
Bima yang sudah mendapat kabar dari orang suruhan nya hanya bisa mengerut kan alis nya karena merasa aneh dengan hasil yang di informasi kan tentang anak buah nya mengenai mobil yang di lacak nya.
" Masa sih itu mobil milik orang itu, gak mungkin kan orang yang seperti itu mau mencelakai orang, aku harus sampai kan dengan Pandu" ucap Bima merasa bingung sendiri setelah mendapat kan informasi dari orang suruhan nya.
Pandu, Kia dan Ara sedang asik memilih es cream di supermarket dekat rumah mereka, setelah itu mereka langsung menuju stand makanan yang ingin di beli oleh Ara, yaitu banana coklat.
Saat sedang menunggu membeli banana coklat, Kia melihat sekeliling supermarket agar tidak merasa bosan, tapi tiba tiba mata nya tertuju pada seseorang yang sedang membayar belanjaan nya di kasir.
Deg
Jantung Kia tiba tiba berdetak lebih cepat, di amati orang yang sedang berdiri di kasir dengan begitu intens, Pandu yang melihat istri nya seperti melihat sesuatu, langsung mengikuti arah mata yang di tuju istri nya, tapi Pandu tidak melihat apa apa, hanya orang orang yang sedang bayar di kasir.
" Sayang kamu lihat apa sih? kenapa seperti itu banget lihat nya" tegur Pandu.
Kia langsung terkejut mendengar teguran Pandu, Kia tersenyum dan ingin memberi tahu kan apa yang di lihat nya, tapi orang tersebut sudah tidak ada.
" Itu mas, tadi Kia lihat seseorang yang seperti nya tidak asing di mata Kia" ucap Kia memberi tahu tapi saat menunjuk ke arah yang di lihat nya, orang tersebut sudah tidak ada.
" Mana sayang" tanya Pandu.
" It...Lho sudah tidak ada, mungkin sudah pergi Mas, atau hanya perasaan Kia saja" ucap Kia.
Pandu kembali melihat ke arah yang di tunjuk Kia, tapi memang Pandu tidak melihat siapa siapa, banana coklat yanh di pesan Ara sudah selesai, mereka langsung keluar supermarket menuju butik untuk mengambil baju yang sudah mereka pesan.
Di rumah sakit, Ricki sedang membujuk Naya agar mau di ajak ke acara tujuh bulanan Kia besok, Sebenar nya Naya mau ikut di ajak, tapi Naya merasa tidak pantas berada di lingkungan keluarga berada, seperti acara nikahan Aldi dan Widya semalam, Naya merasa minder saat bergabung dengan semua sahabat Ricki, tapi Naya berusaha membuat diri nya senyaman mungkin.
" Maaf kak, bukan Naya tidak mau, tapi Naya gak pantas berada di acara itu, lagian kenapa harus Naya kak, Naya cuma gadis miskin yang beruntung bisa kenal dengan kakak" ucap Naya menunduk kan kepala nya.
__ADS_1
" Nay kamu jangan bicara seperti itu, semua menusia sama di mata Allah, tidak ada beda nya walau pun itu kaya atau miskin, dan aku tidak pernah memandang kamu seperti itu" sahut Ricki menegas kan.
Naya hanha diam saja, saat Naya sedang berfikir, pintu ruangan Ricki yang memang awal nya terbuka di ketuk oleh Rika dan Yara.
Yah setelah kejadian di acara nikahan, Reza mengenal kan Yara lebih dekat lagi pada Rika dan Firman, jadi sekarang mereka sudah semakin dekat, walau pun Rika merasa bersalah karena pernah berfikir Yara mau merebut Pandu dari Kia.
" Kak Ricki ayo buruan makan siang, pada lagi ngapain sih" ucap Rika yang sudah masuk ke dalam bersama Yara.
" Pas banget kalian datang, tolong bujuk Naya dong, dia gak mau aku ajak ke acara syukuran tujuh bulanan Kia besok, kata nya dia merasa tidak pantas berada di sana" ucap Ricki meminta pertolongan pada Rika dan Yara.
Rika dan Yara saling pandang sejenak, kemudian mereka melihat ke arah Naya yang saat ini menunduk kan kepala nya.
" Naya...kamu kenapa gak mau nerima ajakan kak Ricki?" tanya Rika.
" Maaf Dokter Rika, saya merasa tidak pantas, saya cuma wanita dari kalangan rendahan dok" ucap Naya memberi tahu.
" Dan kamu kak, seharus nya kamu ungkapin perasaan kamu ke Naya, jadi dia bisa berfikir dua kali dengan ajakan mu, karena status kalian, segera lah ungkapin kalau kakak tidak mau Naya di lamar orang diluan" ucap Rika pada Ricki dan langsung pergi meninggal kan ruangan Ricki dengan menarik tangan Yara.
Yara hanya bisa pamit melambai kan tangan nya oada Naya dan Ricki, sedang kan Ricki dan Naya terkejut mendengar ucapan Rika.
Naya langsung menatap Ricki butuh penjelasan, sedang kan Ricki langsung merasa gugup karena tatapan Naya, bahkan untuk menelan air liur nya pun Ricki tak sanggup.
Setelah Pandu tiba di rumah besar nya, Bima langsung Menarik Pandu menuju ruang kerja Pandu, Anita dan Kia yang melihat kak Bima menarika Pandu langsung merasa bingung.
Di ruang kerja Pandu, Bima mencerita kan semua nya tentang penyelidikan anak buah nya, dan informasi yang di dapat kan Aldi dan Firman, Pandu pun terkejut dan merasa janggal.
" Sebaik nya kamu tanya sama Kia Ndu, agar kita tidak penasaran seperti ini" ucap Bima dan langsung di angguki kepala oleh Pandu.
__ADS_1
Di kamar Pandu dan Kia, setelah selesai sholat ashar, Pandu mengajak Kia duduk di balkon kamar mereka untuk menanyakan sesuatu pada Kia.
" Emmm...sayang ada yang mau mas tanyak kan sama kamu" ucap Pandu sedikit gugup.
" Tanya apa Mas" ucap Kia sambil melihat Ara yang sedang berenang di kolam bersama kak Bima.
" Apa kamu punya saudara atau pernah dekat dengan seseorang" tanya Pandu dengan hati hati.
Kia yang mendengar pertanyaan suami nya langsung melihat Pandu sejenak, kamudian berjalan ke arah Pandu dan duduk di samping suami nya.
" Kenapa mas bertanya seperti itu? apa Mas curiga sama Kia" tanya balik Kia.
" Tidak sayang, mas hanya ingin tahu saja" ucap Pandh meyakin kan Kia kalau tidak ada apa apa.
Kia menarik nafas sejenak, kemudian dia melihat suami nya sebentar dan kembali melihat ke arah depan.
" Kia tidak ada saudara Mas, karena ibu dan ayah sama sama anak tunggal, dan ibu juga tidak bisa hamil lagi karena saat umur Kia 8 tahun rahim ibu di angkat karena ada kista yang tumbuh di urat urat rahim ibu" ucap Kia mencerita kan pada Pandu.
Bersambung...
Mohon untuk selali dukung author dengan Like,komen yang positif dan vote plissss.
Kasih bunga dan kopi juga yang banyak yaa plisss 🙏🙏
Dukungan kalian lah yang membuat Author semangat untuk nulis.
Author mengucap kan banya banyak terima kasih karena masih setia dengan cerita author ini.
__ADS_1
Love You more 😊😊