Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 221


__ADS_3

Di rumah sakit Raja selalu menemani Cahaya, tak pernah dirinya sedetikpun meninggalkan Cahaya, darah masih terus keluar dari jalan lahir, Cahaya hanya bisa berzikir sambil mengatur nafasnya sesuai yang di ajarkan oleh dokter yang menangani Cahaya saat ini.


Raja menatap istrinya yang sudah berkeringat luar biasa di tambah dengan wajahnya yang sudah begitu pucat, ada rasa tidak tega pada diri Raja, kalau saja rasa sakit itu bisa di pindahkan padanya, mungkin Raja akan menggantikan Cahaya saat ini, tapi semua itu tidak bisa tergantikan sama sekali.


Cahaya menitikkan air matanya mengingat begini perjuangan seorang ibu saat melahirkan, dirinya langsung meneteskan air mata saat mengingat ibunya, walaupun Cahaya anak yang baik, tapi Cahaya juga kadang membuat sang ibu marah saat Cahaya dulu tidak bisa di kasih tahu, dan ayahnya akan membela sang anak karena tidak mau membuat Cahaya menangis kalau di marahi ibunya.


" Ibu" ucap Cahaya dengan suara tercekat.


Raja yang mendengarnya langsung mencium kening Cahaya agar Cahaya bisa kuat, tak lupa dia selalu membacakan ayat suc al-qur'an agar istri dan anaknya selamat dan sehat.


" Sabar ya sayang, kamu harus kuat, demi anak kita" ucap Raja di telinga Cahaya.


Mama Kia yang melihat darah terus merebes dari jalan lahir begitu khawatir, sudah hampir 7 jam lamanya, namun pembukaan masih bertahan pada pembukaan 7 saja.


" Ja ini tidak bisa di biarkan, mama khawatir dengan Aya dan bayi kalian. kita harus segera melakukan secar sesuai apa yang di katakan dokter" ucap mama Kia yang juga sedari tadi menemani anak dan menantunya.


Cahaya yang mendengarnya langsung menggelengkan kepalanya, dia ingin menjadi seorang ibu yang bisa melahirkan normal. Mengerti dengan apa yang di maksud sang menantu, mama Kia memberikan pengarahan agar Cahaya tidak mempertahankan keinginannya.


" Sayang, mau kamu melahirkan normal atau secar, hasilnya sama saja sayang, kamu tetap seorang ibu yang sempurna di amata anak kalian nanti, tidak ada bedanya antara normal dan secar" ucap mama Kia berusaha meyakinkan menantunya.


" Sayang kamu harus di secar, mas gak mau kamu dan anak kita kenapa-napa sayang" bujuk Raja sambil mencium pipi Cahaya dengan lembut.


Cahaya terdiam sejenak, kemudian dia langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju. " Alhamdulillah" ucap mama Kia dan Raja.

__ADS_1


Begitu mendengar Cahaya ahkirnya di mau di lakukan secar, para dokter langsung mempersiapkan alat-alatnya, Cahaya juga langsung di tindak lanjutin, Raja tetap menemani Cahaya di sampingnya, dengan setia dia memegang tangan Cahaya saat punggung belakang istrinya akan di suntik, Raja memeluk Cahaya agar Cahaya tidak merasakan sakit yang berlebihan.


Setelah selesai di suntik, Cahaya langsung kembali di tidurkan, Raja tak lepas melantukan ayat suci di telinga Cahaya agar istrinya tetap kuat.


Darah persiapan untuk Cahaya sudah di gantung, dari jauh-jauh hari Raja mencari seseorang yang sama golongan darahnya dengan istrinya, dan ternyata salah satu karyawannya mempunyai darah yang sama dan bersedia mendonrkan darahnya untuk sang istri, Raja pun membalasnya dengan mengangkatnya menjadi karyawan tetap di perusahaannya karena awalnya di masih karyawan kontrak saja.


Lampu operasi sudah menyala, Kia dan Pandu menunggu di luar, mulut Kia tidak berhenti mengucapkan sholawat agar menantu dan cucunya selamat dan sehat.


