Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan

Dokter Cantik Jodohnya Presdir Tampan
Bab 67


__ADS_3

"Apa yang Iren dapat kan di dalam tahanan itu tidak sebanding dengan apa yang dia lakukan pada Kia Tante, dan apa tante tau? gimana terpukul nya Pandu saat Kia di nyata kan tidak bernyawa, di tambah Kia kritis  dan Koma, dengan mudah nya tente datang ke rumah kami menangis dan  memohon untuk membebas kan Iren, itu tidak akan terjadi" sahut Anita  dengan Emosi yang sudah tak tertahan kan lagi.


Saat mereka berbicara dengan begitu emosi nya, tiba tiba......


CETAAAAAAAAAAAAR


Semua yang ada di depan pintu membalik dan terkejut melihat siapa yang ada di belakang mereka.


" Kia" Ucap Anita, Mama Dewi, Papa Ridwan terkejut melihat Kia yang sudah berada di belakang mereka semua.


Sementara mama Iren sedikit lega karena bisa bertemu dengan istrinya Pandu, Mama Iren berharap Kia mau memaafkan apa yang telah di lakukan oleh putri nya.


Kia berjalan ke arah pintu mendekati mereka semua, Mama Dewi dan Anita sudah takut terjadi apa apa dengan Kia, papa Ridwan sengaja menyuruh Kia untuk masuk ke dalam saja, agar Kia tidak drop lagi, mengingat Kia belum sepenuh nya pulih.


" Nak, sebaik nya kamu masuk ke dalam saja, biar urusan ini papa dan kakak mu yang urus, Ma antar Kia masuk kedalam" ucap Papa Ridwan menyuruh istri nya membawa Kia masuk kedalam rumah.


Saat mama Dewi mau mengajak Kia masuk ke dalam, Kia menghenti kan langkah mama Dewi.


" Tidak Ma, Kia di sini saja, Kia mau menyelesai kan masalah Kia dengan Nyonya Ini" ucap Kia yang membuat semua nya terkejut mendengar apa yang di kata kan Kia.


Mama Iren tersenyum karena Kia mau berbicara dengan nya, Mama Iren sangat yakin kalau Kia mau membebas kan putri satu satu nya itu.


Kia beralih menatap mama Iren, tatapan Iren biasa saja, tidak ada reaksi apa pun di wajah nya.


" Sebaik nya kita bicara di dalam saja, tidak enak berbicara sambil berdiri begini, apa lagi di depan pintu" ucap Kia lagi sabil berjalan ke ruang Tamu di kediaman keluarga Atmaja.


Semua menyusul Kia masuk kedalam,Anita sebelum masuk ke ruang tamu, Dia melihat Qiara yang sedang main di ruang keluarga, Anita menemui anak nya terlebih dahulu untuk menyuruh nya main di dalam kamar saja, Anita tidak mau anak nya mendengar berdebatan yang belum pantas untuk dia dengan nanti nya.


" SAyang kamu main nya di kamar saja dulu ya, mama sama yng lain nya lagi ada tamu sayang" ucap Anita pada Qiara.


" Iya Ma" sahut Qiara dan langsung beranjak dari tempat duduk nya sambil membawa boneka kesayangan nya.


Anita kembali ke ruang tamu, dia dukuk di samoing Kia, Anita melihat wajah Kia yang diam saja melihat Mama Iren.


" Kata kan ada apa Nyonya ingin bertemu dengan saya" ucap Kia tanpa basa basi.


" Panggil saya tente saja Kia, sama seperti Anita" sahut mama Iren.


Kia tidak menjawab sama sekali, Dia hanya diam saja tanpa ekspresi menatap mama Iren, semua yang ada di ruangan itu tidak sedikit takut melihat ekspresi Kia.


" Langsung saja Nyonya, tidak perlu basa basi" sabung Kia lagi.


Sebelum memulai berbicara, mama Iren menelan saliva nya susah karna melihat ekspresi wajah Kia yang sulit di arti kan sedang marah atau memang seperti itu sikap nya, pasal nya mama Iren memang tidak pernah bertemu langsung dengan Kia.

__ADS_1


" Kia, Tante mohon maaf kan kesalahan Iren" ucap Mama Iren sambil mengeluar kan air mata nya.


Kia yang mndengar ucapan mama Iren di depan nya masih diam tanpa menjawab, Kia masih menunggu Mama Iren untuk berbicara kembali, tapi setelah cukup lama di tunggu tidak ada suara yang keluar, Kia kembali berbicara.


