Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 269


__ADS_3

Adela sengaja menabrak kan tubuh nya ke tubuh mama Dewi sehingga mama Dewi sedikit terhuyung.


" Maaf Tante, aku tidak sengaja, soal nya aku terburu buru" ucap Adela dengan tatapan yang sebenar nya ingin sekali langsung membunuh kedua orang tua di hadapan nya.


" Iya tidak apa apa, lain kali hati hati ya" ucap mama Dewi dengan wajah tak suka.


Dari arah pintu keluar, lelaki yang sudah menunggu Adela hanya bisa menggeleng kan kepala nya sambil tersenyum.


" Bisa bisa nya kau juga ingin membalas dendam mu pada orang tua Adela, aku takut kau malah menjadi makin menderita nanti nya berurusan terlalu kejam pada keluarga Atmaja" ucap sang lelaki tersebut dengan menatap Adela dari pintu lobi.


Mama Dewi masih menatap kepergian Adela yang sama sekali tidak ada sopan nya, sedang kan papa Ridwan hanya bisa mengelus punggung istrinya.


" Sudah lah Ma, mungkin gadis itu memang seperti itu sifat nya, banyak kan anak zaman sekarang yang etitut nya kurang" ucap papa Ridwan menyemangati istri nya.


Mama Dewi hanya bisa mengangguk kan kepala nya dan kembali melanjut kan langkah nya menuju mobil agar segera pulang dan sampai di rumah.


*****


Di rumah besar, entah kenapa Kia dari tadi perasaan nya tidak tenang, Anita pun sebenar nya sama, tapi dia bisa membawa tertawa agar merasa happy kembali.


Dengan menatap ke arah pintu masuk sambil mengendong Raja yang lagi tertidur, perasaan Kia semakin tak karuan, ahkir nya Kia meletak kan Raja di box bayi dan mengambil ponsel nya untuk menghubungi suami nya.


Setelah nada tersambung beberapa kali, ahkir nya Pandu mengangkat telpon nya.


" Assalamualaikum sayang" ucap Pandu yang sebenar nya sudah berada di luar rumah bersama dengan rombongan pria tampan.


Siapa lagi kalau bukan Aldi, BIma dan juga Firman. Aldi dan Firman ikut ke rumah besar Atmaja karena ingin menjemput istri istri tercinta mereka.


" Walaikumsalam Mas, Mas dimana? sudah jalan pulang atau pulang malam hari ini?" tany Kia langsung.


" Mas seperti nya lembur sayang, ada apa memang nya, kamu sudah rindu ya sama Mas" ucap Pandu dengan kekehan kecil.


" Pulang malam ya Mas, yasudah kalau gitu nanti pulang nya hati hati ya Mas" ucap Kia dengan nada sedikit sedih.

__ADS_1


Pandu yang mendengar nada suara istri nya seperti sedih langsung masuk dan melihat istri nya yang baru aja balik untuk gabung ke ruang keluarga semakin tersenyum, sementara ketiga pria yang ada di belakang Pandu hanya bisa menggeleng kan kepala mereka karena melihat Pandu yang semakin hari semakin usil pada Kia.


" Sayang" panggil Pandu saat Kia sudah hampir berbelok ke ruang keluarga.


Kia yang mendengar nama suami nya langsung berbalik dan tersenyum manis pada Pandu, Pandu yang melihat senyuman istri nya langsung lega perasan nya yang seak dari tadi seperti mengganjal di hati nya.


" Mas....tadi kata nya lembur" ucap Kia sambil mencium tangan suami nya di suusl Pandu yang mencium kening Kia dengan lembut.


" Mas hanya bercanda sayang, biar kamu semakin rindu sama Mas kalau Mas bilang pulang malam" ucap Pandu yang hanya mendapat cubitan di pinggang Pandu.


" Oia sayang, kamu jangan tersenyum seperti tadi kalau ada mereka mereka itu, Mas gak iklas kalau senyuman istri mas yang cantik ini di lihat pria lain selain mas" ucap Pandu yang masih memeluk Kia.


Entah kenapa perasaan nya masih tetap tidak enak, tapi Pandu berusaha membuat biasa agar Kia tidak curiga.


