Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 114


__ADS_3

Namun saat baru berjalan dan berfikir untuk langsung pulang, seseorang memanggilnya dari arah belakang Tiara.


" Tiara" panggil seseorang.


Tiara berbalik dan terkejut dan melihat seseorang yang ada di hadapannya saat ini.


Deg.


Jantung Tiara berdetak dua kali lebih cepat dari biasanya, tatapan mata tidak beralih pada wanita yang saat ini sedang berada di hadapannya.


" Tante" sapa Tiara dengan wajah sedikit takut.


Dengan perlahan wanita yang ada dihadapannya langsung melangkah mendekati Tiara, dan dengan cepat Tiara langsung mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan wanita yang ada dihadapannya saat ini.


" kamu cantik sekali Tiara?" sapanya dengan wajah tersenyum ramah pada Tiara.


" terima kasih atas pujian nya tan. tante juga tak kalah cantik" sahut Tiara dengan wajah yang sudah merah merona karena di puji.


Wanita yang ada di hadapan Tiara menatap kesekeliling Tiara, namun dia tidak menemukan siapa pun berada di dekat Tiara saat itu.


" Kamu sendirian ke sini?" tanya Mama Kia yang tadi memanggil Tiara dan mengajaknya berbicara.

__ADS_1


" Iya Tan, Tiara sendiri, dan ini uda mau langsung pulang Tan" ucap Tiara memberitahu.


" Loh kenapa langusng pulang, ayo gabung dengan keluarga tante, kamu pasti belum makan kan?" ajak mama Kia langsung menarik tangan Tiara.


Tiara yang tangannya di tarik langsung terkejut namun Tiara tidak bisa menolak, lagi lagi Tiara merasa jantung berhenti berdetak saat langkahnya sudah hampir sampai dengan keluarga Atmaja.


Cahaya yang melihat Tiara di ajak gabung dengan keluarga mertua hanya bisa tersenyum senang, rencananya berhasil karena ini juga salah satu rencananya bersama dengan Qiara yang sengaja meminta pertolongan dengan mama Kia, mengingat hati mama Kia begitu lembut dan ternyata mama Kia juga setuju dengan ide manantu dan keponakannya itu.


" Semua kenal kan ini Tiara, masih pada kenal kan? dia wanita yang sudah mendonorkan darahnya untuk Cahaya saat Cahaya terkena musibah saat itu" ucap mama Kia memberitahu.


Andra merasa jantungnya sudah tidak bisa bedetak dengan benar, karena mama Kia membawa Tiara bergabung dengan keluarganya, selain itu juga Andra merasa Tiara begitu cantik dengan hijab yang di kenakannya.


" Iya kakak masih ingat Kia, dia adiknya yang sudah hampir membunuh Raja saat kemah di hutan dulu dan kakaknya juga yang menyebabkan Cahaya masuk rumah sakit bukan?" ucap mama Anita to the point.


jantung Tiara langsung remuk bagai di hantam besi panas saat mendengar perkataan mama Anita, begitu juga dengan Andra yang langsung menundukkan pandangannya karena tidak sanggup melihat wajah Tiara saat mendengar perkataan mamanya.


" Tapi semua itu tidak ada sangkut pautnya dengan Tiara Ma, malah dia sudah berkorban dengan darah yang di donor kannya buat Cahaya, mama tidak boleh menyamakan Tiara dengan kakanya, mereka jelas berbeda" ucap Qiara membela Tiara.


Mama Anita hanya tersenyum kecil mendengar ucapan Qiara, semuanya juga tersenyum mendegar pembelaan yang di lakukan Qiara.


" Bagaimana kabar kamu Tiara?" kali ini Oma Dewi yang bertanya.

__ADS_1


" Baik Oma, Alhamdulillah" sahut Tiara dengan lembut.


Mama menatap gelagat Andra yang sedri tadi mencuri curi pandang ke arah Tiara, sesaat mama Kia menatap Qiara yang sedang tersenyum ke arah mama Kia, mengerti dengan arti senyuman keponakan nya, mama Kia pun memulai aksinya dan melihat bagaimana respon kaka iparnya Anita.


" Tiara dari tadi Andra tante lihat curi curi pandang ke arah kamu, kelihatan banget kamu cantiknya malam ini, makanya dia terpesona melihat kamu terus" ucap mama Kia dengan senyuman di bibirnya.


Deg


Deg


Jantung Andra dan Tiara sama sama langsung nyesek seketika, Andra langsung melihat ke arah mamanya yang saat ini juga menatap ke arahnya.


Qiara langsung tersenyum saat melihat respon mamanya yang begitu terkejut saat mendengar ucapan Tante Kia, Ia mendekati Tiara dan memeluk Tiara dari samping.


" Jelas dong Tan, emang Tiara beda banget malam ini, dia cantik banget malam ini" ucap Qiara yang membuat Tiara sudah tidak bisa berbicara sama sekali.


Ratu yang berada di sana hanya bisa tersenyum, Ia melihat Arti yang berada tepat di sebelahnya hanya bisa menundukkan kepalanya saat semua orang memuji kecantikan Tiara, bukannya Ratu tidak mengetahui perasaan Arti saat itu, tapi dia bisa apa, dia hanya gadis kecil yang tidak bisa berbuat apa apa.


Mama Kia juga menyadari Arti yang juga ada perasaan dengan keponakannya Andra, tapi mama Kia tidak bisa berbuat apa apa, karena akan sakit jika Andra dan Arti akan di paksa bersatu kalau Andra tidak mencintai Arti, begitu juga dengan Qiara yang sebenarnya sedih menatap Arti yang merasa seperti di asingkan di sana.


Ratu mengelus bahu Arti untuk menguat kan Arti, dan Arti hanya bisa tersenyum membalas perbuatan Ratu.

__ADS_1


Maafkan kaka ya Ar, kakak gak bermaksud membuat mu sakit hati, tapi ini jauh lebih baik kalau kamu malah di paksa dengan mama untuk melakukan hubungan yang sama sekali Andra tidak menginginkannya, batin Qiara menatap Arti dengan rasa ibanya.


Bersambung.


__ADS_2