Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
DCJPT 210


__ADS_3

sementara di tempat lain , seseorang sedang duduk di kafe sedang menceritakan hal serius.


" Pokoknya kalian harus bisa kasih mereka pelajaran, aku akan bayar ketika pekerjaan kalian beres" ucap orang tersebut.


" Aku gak butuh uang mu, yang jelas kalau aku berhasil dengan apa yang kau inginkan, anak gadismu akan menjadi istriku, kau ingat itu" ucap lawan bicara orang tersebut dengan tatapan tajamnya.


Glek.


Orang tersebut hanya bisa terdiam saat lawan bicaranya berkata untuk menukar anak gadisnya kalau apa yangdi mintanya berhasil, dan setelah mengatakan itu lawan bicaranya pun kini pergi meninggalkan dirinya sendiri dalam diam.


*****


Sementara Haikal dan Ratu yang sudah kembali ke rumah kediaman Aldi setelah berbincang-bincang di rumah utama Atmaja kini sudah bersandar di dalam kamar mereka setelah menyapa Ayah dan Bunda sang sedang menonton televisi di ruang keluarga.

__ADS_1


" Kak" panggil Ratu sambil berjalan ke arah tempat tidur dimana Haikal sedang duduk di atas tempat tidur dengan bersandar di sandaran tempat tidur.


" Hmmmm" jawab Haikal menatap sang istri.


" Kakak memang mau menunda Adek buat hamil sampai Adek lulus kuliah?" tanya Ratu dengan menatap wajah Haikal dengan intens.


Haikal menarik nafasnya dengan  dalam sebelum menjawab pertanyaan saang istri, " kenapa bertanya seperti itu? hemm" tanya  Haikal balik.


"Adek cuma pengen tahu aja kak" jawab Ratu sambil menundukkan pandangan matanya.


" Kakak juga ingin seperti Raja dan Andra sayang, tapi kakak juga gak mau memaksa keinginan kakak untuk memaksa kamu karena kakak merasa kamu masih sangat kecil untuk mengurus semuanya" ucap Haikal dengan pelan.


" Menjadi seorang ibu itu tidak semudah yang kita bayangkan sayang, akan ada mental kita harus kita siapkan jauh-jauh hari, bukan hanya sekedar hamil dan melahirkan saja, tapi kita juga harus benar-benar merawat dan menjaganya dengan benar-benar baik karena anak itu adalah titipan dari Allah" sambung Haikal.

__ADS_1


Ratu langsung meneteskan air matanya mendengar ucapan sang suami, dengan ceat dirinya langsung memeluk Haikal begitu erat.


" Makasih ya kak sudah mau mengerti adek, adek janji akan belajar sungguh-sungguh biar adek cepat lulus dan bisa memberikan Haikal junior" ucap Ratu dan langsung di balas senyuman oleh Haikal.


" Yasudah ayo tidur, besok harus bangun pagi kan, mau hadirin acara nikahan Arti" ajak Haikal dan langsung di jawab anggukan oleh Ratu.


Di ujung kota, tampak seseorang sedang mempersiap kan perlengkapan untuk di persiapkan buat bekal besok.


" Aku yakin kali ini sasaran ku pasti akan kena, dan kau gak bisa lagi berlari dari ku, ku pastikan kalian akan menyesal karena sudah bermain-main dengan ku" ucapnya kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya.


Di kamar tamu, Cahaya menyempatkan menemui Arti sejenak sebelum pergi tidur, " Gimana Ar perasaan kamu saat ini?" tanya Cahaya duduk di ujung tempat tidur.


" Jujur aku deg-degan Ya, dan masih gak nyangka bisa berjodoh dengan Yusuf yang notabennya pertama kali ketemu seperti kucing dan tikus, ehk sekarang malah jadi jodoh" jawab Arti yang langsung di sambut kekehan oleh Cahaya.

__ADS_1


" Itulah yang namanya jodoh, kita gak akan tahu dengan siapa kita akan bersanding. Yasudah kalau gitu aku kembali ke kamar dulu ya, kamu juga istrihatat, biar besok gak ada mata panda kamu nemplok di bawah mata." ucap Cahaya sekalian pamit dan di jawab anggukan kepala oleh Arti tak lupa senyuman juga terbit di bibirnya.


Bersambung.


__ADS_2