" Itu saja yang ingin Nyonya bicara kan dengan saya" tanya Kia masih tanpa ekspersi.


Mama Iren yang awal nya menunduk kan kepala nya langsung mengankat kepala nya melihat ke wajah Kia.


" Tolong mamaf kan Iren Kia, tante tau dia salah karena sudah membuat mu masuk rumah sakit, tapi tante tidak tega dengan Iren yang sekarang mendekap di dalam penjara, tante tau kamu wanita yang berhati bauk, maaf kan Iren dan tolong cabut tuntutan nya Kia, tante janji setelah Iren keluar dari dalam penjara, tante akan salau memantau nya agar tidak menganggu rumah tangga kalian lagi" sahut mama Iren dengan menetes kan air mata nya.


Kia yang mendengar menarik napas nya dalam, sementara Anita, Mama Dewi dan Papa Ridwan geram melihat mama Iren yang yang memanfaat kan kebaikan hati Kia.


" Saya sudah memaaf kan perbuatan Iren kepada saya tente" ucap Kia yang membuat semua nya terkejut mendengar nya, sedang kan mama Iren tersenyum senang karena Kia mau memaaf kan Iren.


" Terimah kasih Kia, Kamu sudah mau memaaf kan Iren, Tante tau kamu memang wanita yang berhati baik" ucap mama Iren dengan senang


Anita yang gak setuju dengan perkataan Kia langsung berbicara, tapi sebelum Anita merbicara Kia sudah memotong nya.


" Kia Ap..."ucapan Anita terputus.


" Biar kan Kia yang menyelesai kan maslah ini kak" ucap Kia langsung memtong perkataan Anita.


Anita langsung bungkap, mama Iren yang melihat itu langsung tersenyum smakin senang, tidak sia sia usaha nya karena sudah datang ke kediaman Atmaja untuk bertemu KIa.


" Saya memang sudah memaaf kan anak tante, tapi hukuman yang sudah di tentukan oleh pihak polisi tetap akan beraku untuk nya, Kia tidak bisa mencabut tutuntan yang sudah di beri kan pada suami nya saya, karena itu memang sudah pantas untuk putri anda Nyonya" ucap Kia dengan tegas.


" Tante Mohon Kia, cuma kamu yang bisa membebas kan Iren, bujuk Pandu agar mau mencabut tuntutan nya" sahut Mama Iren memohon.


" Saya tidak bisa Nyonya, hukum tetap berlaku, dan itu tetap akan di dapat kan Iren karena perlakuan nya kepada saya" ucap Iren dengan tegas walau pun air mata nya sudah mengalir di pipinya.


" Saya sama sekali tidak kenal dengan putri anda Nyonya, tapi kenapa putri anda dengan kejam nya melakukan itu kepada saya, sampai saya di nyatakan sempat tidak bernyawa dan koma, saya yang berbaring lemah dan tidak sadar tidak tau bagaimana dengan suami saya pada saat itu, pasti dia begitu sakit melihat saya yang terbaring lemah di brangkar rumah sakit, apa yang saya lakukan untuk tetap mmpertahan kan hukuman untuk putri anda salah? mengingat apa yang telah di lakukan putri anda merugikan saya dan suami saya" uacp Kia dengan sedikit emosi sambil menahan tangis nya.


Mama Dewi yang mendengar ucapan Kia menangis karena tak sanggup melihat menantu nya manangis menginat kejadian seminggu yang lalu.


" Sebaik nya Nonya pulang, karena saya sudah memafkan perbuatan putri Nyonya, tapi untuk membebas kan putri Nyonya samapai kapan pun itu tidak akan terjadi" sambung Kia lagi  dan langsung bangkit meningglkan mereka semua di ruang tamu.


Anita, mama dan papa membiar kan Kia pergi, sementara mama Iren tak bisa berbicara apa apa lagi.


" Apa tente sudah dapat jawabnya? lebih baik sekarang tante pulang, karena usaha tente tetap sia sia untuk bisa membebas kan Iren" ucap Anita dan langsung pergi melihat keadaan Kia di kamarnya.


Mama Iren langsung beranjak untuk pulang tanpa melihat Dewi dan Ridwan yang ada di hadapannya, Mama Iren berjalan dengan air mata yang berlinang karena tidak bisa membebas kan putri nya.


 

__ADS_1


 


Bersambung...


 


Jangan lupa untuk selalu dukung Author ya Readers, dengan Like, Komen dan Vote yang banyak


Serta kasih Rating bintang lima ya Readers.


Dukungan kalian sangat berarti untuk Author.


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2