
" Ini tidak mungkin" ucap Kia terkejut mendengar ucapan Widya yang duduk di depan ruangan Anita.
" Tapi ini lah yang terjadi Kia, Haikal putra ku mencintai Ratu, aku dengar sendiri setelah Ratu selesai memain kan piano beberapa hari yang lalu" ucap Widya meyakin kan Kia.
" Jujur aku tidak masalah kalau Haikal bersatu dengan Ratu, tapi bagaimana dengan keluarga Atmaja" sambung Widya lagi.
Kia hanya diam mematung sambil menggeleng kan kepala nya tanda msih tidak percaya, namun lamunan nya tersadar saat terdengar suara tamparan dari dalam ruangan Anita.
PLAAAAAAAk
" Apa yang sudah kamu kata kan Kal, apa kamu sudah tidak sadar kalau Ratu itu adalah adik mu, adik sepupu mu" ucap Aldi yang begitu malu saat mendengar ucapan anak nya beberapa menit yang lalu.
Beberapa menit sebelumnya.
Saat Widya mencerita kan apa yang dia ketahui pada Kia, Haikal memberani kan diri nya untuk mencerita kan apa yang ada di dalam hati nya pada Pandu dan Aldi.
" Maaf kan Haikal Pa. Om, Haikal juga tidak tahu kenapa rasa ini bisa ada di hati Haikal, tapi memang ini lah kenyataan nya, kalau Haikal mencintai Ratu" ucap Haikal sambil menatap Pandu dan Aldi secara bergantian.
DUUAAAR
Bagai di sambar petir, Pandu dan Aldi begitu terkejut, sedang kan Andra sudah menutup mata nya mendengar Haikal mencerita kan nya pada Pandu dan Aldi.
Aldi yang tergejut reflek langsung berdiri menghampiri Haikal dan menampar nya serta memarai Haikal detik itu juga.
Kia dan Widya langsung masuk ke dalam ruangan saat mendengar suara tamparan, Widya terkejut saat melihat suami nya menampar putra satu satu nya.
Begitu juga dengan Pandu dan Andra yang terkejut dengan tindakan Aldi pada Haikal.
" Mas.....apa yang kamu lakukan pada Haikal" teriak Widya yang langsung berlari menghampiri Haikal dan langsung memeluk Haikal.
__ADS_1
" Kamu tanya kan saja pada anak kamu itu, berani berani nya dia mencintai adik sepupu nya sendiri, mau diletak dimana wajah mas sayang pada Pandu dan Oma Dewi" ucap Aldi yang sudah begitu marah.
" Tapi tidak dengan menampar Haikal juga Mas" ucap Widya dengan menagis.
Pandu yang mendengar perdebatan antara Aldi dan Widya langsung berdiri dan menengahi keributan itu, Andra hanya bisa diam mematung melihat keributan di depan nya.
" Kak Aldi cukup, Kakak jangan marah seperti ini, Haikal tidak salah" ucap Kia ahkir nya bersuara.
" Apanya yang tidak salah Kia, berani berani nya dia mencintai adik sepupu nya sendiri, seperti tidak ada wanita lain saja di kota Jakarta ini" ucap Aldi mengusap wajah nya dengan kasar.
" Tapi Haikal tidak ada masalah om kalau dia mencintai Ratu, Haikal dan Ratu sama sekali tidak ada hubungan darah seperti aku dan Ratu" ucap Andra memberani kan diri memberi tahu.
" Apa pun itu, tapi mereka adalah keluarga, dari kecil bahkan kalian selalu bersama, bagaimana mungkin dia bisa menaruh hati pada Ratu" bantah Aldi.
" Tapi apa yang di kata kan Andra benar Mas, Haikal tidak masalah kalau dia bersatu dengan Ratu, karena mereka memang tidak ada hubungan darah" ucap Widya membenar kan ucapan Andra.
Pandu hanya bisa memijit kening nya yang pusing mendengar setiap ucapan yang keluar dari mulit Aldi, Andra, Kia dan Widya.
Semua nya terdiam mendengar ucapan Pandu, Pandu sendiri langsung berjalan keluar dari ruangan Anita karena tidak mau membahas ini terlebih dahulu, namun Pandu begitu terkejut saat melihat putri kesayangan nya sudah berlinang air mata di depan pintu.
" Sayang" ucap Pandu lirih dan membuat semua yang ada di dalam ruangan melihat ke arah pintu, betapa terkejut nya mereka semua saat melihat Ratu berdiri di depan pintu dengan air mata yang sudah mengalir di pipi mulus nya.
" Boleh Adik masuk" ucap Ratu di sela isakan tangis nya.
Pandu hanya bisa mengangguk kan kepala nya dan menggeser tubuh nya dari depan pintu, setelah putri masuk, Pandu langsung menutup kembali pintu nya dan berdiri di samping Kia yang saat ini memeluk putri nya dengan sayang.
" Ratu sudah mendengar semua nya" ucap Ratu dengan nafas yang sedikit sesak.
" Apa kak Haikal dan Ratu salah kalau kami saling mencintai" lanjut Ratu lagi.
__ADS_1
Deg
Semua mentap ke arah Ratu setelah ratu berbicara, Pandu pun hanya bisa menarik nafas nya dengan kasar saat mendengar perkataan yang keluar dari mulut Ratu, sedang kan yang lain nya hanya bisa memandang Ratu dengan mematung.
" Adik gak tahu apakah ini cinta monyet atau apa, yang jelas Adik juga memiliki perasaan yang sama sama kak Haikal, awal nya Adik gak tahu kalau kak Haikal juga mempunyairasa yangsama sama Adik, Adik kira kak Haikal selama ini menyukai Sabrina karena Sabrina begitu dekat dengan kak Haikal saat main ke rumah kita, maka nya Adik membuat lagu kemarin, Adik memberi judul lagu itu CINTA RAHASIA, karena Adik berfikir kalau Adik akan memendam semua rasa cinta adik sama kak Haikal" ucap Ratu samnil menangis dan menatap Haikal yang juga menatap nya.
" Tapi saat malam sebelum kakak berangkat untuk perkemahan, Adik tahu kalau kak Aldi juga ternyata mencintai Adik" ucap Ratu memandang Om Aldi dan papa nya Pandu.
" Sekarang Adik tanya sama kalian semua, apa Adik dan kak Haikal salah kalau kami saling mencintai, apa cinta kami benar tidak bisa bersatu, apa karena kita bersaudra cinta kami juga bersaudara" tanya Ratu memandangi orang tua yang ada di hadapan nya satu persatu.
Kia dan Widya sudah menangis mendengar perkataan demi perkataan yang keluar dari mulut Ratu, sedang kan Pandu dan Aldi hanya bisa memijit pangkal hidung mereka.
" Kenapa semua nya pada diam, tolong kasih Adik jawaban nya, apa salah adik dan Kak Haikal saling mencintai, apa adik sama kak Haikal akan berdosa kalau kami bersatu, apa ada larangan kalau saudara tidak boleh saling mencinta, tolong kasoh jawaban nya untuk Adik" lanjut Ratu lagi.
Haikal yang melihat wanita yang begitu di cintai nya menangis begitu pilu ingin sekali memeluk nya sat itu juga, namun ia tidak berani karena tidak mau membuat suasana semakin keruh saat itu.
"Sayang dengar kan papa" ucap Pandu ahkir nya bersuara sedari tadi diam.
Bersambung.
Wayoooo...Pandu mau bilang apa wayoo.
Tunggu terus cerita nya ya readers tercinta.
Love You.
Dan jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya readers tercinta.
terima kasih banyak.
__ADS_1