
" Maaf tuan, kedua wanita ini tidak bisa mendonorkan darahnya karena yang satunya sudah mendekati masa subur, dan yang satunya sedang mengalami anemia, akan bahaya kalau kita paksakan untuk di ambil darahnya" ucap perawat menjelaskan.
Raja yang mendengar itu langsung mendadak lemas dan terduduk di lantai, mengingat waktu yang dibutuhkan tinggal 15 menit lagi.
" Biar aku yang donorkan darah buat Cahaya" ucap seseorang daru ujung koridor UGD, dan semua mata langsung tertuju ke arah asal suara.
Raja seketika langsung berdiri menatap orang yang berjalan ke arah dirinya.
" Izinkan aku untuk mendonorkan darahku untuk Cahaya Ja" ucap Tiara menatap wajah Raja yang menatap dirinya tidak percaya.
" Pliss Ja, biarkan aku yang donor kan darahku buat Cahaya, semoga dengan aku mendonorkan darah ku pada Cahaya hukuman untuk kak Wisnu tidak begitu berat" lanjut Tiara yang langsung membuat Raja langsung mengerutkan kening nya saat mendengar perkataan Tiara, begitu juga dengan yang lainnya.
" Aku bisa jelaskan nya nanti setelah aku selesai mendonorkan darahku buat Cahaya" ucap Tiara lagi.
Raja tidak punya pilihan, Ia hanya bisa menganggukkan kepalanya, yang terpenting saat ini nyawa Cahaya bisa di selamatkan dan Cahaya bisa mendapatkan donor darah secepatnya.
Tiara masuk ke ruang pemeriksaan di ikuti semua mata keluarga Atmaja memandang ke arahnya, begitu juga dengan Andra dan Arti yang menatap Tiara dengan tatapan yang sama sama berbeda.
Andra menatap Tiara dengan tatapan semakin kagum, sedangkan Arti memandang Tiara dengan rasa cemburu, tapi semua itu ia tahan demi keselamatan Cahaya yang sudah seperti suadaranya sendiri.
Setelah melakukan pemeriksaan, ahkirnya Tiara lah yang mendonorkan darahnya untuk Cahaya.
" Bagaimana keadaan Aya kak?" tanya Raja pada Azmi setelah selesai memasang transfusi darah ke dalam tubuh Cahaya.
" Semua sudah baik baik saja Ja, keadaan Cahaya sudah stabil, masa kritisnya juga sudah lewat, Allah begitu sayang padanya, sehingga ia bisa melewati masa kritis" jawab Azmi.
" Alhamdulillah" ucap Raja dan yang lainnya.
" Cahaya akan di pindahkan ke ruang perawatan, tapi tidak boleh di jenguk dengan banyak orang dulu ya, hanya satu orang yang boleh masuk, karna Cahaya masih butuh istirahat" ucap Azmi memberitahu yang langsung di angguki kepala oleh yang lainnya.
" Papa dan Om Aldi sudah menyelediki kasus kecelakaan yang menimpa Cahaya, dan saat ini pihak kepolisian sudah menangkap pelakunya" ucap papa Pandu yang langsung di angguki kepala oleh Raja.
" Sebaiknya kamu ganti baju dulu sayang, dan bersihkan tubuh kamu, lihat lha tubuh kamu penuh dengan darah" ucap mama Kia sambil menyerahkan paperbag yang berisikan pakaian Raja yang entah kapan bisa sampai di rumah sakit, hanya mama Kia lah yang tahu.
__ADS_1
" Iya Ma" sahut Raja yang langsung berjalan ke arah kamar rawat Cahaya untuk membersihkan tubuhnya.
" Kalau begitu kita balik dulu ya, kalau ada apa apa kabari kami" ucap papa Pandu pada Haikal dan Andra.
" Sayang ayo kita pulang, besok kita kesini lagi" ajak mama Kia pada Ratu yang saat ini berada di sebelah Haikal.
Ratu langsung menatap Haikal dengan wajah cemberutnya, yang membuat semua orang tersenyum melihat bibir Ratu yang maju kedepan.
