Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 87


__ADS_3

Aldi yang mendengar Widya menjerit pun berbalik ke belakang, namun saat berbalik Widya sudah hampir terjatuh, Aldi dengan sigab langsung berlari mendekati Widya untuk menolong nya, namun Aldi kurang cepat, bukan nya menolong Widya malah menubruk Aldi.


Buuuuuulkkkkkkk


Widya terjatuh menindi Aldi, posisi Aldi yang di berada di bawah Widya menatap Widya dengan intens.


Dag...Dig...Dug..


Bunyi jantung kedua nya berdetak begitu cepat, Aldi diam mematung menatap Widya yang berada di atas nya, sedang kan Widya menatap Aldi terbengong diam mematung.


Semua yang berada di rumah sakit melihat Aldi dan Widya tersenyum lucu, Aldi yang mendengar suara tertawa orang orang yang berada di sekitar mereka langsung tersadar.


" Sampai kapan kamu mau berada di atas tubuh saya" tanya Aldi yang masih menatap Widya.


Widya yang mendengar Aldi berbicara kepada nya langsung tersadar dan langsung bangkit dari atas tubuh Aldi, begitu Widya sudah bangkit dari atas tubuh nya Aldi langsung berdiri menatap Widya melihat apa Widya ada terluka, tapi Aldi tidak melihat kalau Widya terluka.


" Ehmmm..Bapak tidak apa apa kan? apa ada yang terluka?" tanya Widya menatap Aldi.


" Tidak Ada, yasudah ayo saya antar kamu pulang" sahut Aldi langsung berbalik badan meninggal kan Widya.


Widya yang melihat respon Aldi seperti itu sebel nya bukan main.


Kenapa sih ada manusia seperti itu di bumi ini, hidup kok tidak ada warna warni nya, hitam abu abu saja" gumam Widya yang sudah berjalan di belakang Aldi.


Aldi sudah duduk di balik kemudi, Widya masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang, Aldi yang melihat Widya duduk di kursi belakang hanya menatap Widya dari kaca spion tengah mobil, Widya yang merasa mobil tidak jalan pun melihat Aldi yang ada di depan nya.


" Kenapa belum jalan pak?" tanya Widya.


" Kamu kira saya ini supir kamu, Pindah ke depan " sahut Aldi dengan tatapan dingin nya.

__ADS_1


Widya yang memaju kan mulut nya kesal karena sikap Aldi, sedang kan Aldi yang melihat wajah Widya seperti itu jadi gemes sendiri.


Kenapa dia jadi gemes sekali sih, Aldi apa yang kamu fikir kan terhadap wnita aneh ini, gumam Aldi sambil menggeleng kan kepala nya.


Melihat Widya sudah duduk di kursi depan, Aldi pun langsung melaju kan mobil nya meninggal kan rumah sakit, di tengah jalan Aldi mendengar Adzan Magrib.


" Alamat rumah kamu dimana? soal nya sudah magrib, kalau masih jauh kita mapir sebentar do masjid terdekat untuk sholat magrib" tanya Aldi.


" Tempat tinggal saya sudah dekat kok Pak, nantik bapak bisa sholat di tempat saya saja, kalau bapak mau" sahut Widya.


" Emang tempat tinggal kamu dimana?" Tanya Aldi lagi.


" Di panti Asuhan Sejahtera Pak, saya tinggal di sana" sahut Widya memberi tahu kan alamat tempat tinggal nya.


Aldi yang mendengar Widya tinggal di panti asuhsan begitu terkejut, Aldi mengira kalau Widya anak dari keluarga berada.


" Kamu tinggal di panti asuhan?" tanya Aldi merasa penasaran.


" Tapi kamu kan punya kafe yang sudah lumayan besar, dan kamu juga sudah menjadi dokter, bahkan sekarang sudah mau menjadi spesialis dokter kandungan bukan, kenapa masih tinggal di panti asuhan" tanya Aldi kembali.


