
Ricki membayar semua hutang keluarga Naya bahkan melebih kan nya beberapa juta agar Rahim tidak lagi menggangu keluarga Naya.
" Sudah kan, sebaik nya kamu pergi sekarang dan jangan pernah menganggu keluarga ini lagi" ucap Ricki dengan tegas.
" sebenar nya siapa kau? kenapa kau membayar hutang mereka? dan seperti nya kau bukan orang biasa, karena penampilan mu berbeda" tanya Rahim penasaran.
" Kau tidak perlu tahu siapa aku, yang jelas sekarang urusan yang punya rumah ini sudah selesai, dan sebaik nya kau pergi sekarang, karena aku males melihat wajah mu" sahut Ricki dengan santai.
" Okeey..dan terima kasih karena sudah membayar nya" ucap Rahim dan langsung meninggal kan rumah Naya.
Tapi langkah Rahim terhenti saat melihat mobil mewah Ricki, Rahim kembali melihat Ricki yang masih berdiri di depan rumah Naya dan masih melihat kepergian nya.
" Bos seperti nya dia bukan orang sembarang, bukti nya dia bisa bayar hutang Ayah Naya langsung lunas, bahkan di lebih kan lima juta, dan pakaian yang ada di badan nya bermerek semua Bos, belum lagi jam tangab dan sepatu nya, harga nya ratusan juta Bos, apa lagi mobil nya ini" ucap sang anak buah.
" Sudah biar kan saja, dia itu terlalu boros membeli barang yang tidak penting, gak kayak aku, uang ku banyak dan gak habis habis" sahut Rahim dan langsung berjalan.
Setelah kepergian Rahim dan anak buah nya, Ricki langsung berjalan ke teras rumah Naya, Naya, ibu nya serta adik nya masih menangis karena sudah terbebas dengan rentenir itu, tapi Naya merasa malu karena sudah melibat kan Ricki untuk membayar hutang keluarga nya.
" Kak Ricki maafin Naya, gara gara kakak di sini, kakak harus melihat yang gak harus kakak lihat dan Naya janji akan membayar semua hutang Naya dengan mencicil nya tiap bulan kak" ucap Naya dengan tangisan nya.
Ricki hanya tersenyum mendengar ucapan Naya, dia salut masih ada gadis biasa yang hati nya benar benar tulus, Ricki melihat Naya jadi mengingat Kia, kesederhanaan Naya mirip dengan Kia yang tidak perna mau merepot kan orang lain.
" Nak makasih banyak, dan sebagai jaminan nya..ini sertifikat rumah peninggalan suami saya, kamu aja yang pegang nak, sampai kita bisa melunasi hutang hutang itu" ucap ibu Hanifah sambil menyodor kan seetifikat yang ada di tangan nya yang sudah di beri kan oleh anak buah Rahim saat hutang nya sudah di bayar.
" Tidak perlu buk, pegang saja sertifikat ini, saya ikhlas untuk membantu, dan soal membayar tidak usah di pikir kan, saya juga tidak meminta Naya dan ibu untuk membayar nya" sahut Ricki dengan tersenyum manis.
Naya hanya menunduk melihat senyuman Ricki, sedang kan Putri adik Naya tersenyum senang.
__ADS_1
" Makasih ya kak uda mau jadi superhero keluarga kita, boleh Putri peluk kakak, Putri kangen sama pelukan ayah" ucap Putri dengan mata yang sudah berkaca kaca.
Ricki tersenyum mendengar ucapan Putri, " tentu saja boleh" ucap Ricki sambil merentang kan tangan nya.
Putri pun langsung memeluk Ricki karena senang, ibu Naya hanya bisa tersenyum karena masih ada yang sayang pada keluarga nya.
" Put uda dong jangan begitu, mbak gak enak sama kak Ricki" ucap Naya yang merasa segan dengan Ricki.
" Tidak apa apa Nay, atau kamu mau saya peluk juga" ucap Ricki dengan sengaja menjahili Naya.
