
Hari Qiara sedang melayani pasien nya yang sudah benyk mengantri, Azmi yang sudah ingin menemui Ara langsung masuk saja ke dalam ruangan Ara dan membuat Ara terkejut saat melihat Azmi masuk ke ruangan nya.
" Mau apa? apa kamu tidak lihat kalau aku sedang sibuk?" tanya Ara tanpa melihat Azmi.
" Aku mau membantu calon istriku memeriksa pasien nya yang sudah banyak mengantri di luar" jawab Azmi santai membuat Ara dan kedua suster yang menemani Ara praktek terkejut.
Kedua suster tersebut langsung saling tatap kemudian langsung melhat ke arah Ara. Ara yang paham di lihatin pun langsung menggeleng kan kepala nya.
"Kalian tidak usah dengarin perkataan dr Azmi, dia hanya bercanda" ucap Ara agar tidak terjadi salah paham.
Kedua suster yang mendengar alasan Ara langsung tersenyum, kemudian salah satu dari mereka menjawab ucapan Ara.
" Ada hubungan juga tidak apa apa dokter Qiara, lagian kalau kita lihat dokter Qiara dan dokter Azmi cocok, ganteng dan cantik" sahut sang suster.
Azmi tersenyum mendengar ucapan suster yang menemani Ara praktek menyutui hubungan mereka, Ara hanya bisa menarik nafas nya dalam dalam, kemudian menyuruh sang suster untuk memanggil pasien selanjut nya.
Jadi lah di ruangan Ara pemeriksaan secara doubel, Azmi benar benar menyuruh suster untuk memmanggil pasien berikut nya, dan diri nya yang memeriksa, karena Ara dan Azmi sama sama dokter spesialis jantung.
Setelah sekitar setengah jam, Ara dan Azmi sudah selesai memeriksa pasien nya, Azmi berjalan mendekati Ara yang sedang asik melihat layar ponsel nya.
" Kenapa kamu nerima pasein sebanyak itu, di rumah sakit ini ada beberapa dokter spesialis jantung, kamu bisa memberi kan pada mereka, lihat ini sudah jam berapa, kamu sampai telat makan siang, seorang dokter juga seorang manusia Ra, harus makan dan minum, kalau tidak yang ada kamu sakit" ucap Azmi panjang lebar.
Ara tidak menjawab, dia hanya menatap Azmi dengan tatapan aneh, sama hal nya dengan dua suster yang msih berada di ruangan Ara.
" Apa aku gak salah dengar, ini kali pertama aku mendengar dokter Azmi bebrbicara panjang banget, dan itu dengan dokter Ara, yang merupakan dokter baru di rumah sakit ini" ucap salah satu suster pada teman nya.
" Iya benar" sahut teman nya sambil mengangguk kan kepala nya.
Azmi yang sadar dengan kelakuan nya, Ia langsung menatap kedua suster yang ada di depan meja Ara.
" Kalau sudah selesai kalian boleh keluar" ucap Azmi dengan wajah dingin nya.
__ADS_1
Kedua suster pun langsung mengangguk kan kepala nya, kemudian mereka berdua langsung melangkah kan kaki mereka keluar dari ruangan Ara.
" Ayo kita makan siang, bahkan ini sudah di kata kan makan sore, aku tidak mau kamu kenapa napa" ucap Azmi langsung menarik tangan Ara.
Ara hanya bisa diam dan mengikuti kemana langkah Azmi membawa diri nya, ternyata Azmi membawa Ara ke gedung atas rumah sakit, di sana ada taman kecil yang di buat pihak rumah sakit dan beberapa meja untuk karyawan rumah sakit yang ingin bersantai.
Ara begitu takjum melihat indah nya kota dari atas gedung tanpa terhalang kaca, dia tersenyum sambil merentangkan tangan nya menghirup angin yang menerpa diri nya.
Angin yang kencang membuat hijab yang di kenakan Ara berterbangan dan membuat diri nya semakin cantik, Azmi tidak menyia nyia kesempatan, dia mengambil ponsel dari saku celana nya dan memotret Ara dari arah samping, sehingga foto candid Ara lerlihat begitu cantik.
