Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 112


__ADS_3

" SAH"


Seluruh tamu undangan kompak mengatakan kata sah saat Raja selesai melakukan ijab kabul, air mata Cahaya langsung mengalir saat melihat Raja melafazkan ijab kabulnya dengan satu tarikan nafas di ruang tunggu.


Begitu juga dengan mama Kia dan oma Dewi yang menangis terharu anak laki laki dan cucu laki laki untuk pertama kalinya menikah.


" Ahkirnya Pa, anak kita sudah punya keluarga sendiri setelah ini" ucap mama Kia dengan memegang tangan papa Pandu masih dengan berderai air mata.


" Iya ma, kita hanya tinggal membimbing anak anak kita saja, agar bisa seperti kita sampai mereka tua nanti" sahut papa Pandu.


Kini Cahaya di tuntun Ratu dan juga Arti untuk di pertemukan oleh Raja, saat Cahaya keluar, semua mata tamu undangan yang melihat Cahaya begitu takjub dengan kecantikan Cahaya.


Raja tersenyum lebar melihat Cahaya berjalan ke arahnya dengan senyuman manis di bibir Cahaya, walau Cahaya merasa deg degan yang luar biasa, namun Cahaya masih menampilkan senyuman terbaiknya.


 Begitu Cahaya sudah dekat dengan dirinya, Raja langsung mengulurkan tangannya agar Cahaya menyambut tangan suaminya, Kini Raja dan Cahaya duduk bersama dan saling memasangkan cincin pernikahan mereka, setelah itu Cahaya mencium telapak tangan Cahaya untuk yang pertama kalinya.


Begitu juga dengan Raja, Raja menyentuh ubun ubun Cahaya terlebih dahulu membacakan ayat yang sudah di beritahu oleh pak penghulu, setelah itu Raja menciumkening Cahaya sambil menutup mata, begitu juga dengan Cahaya yang menutup matanya.


Setelah acara ijab kabul, akan di adakan resepsi di hotel ,ilik keluarga Atmaja, namun sebelum berangkat kesana, seluruh keluarga Cahaya mengadakan sesi foto terlebih dahulu.

__ADS_1


" Ayo dong kita foto dulu, sayang kan kalau gak foto, uda bagus gni bajunya" ucap Qiara yang membuat Azmi hanya bisa menggelengkan kepalanya saja melihat tingkah istrinya yang menurutnya semenjak hamil semakin centil.


Namun ajakan Qiara di sambut riang seluruh keluarga Atmaja dengan begitu bahagia, Arti yang melihat keharmonisan keluarga baru sahabatnya begitu terharu, tanpa terasa air matanya juga ikut menetes karena melihat Cahaya begitu bahagia.


" Selamat ya Cahaya, kini kamu sudah menemukan kebahagian mu, setelah kamu susah payah berjuang sendiri setelah kepergian kedua orang tuamu" ucap Arti yang duduk di meja sendiri melihat kebahagian sahabatnya saat berfoto dengan keluarga Atmaja.


" Kamu juga akan seperti itu nanti, saat kamu sudah menemukan laki laki yang akan membawa mu menuju kebahagian" ucap Andra langsung duduk di depan Arti sambil meminum minuman yang sudah tersedia di atas meja.


Arti terkejut melihat kedatangan Andra, namun Arti langsung menampilkan senyuman terbaiknya agar tidak terlihat terkejut.


"Kamu gak ikut foto?" tanya Andra sambil menatap Arti.


Andra tidak menjawab ucapan Arti, dia hanya menatap Arti dan menatap mamanya yang tertawa bahagia dengan keluarga besarnya.


Kata kata mamanya tadi pagi saat acara ijab kabul belum dimuali masih terngiang ngiang di kepalanya, dengan pelan Andra menarik nafas nya dalam dalam dan mengeluarkannya dengan perlahan.


Dari kejauhan Haikal melihat Andra hanya bisa diam, perkataan tante Anita tadi juga masih kepikiran di otanya, entah bagaimana ANdra menyikapi ini, tapi dari lubuk hatinya, Haikal akan membantu sepupunya itu.


Azmi juga yang melihat adik iparnya begitu suntuk wajahnya langsung mendekati istri cantiknya.

__ADS_1


" Sayang, sebaiknya kamu bantu Andra untuk mendapat kan cintanya, cinta gak bisa di paksakan sayang, dan pernikahan juga bukan mainan" ucap Azmi yang mengetahui maksud mertuanya pada adik iparnya.


" Iya By, kamu tenang saja, aku sudah atur semuanya, dan nanti sore akan ada kejutan buat mama, kamu gak usah khawatir, sekarang biar kan saja dulu adik ku si muka datar seperti mumi itu galau dulu" sahut Qiara menatap adiknya yang sedang duduk bersama Arti namun keduanya hanya saling diam.


Sementara di sebuah rumah yang tampak sederhana, wajah mereka begitu sangar saat melihat Cahaya begitu bahagia di hari pernikahannya.


" Ibu lihat kan, begitu beruntungnya Cahaya itu, mahar di hari pernikahannya begitu mewah Bu, belum lagi cincin pernikahan meraka, kalau di uang kan gak ada apa apa nya sama toko roti dia sekarang" ucap Ratih sepupu Cahaya yang tidak terima dengan kebahagian Cahaya.


" Iya benar itu Pak, Cahaya sudah kaya Pak, tapi dia tetap gak mau ngasih toko kue itu sama kita, bapak harus bertindak dong" ucap bibi Cahaya pada orang tuanya.


Aku harus lakukan sesuatu, aku gak mau membuat Cahaya tersenyum senang seperti itu, tunggu saja kabar buruknya Cahaya, kamu akan menagis darah saat mendengarnya, batin Ratih tersenyum jahat sambil melihat Cahaya dari televisi.


" Bu, Kek aku pergi dulu" pamit Ratih pada kakek dan ibunya.


" Mau kemana kau? bukannya di sini bantu ibu cari ide agar Cahaya mau memberikan toko kue nya, kau malah pergi keluyuran tak jelas saja taunya" ucap bibi Cahaya.


Namun Ratih tak menjawab ucapan ibunya, dia langsung pergi begitu saja untuk melancarkan aksinya agar Cahaya menangis di hari pernikahannya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2