Naya langsung melotot kan mata nya mendengar ucapan Ricki, dia pun langsung menggeleng kan kepala nya dengan ceoat.
Sedang kan di kediaman Atmaja, Pandu dan Kia baru sampai ke rumah setelah lewat magrib, begitu masuk rumah, Anita langsung memanggil Pandu dan Kia yang hendak masuk ke kamar.
" Pandu Kia kakak mau bicara" panggil Anita dari ruang keluarga.
Pandu dan Kia pun langsung berjalan ke arah ruang keluarga, mereka dusuk di kursi di samping mama Dewi.
" Kia sam Mas Pandu dari kantor Ma, tadi Kia nemeni Mas Pandu kerja, tau tau ketiduran di sana, dan kerjaan Mas Pandu memang banyak banget Ma, maka nya kita baru pulang sekarang" ucap Kia memberi tahu.
Mama Dewi langsung mengangguk kan kepala nya tanda mengerti, tapi tidak dengan Anita dan papa Ridwan.
" Pandu kenapa kamu bisa seceroboh begini, kenapa bisa wanita ular seperti Talita bisa masuk ke kantor kamu" Tanya Anita dengan sedikit emosi.
Kia terkejut mendengar ucapan kakak ipar nya, kenapa kak Nita bisa mengetahui hal ini, apa kak Bima yang memberi tahu kan pada kak Nita, padahal maksud Kia dia ingin menutupi aib ini dari keluarga nya, karena memang tidak pantas untuk di bicara kan.
" Pandu juga gak tahu kak, Pandu dan lain nya sedang fokus untuk membetul kan laporan keuangan yang sudah di rekayasa Talita, dan saat kami sedang fokus mengerja kan nya, Talita masuk dan langsung bersikao tak senonoh seperti itu, bahkan saat Kia datang ke kantor, saat itu juga Talita peluk Pandu, padahal kami bertiga sudah mengusir nya secara kasar" ucap Pandu memberi tahu semua nya.
__ADS_1
" Jadi bagaimana? apa semua nya sudah selesai, hukuman apa yang di tentukan untuk wanita itu" tanya Papa Ridwan.
" Besok keputusan nya Pa" sahut Pandu.
" Kakak gak mau tau Ndu, dia harus di hukun setimpal dengan perbuatan nya, biar dia langsung jera" ucap Anita penuh emosi.
" Yasudah tidak usah di bahas lagi, kan semua nya sudah selesai" ucap mama Dewi agar tidak di bahas lagi.
" Oia sayang sebentar lagi acara aniversary pernikahan kalian yang pertama, mama mau membuat syukuran untuk acara itu, mama mau buat pengajian dan acara kecil kecilan, agar rumah tangga kalian tidak ada cobaan yang menimpa kalian" ucap mama Dewi lagi.
" Apa gak bikin repot Ma?" sahut Kia merasa tidak enak.
" Tentu tidak sayang, kan ini acara penting buat kalian" ucao mama Dewi.
" Yasudah biar kakak yang urus semua, kamu terima bersih saja ya" ucap Anita memberi saran.
" Kita sama sama ngerjai nya aja kak, Kia gak mau kakak capek" sahut Kia.
" Yasudah teeserah kamu, yang penting kalau kamu capek, kamu bilang ya" ucap Kia lagi.
Saat lagi asik berbincang bincang, Ara datang dengan membawa buku dan alat tulis nya.
" Tante Kia ajarin Ara nyanyi, soal nya di sekolah Ara mau buat acara Pentas seni, dan Ara di suruh Nyanyi sama guru kelas Ara" ucap Qiara yang sudah berdiri di hadapan Ara.
Anita yang mendengar permintaan anak nya langsung memjit pangkal hidung nya, karena tadi Anita sudah menawari Ara buat mengajari nyaz tapi Ara tidak mau karena kata nya suara mama nya jelek.
Bersambung
__ADS_1
Ayo jangan luoa tinggal kan jejak ya readers tercinta, dengan Like,komen dan Vote yang banyak, dan jangan lupa kasih poin juga ya readers.
Love You More 😊😊