" Yasudah mending Mas sekarang mandi dulu, Kia sudah siap kan baju mas" ucap Kia dan langsung di angguki suami nya.


Saat Pandu sudah melangkah, Kia kembali memanggil Pandu.


" Mas..." panggil Kia.


" Sudah sholat Ashar kah" tanya Kia.


" Sudah sayang, tadi jamaah di masjid bareng mereka" sahut Pandu yang langsung di angguki kepala oleh Kia dan tak lupa senyum nya.


Kini Pandu kembali melanjut kan langkah nya untuk masuk ke kamar, sementara Kia yang perasaan nya semakin tidak enak hanya bisa menarik nafas dalam dalam dan Istigfar.


*****


Di dalam mobil, Adela sudah tersenyum senang karena langkah awal nya akan berjalan, dia tidk menyangka akan secepat ini dia beraksi.


" Tunggu kabar duka cita ke rumah mu Pandu" ucap Adela dengan senyuman jahat di wajah nya.


" Adela....sebaik nya urung kan niat mu, kau sudah hidup saja syukur bukan, atau kau bisa memals dendam mu dengan yang baisa saja, aku tidak mau kau terlalu kejam, malah meyakiti dirimu kembali nanti nya" ucap sang lelaki yang setia menolong Adela.

__ADS_1


" Aku berani mati, yang penting aku mendapat kan apa yang aku ingin kan" ucap Adela dengan tatapan kejam ke arah depan.


Dia masih ingat kematian Merry sepupu nya saat tidak bisa makan dengan layak saat mereka di penjara di pulau terpencil, sehingga Merry lebih mengahkiri hidup nya dengan bunuh diri, setelah kematian Merry lah Iren berusaha kabur dengan mencoba masuk diam diam ke dalam helikopter yang datang untuk mengantar bahan pangan para tentara yang menjaga pulau tersebut, tapi selalu ketahuan oleh tentara yang ada di sana, hingga puncak nya Iren mencoba berenang mana tau ada kapal yang bisa menyelamat kan nya.


Dan benar saja, saat itu dunia betrpihak pada nya, saat dia sudah pingsan karena tak sanggup berenang dan hampir tenggelam, kapal seorang pengusaha emas sedang mogok dan saat menunggu bahan bakar datang, tak senagja dia melihat tubuh iren yang mengapung dan sudah membiru, karena penasran, lelaki itu menolong Iren dean ternyata Iren masih hidup walau wajah yang sudah lebam dan luka di sana sini karena terkena ranting kayu dari pohon mangrove.


Maka dari itu Iren di operasi plastik menyerupai wajah kekasih sang lelaki tersebut yang bernama Adela, lelaki tersebut mengubah wajah Iren menjadi wajah sang kekasih karena ada alasan nya, dan Iren pun tak keberetan, maka jadi lah Iren sekarang menjadi Adela.


" Aku sudah memperingat kan mu, tapi kalau kau tak mau mendengar kan ku, itu hak mu Adela, tapi jangan bawa bawa aku di kemudian hari" ucap sang lelaki tersebut.


" Aku tidak akan menyeret mu dalam urusan ku, kau tenang saja, kau cukup membiayai ku sja karena kau sudah memakai tubuh ku setiap hari nya, karena sejujur nya aku lelah kalau terus menjadi simpanan mu" ucap Adela yang langsung mendapat kekehan dari mulut sang lekaki tersebut.


" tapi akutidak bisa menikahi mu, aku masih setia dengan kekasih ku yang sudah tenang di alam sana, dan aku juga belum bisa membuka hati ku, apa lagi pada wanita seperti mu, yang isi nya hanya dendam semata" ucap sang lelaki yang langsung di tatap Adela dengan tatapan tak suka.


Bersambung


Maaf readers tercinta, author baru bisa Up malam karena hari ini author ada urusan yang memang gak bisa di tunda,


Jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya, dengan Like, KOmen yang positif dan vote yang banyak, plisssss


Jangan lupa juga dengan Kopi dan bunga nya yaa readers yang baik hati dan rajin menabung.


Terima Kasih semua nya.


Love You.


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2