Cahaya terus menggerakkan tasbih yang ada di tanganya, karena Cahaya hanya di bius dari bagian perut sampai kaki saja, sehingga Cahaya masih sadar, sedangkan Raja sesekali melihat perut istrinya yang di sayat, ada rasa tidak tega melihat darah yang begitu banyak di sarung tangan sang dokter. tapi Raja harus kuat demi anak dan istrinya.


hampir 30 menit dokter bekerja, tiba-tiba terdengar suara bayi yang menagis dan membuat Cahaya dan Raja saling tatap.


Oeekk..oeekk..oekk


" Anak kita sudah lahir sayang" ucap Raja yang langsung menitikkan air matanya dan mencium kening sang istri.


Dan di detik berikutnya bayi laki-laki yang masih berlumuran darah langsung di letakkan oleh salah satu dokter di dada Cahaya.


Cahaya dan Raja sontak menangis melihat bayinya yang sedang menggapai tangan sang ibu, bayi merah yang masih berusaha membuka matanya namun masih belum mampu. sedangkan sang dokter kembali melanjutkan menutupan bekas sayatan di perut cahaya dan kembali di jahit seperti sedia kala.


Setelah 30 menit berjalan, ahkirnya bayi laki-laki yang sudah di bersihkan, dan Cahaya yang juga sudah selesai di jahit dan sudah bersih di bawa ke ruangannya. Raja mengikuti dimana sang bayi dan istrinya di letakkan, jelasnya di room vvip karena rumah sakit saja punya keluarga Atmaja.


Kia dan Pandu juga menyusul dimana menantu dan cucunya di letakkan, begitu pintu ruangan terbuka, senyuman langsung terbit dari bibir Kia dan berjalan ke arah Menantunya untuk mmeberikan selamat.

__ADS_1


" Selamat ya sayang, ahkirnya jagoan kalian lahir dengan sehat" ucap Kia dan di jawab anggukan kepala oleh Cahaya.


" Sudah kamu adzanin Ja?" tanya papa Pandu.


" Sudah Pa, saat masih belum di bersihkan Raja langsung mengadazani baby boy" jawab Raja menatap anaknya yang begitu lelap dengan tidurnya saat selesai di berikan asi dini waktu masih di ruang bersalin tadi.


" Tampannya cucu Oma" ucap Kia sambil menoel pipi chuby cucunya.


" Sebaiknya mama dan papa istirhat saja di kamar atas, ini masih jam 3 pagi, Raja yakin mama dan papa pasti lelah, biar Raja yang jaga Cahaya dan baby boy" ucap Raja yang melihat wajah capek kedua orang tuanya.


 Mama Kia langsung melihat ke arah Cahaya yang sudah tertidur karea kelelehan dan pengaruh minum obat setelah melahirkan, ada benarnya juga kalau dirinya istirahat sejenak.


" Iya, mama sama papa istirahat dulu ya, kalau ada apa-apa kamu jangan sungkan hubungi mama atau papa" ucap Kia dan di jawab anggukan kepala oleh Raja.


Begitu di lihatnya kedua orang tuanya sudah terlelap. dan istrinya juag sudah terlelap, Raja menatap wajah tampan anaknya yang tidak jauh berbeda dengan dirinya, hanya mulutnya saja yang mirip dengan Cahaya.


" kamu harus tumbuh jadi anak yang sholeh ya sayang, jadi anak yang bisa membanggkan mami dan papi" ucap Raja dan ucapan Raja di respon dengan nguletnya baby boy dan tentu saja membuat Raja tersenyum seketika.


Kemudian Raja langsung malanjutkan duduk di samping tempat tidur istrinya, di tatap wajah pcat sang istri yang baru saja memperjuangan nyawanya demi melahirkan buah hati mereka.


"Terima kasih sayang, kamu memang wanita hebat dan tangguh, aku semakin sayang sama kamu" ucap Raja dan mencium kening Cahaya dengan lembut, setelah itu Raja langsung memejamkan matanya dengan memegang tangan Cahaya, dan satu tangannya lagi memegang box bayi.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2