekas tembakan juga sudah mengering, tinggal bekas nya saja yang masih terlihat, Pandu meminta kepada pihak rumah sakit agar memberi kan obat uang paling bagus untuk istri nya, sehingga luka bekas tembakan Kia cepat mengering.


"Ahkir nya Kia bisa keluar juga dari rumah sakit Mas, setelah seminggu lebih di rumah sakit, begitu membosan kan sekali" ucap Kia yang sudah bersiap siap untuk pulang ke rumah.


"Bukan nya kamu senang di rumah sakit sayang, kenapa sekarang jadi bosan? apa sayang Mas ini mau ganti profesi sekarang? heeem" tanya Pandu berjalan ke arah Kia dan memeluk tubuh Kia dari belakang.


"Kia betah di rumah sakit sebagai dokter sayang, bukan sebagai pasien" jawab Kia yang melepas kan pelukan dari tubuh kekar suami nya.


Kia berjalan ke arah nakas yang ada do sebelah ranjang Kia, Ia mengambil salap untuk mengoles kan ke bekas luka yang ada di punggung nya.


Pandu yang melihat Kia kesusahan untuk mengoles kan salap di punggung nya pun langsung mengambil salap yang di pegang Kia.

__ADS_1


"Kenapa gak mintak tolong sih sayang, kan Mas di sini sayang" ucap Pandu memandang Kia.


Kia hanya menunduk kan kepala nya tersenyum malu, pasal nya selama di rumah sakit, Rika dan Anita kakak ipar nya lha yang selalu mengoles kan salap tersebut ke punggung Kia.


"Kenapa gak di jawab" tanya Pandu sambil mengelus pipi mulus istri nya.


"Kia malu Mas" sahut Kia menunduk malu dan tersenyum kecil di bibir nya.


"Kenapa harus malu sih, Mas kan suami kamu, uda halal juga kan, bahkan Mas bisa melakukan lebih dari ini" ucap Pandu mengangkat dagu Kia agar Pandu bisa melihat wajah istri nya yang sudah mereh seperti udang rebus.


Kia yang mendengar ucapan Pandu pun semakin merah wajah nya menahan malu, sementera Pandu tersenyum senang melihat wajah istri nya yang malu malu.


Pandu pun langsung membalik kan tubuh Kia dan mengangkat baju Kia agar Pandu lebih mudah untuk mengoles kan salap nya di punggung Kia, dengan lembut Pandu mengoles kan salap nya agar tidak menyakiti istri nya, padahal sebenar nya luka nya sudah mengering, tinggal bekas nya saja yang masih terlihat.


Setelah selesai Pandu menurun kan kembali baju Kia dan memeluk Kia dari belakang, Pandu menenggelam kan kepala nya di leher Kia dan menciumi leher Kia dengan lembut dari balik hijab yang di kenakan istri nya,Kia yang meresa geli pun langsung membalik kan badan nya ke arah suami nya.


"Terimah kasih Mas" ucap Kia menatap wajah suami nya dengan senyuman lembut.


"Untuk" sahut Pandu.


"Untuk mengoles kan salep bekas luka yang ada di punggung Kia" ucap Kia memberi tahu.


"Kenapa harus berterimah kasih sayang, itu juga tugas Mas untuk membantu kamu sekarang" sahut Pandu memeluk erat pinggang istri nya.


" Mas gak jijik dengan bekas luka yang ada di punggung Kia" tanya Kia dengan hati hati.


Pandu yang mendengar pertanyaan istri nya tertawa lucu.


"Kenapa harus jijik sayang, kamu ini ada ada ajja" ucap Pandu mencubit hidung Kia dengan gemes.

__ADS_1


"Sakit Mas" ucap Kia memukul dada bidang Pandu pelan.


Pandu yang melihat wajah istri nya dengan begitu dekat pun langsung memeluk pinggang Kia makin erat, tubuh Pandu dan Kia sudah saling menempel, di pandangi wajah istri nya yang lembut, di lihat nya bibir istri nya yang berwarna pink begitu menggoda di mata nya, dengan perlahan Pandu mendekat kan bibir nya ke bibir Kia, Bibir mereka sudah menempel, Pandu ******* nya dengan lembut, Kia yang awal nya diam saja, ikut terbuai dengan ciuman yang di berikan oleh suami nya, Kia dengan perlahan membalas ciuman di bibir Pandu, di kalung kan tangan Kia di leher Pandu, Kia sedikit menjijit agar lebih mudah untuk membalas ciuman Pandu, tangan Kanan Pandu memeluk pinggang Kia dengan erat, sementara tangan Kiri Kia menekan tengkuk Kia agar ciuman mereka semakin dalam.


Saat sedang asik menikmati ciuman yang pertama kali nya bagi Kia dan Pandu setelah menikah, tiba tiba pintu terbuka tanpa di ketuk dari luar, Pandu dan Kia begitu terkejut dan langsung melepas kan ciuman mereka.


Sama hal nya dengan orang yang baru masuk ke dalam ruangan Kia.


"Sorry.... Sorry aku gak sengaja, aku kira tadi kalian sedang memberes kan barang barang buat pulang" ucap Ricki yang terkejut melihat adegan romantis secara live walau hanya beberapa detik saja.


Kia yang malu langsung menyembunyi kan wajah nya di dada Pandu, sedang kan Pandu hanya menatap wajah Ricki dengan tajam.


Ricki yang di tatap begitu tajam oleh Pandu, menelan saliva nya dengan susah, tak lama Aldi masuk untuk menjemput Pandu dan Kia untuk segera pulang ke rumah keluarga Atmaja.


Tapi saat melihat suasana di dalam kamar Kia begitu dingin di rasa Aldi, apa lagi melihat wajah Ricki yang sedikit pucat yang di tatap oleh Pandu, Aldi pun langsung memecah keheningan di antara mereka.


"Ada Apa ini?" tanyak Aldi dengan wajah bingung.


Ricki yang mendengar suara Aldi langsung menghembus kan napas nya lega, Pandu langsung menggandeng tangan Kia untuk segera keluar dari kamar rawat Kia untuk segera pulang dari rumah sakit.


Aldi yang bingung hanya diam saja dan mengambil tas yang ada di atas tempat tidur.


Bersambung.


slalu dukung Author ya dengan Like,Komen,vote, dan beri Tips untuk Author


dukungan kalian sangat berarti untuk Author.


Terimah Kasih 🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2