Sebelum menjawab Widya tersenyum sekilas," Dulu sebelum saya jadi seperti ini, ibu panti lha yang slalu mendukung saya pak, di saat keluarga saya saja tidak perduli dengan saya, hanya ibu panti yang slalu mendukung saya sampai saya menjadi seperti sekarang ini" sahut Widya.


" Saat masih SMP saya sudah bekerja jadi pelayan di sebuah rumah makan pak, jadi saya banyak belajar tentang masak memasak, setiap ada uang lebih sedikit saya kumpulin buat modal untuk membuka rumah makan, begitu lha pikiran saya dulu, dan saat saya masuk SMA saya bekerja menjadi waiters dengan gaji lumayan, saya mengumpul kan gaji saya sedikit sedikit untuk kebutuhan di panti dan modal saya membuka rumah makan, sampai saya masuk kelas XII saya sudah membuka rumah makan kecil kecilan, dan dari hasil rumah makan itu saya bisa membuka kafe saya seperti sekarang pak, untuk biaya kuliah saya, semua itu beasiswa sampai sekarang, itu lha kenapa saya tidak mau meninggal kan pantio tempat saya di besar kan sampai saya bertemu dengan jodoh saya yang di kirim oleh Allah buat saya" sambung Widya kembali.


Aldi yang mendengar cerita masa lalu Widya begitu tersentuh, ternyata di balik sikap ceria dan jutek nya, Widya mempunyai pengalaman hidup yang begitu pahit.


" Maaf Pak saya jadi curhat tentang hidup saya" ucap Widya karena melihat Aldi yang diam saja.


" Tidak apa apa" jawab Aldi melihat sekilas ke arah Widya.

__ADS_1


Entah kenapa mendengar cerita Widya barusan, membuat Aldi ingin sekali melindungi Wanita yang sekarang berada di samping nya sekarang.


Kenapa aku jadi ingin sekali ngelindungi dia ya? aku juga yatim piatu saat Aku SMA dulu, tapi aku langsung di urus oleh keluarga Atmaja, jadi aku tidak merasa kan susah, bahklan kebahgian slalu aku dapat dari om Ridwan dan Tante Dewi, tapi Widya banting tulang untuk hidup nya di panti asuhan.


" Simpang depan belok kanan ya pak" ucap Widya yang masih melihat Aldi terdiam.


Aldi tidak menjawab, dia hanya mengikuti arah tempat tinggal Widya, tak lama mereka sudah sampai di panti asuhan tempat Widya tinggal selama ini.


" Selamat datang di tempat tinggal saya yang sederhana ini pak" ucap Widya yang melihat Aldi menatap sekeliling panti asuhan tempat tinggal Widya.


Aldi menatap kecerian di wajah Widya, dia hanya mengganguk kan kepala saya tanpa menjawab sepatah kata pun.


" Ayo Pak masuk, bukan nya bapak mau sholat magrib dulu, keburu waktu nya habis" ucap Widya lagi sa,bil berjalan masuk ke dalam panti asuhan tempat selama ini dia tinggali.


Aldi mengikuti Widya dari belakang, di tatap nya punggung Widya yang berada di epan nya, saat Pintu terbuka nampak lha anak anak yang tinggal di panti sedang mengaji setelah menunai kan sholat magrib berjamaah.


Aldi yang melihat nya megitu damai di hati nya, sudah lama dia tidak pernah mengaji setelah sibuk bekerja, walau pun Aldi akui dia tidak pernah meninggal kan sholat lima waktu.


 


 


Bersambung..


Dukung Author terus ya readers, dengan Like, komen dan Vote yang banyak agar Author bisa mendapat rangking di novel toon.


Dukungan Kalian sangat berarti buat Author biar makin semangat untuk menulis.


Terima Kasih Banyak.

__ADS_1


Salam sayang Author untuk yang sudah mampir di novel pertama Author.


__ADS_2