" Benar benar cantik yang natural" ucap Azmi memandangi foto Ara.
" Ra ayo makan dulu, ini sudah hampir ashar loh" panggil Azmi dan meletak kan ponsel nya di atas meja.
" Sebentar lagi kak, aku masih menikmati pemandangan di sini" ucap Ara tanpa sadar meemanggil Azmi dengan sebutan kak.
Sama hal nya dengan Azmi, dia langsung melihat ke arah Ara karena dia takut hanya salah mendengar.
Ara yang tersadar langsung menutup mulut nya dan menatap Azmi sesaat.
" lupakan saja, ayo kita makan, aku sudah lapar" ucap Ara dan melangkah ke meja.
Tapi Azmi dengan cepat menarik tangan Ara dan memeluk Ara begitu kuat.
" Aku gak salah dengar kan, aku senang kamu manggil aku kak Azmi, aku harap kamu memang di takdir kan untuk ku Ra, kamu jodoh ku Ra" ucap Azmi menatap Ara begitu dalam.
Jantung Ara berdetak begitu cepat, dia mulai sadar kalau setiap Azmi memeluk nya pasti jantung nya berdetak begitu cepat.
" Kenapa jantung ku selalu seperti ini, apa aku memang sudah mulai mencintai kak Azmi" batin Ara menatap Azmi.
" Ra" panggil Azmi dengan lembut.
__ADS_1
Ara yang di panggil begitu lembut oleh Azmi langsung menatap Azmi, Azmi yang melihat mata Ara yang begitu indah di mata nya langsung membawa Ara ke dalam pelukan nya.
" Ra menikah lah dengan ku, bukan nya keluarga kamu juga ingin menjodoh kan kita" ucap Azmi setelah melepas kan pelukan nya.
Ara terkejut dengan ucapan Azmi, dia melepas kan pegangan tangan Azmi dari tangan nya, kemudian Ara langsung berbalik membalakangi Azmi.
" Kenapa aku?" bukan nya banyak yang ingin menjadi pendamping hidup mu?" ucap Ara tanpa melihat Azmi.
" Kita belum ada satu bulan bertemu, tapi kamu sudah mengatakan menikah pada ku, apa aku hanya sebuah pelarian mu saja" ucap Ara dan berbalik menatap Azmi.
Azmi juga menatap mata Ara, dia berjalan mendekati Ara.
" Gak ada alasan untuk menikahi mu Ra, yang jelas setelah pertemuan kita pertama kali, aku selalu terbayang wajah mu, dan aku sholat istihqarah, meminta petunjuk pada Allah, dan jawaban nya adalah selalu wajah mu yang hadir di setiap mimpi ku, apa kamu kurang yakin dengan takdir Allah kalau kita memang berjodoh Ra" ucap Azmi begitu mnatap.
" Itu saja tidak cukup, kita tidak saling mencintai, aku dan kamu juga belum saling mengenal, mana bisa di bilang berjodoh" ucap Ara masih tidak terima.
" Kata siapa Ra? kata siapa kita tidak saling mencintai" tanya Azmi dengan suara yang sudah mengeras.
Ara sedikit takut dengan suara Azmi, dia mundur beberapa langkah agar tidak begitu dengan Azmi.
" Apa kamu tidak bisa melihat aku Ra, kalau aku mencintai pertama kali kita bertemu? dan apa kamu belum sadar kalau sebenar nya kamu juga mencintai aku Ra, aku bisa melihat dari tatapan mata mu Ra" ucap Azmi dengan suara penuh penekanan.
Ara hanya bisa mundur sambil menggeleng kepala nya, entah kenapa dia dada nya merasa sesak saat Azmi berkata cukup keras dengan nya, Azmi terus melangkah mendekati Ara, tanpa mereka sadari kalau Ara sudah hampir di ujung tebing rumah sakit, beberapa langkah lagi Ara mundur, Ara bisa terjatuh.
Bersambung.
Maaf baru bisa up lagi, kemarin Author sednag tidak enak badan karena terus terus tertimpa hujan, dan ini Author sudah kembali.
Happy Raeding......
__ADS_1
Salam sayang author.