" Adek pulang sama mama ya, kakak masih ada yang harus di selesai kan" ucap Haikal yang langsung membuat Ratu mendesah sambil menganggukan kepalanya.
Dengan langkah berat Ratu berjalan menghampiri mama Kia dan papa Pandu untuk ikut pulang.
Setelah para orang tua sudah pada pulang, tinggallah Haikal, Andra dan Arti di depan ruangan rawat Cahaya.
" Ayo Ndra kita harus segera ke kantor polisi" ajak Haikal pada Andra.
" Kamu tunggu di mobil sebentar, aku mau nemui seseorang dulu, gak lama kok" ucap Andra yang langsung di angguki kepala oleh Haikal.
" Ar kamu mending balik saja, kalau ada apa apa kita pasti ngabari kamu kok" Ucap Haikal yang langsung membuat Arti terkejut dan menatap Haikal.
Arti hanya bisa menjawab dengan menganggukkan kepalanya dengan lesu, sebelum pulang, Arti melihat Cahaya dari balik pintu yang sudah di temani oleh Raja di samping tempat tidur Cahaya.
Dengan pelan Arti kembali menutup pintu ruangan Cahaya, dan langsung pamit pada Haikal.
" Aki balik dulu ya Kal, aku juga harus menjaga toko roti" pamit Arti yang langsung di angguki kepala oleh Haikal.
Haikal hanya bisa menatap kepergian Arti dengan menggelengkan kepalanya saja.
" Sepertinya bakalan ada yang sakit hati ini, Andra Andra, kamu bakalan pusing nanti kalau tau Arti juga ada rasa sama kamu sepertinya" ucap Haikal.
Diruangan tempat donorkan darah, Tiara masih berbaring karena kepalanya masih terasa berat, namun tiba tiba kepalanya langsung menoleh ke arah pintu karna mendengar suara pintu terbuka.
Tiara tersenyum melihat Andra masuk untuk melihat dirinya, dengan berusaha Tiara bangkit dari tidurnya untuk berusaha duduk.
__ADS_1
" Gimana keadaan kamu? masih lemas?" tanya Andra menatap Tiara.
" Sudah tidak terlalu" jawab Tiara yang langsung membuat Andra menganggukan kepalanya.
" Aku mewakili Raja untuk berterima kasih karna kamu sudah mau mendonorkan darah kamu buat Cahaya, dan kamu masih hutang penjelasan sama kita tentang ucapan kamu tadi" ucap Andra yang langsung membuat Tiara begitu susah menelan salivanya mendengar perkataan Andra.
Sementara dari luar pintu, Arti tidak sengaja melihat Andra masuk ke ruangan Tiara dan menatap punggung Andra yang kebetulan pintu ruangan nya tidak tertutup.
Ara yang ingin kembali ke ruangannya langsung menghentikan langkahnya saat melihat pemandangan di depannya, Azmi yang melihat Istri tercintanya berhenti langsung bertanya.
" Ada apa sayang" tanya Azmi.
" Lihat Hubby, ternyata adik ku yang yang seperti mumi itu laku juga, ada wanita yang menatapnya seperti itu" ucap Ara menunjuk ke arah Arti yang langsung di ikuti oleh Azmi.
" Tapi sepertinya Andra suka nya sama wanita yang mendonorkan darahnya untuk Aya deh sayang, lagian Andra kan tampan, jadi wajar lah kalau banyak yang suka" ucap Azmi.
" Ck, sok tahu kamu By, Andra mah jelek, mana mau tu cewek sama Dia, lagian Arti juga seperti nya sedang mabuk kalau dia beneran suka sama Andra" sahut Arti yang membuat Azmi sedikiy bingung.
" Mabuk? maksudnya apa sih sayang?" tanya Azmi.
" Kalau emang Arti beneran ada rasa sama Andra, mata Arti pasti kunang kunang seperti orang mabuk karna lihat Andra tampan, orang jelek gitu, gak ada tampan tampannya" ucap Ara menjelaskan kemudian langsung berjalan menuju ruangannya meninggalkan Azmi yang masih berdiri mencerna kata kata istrinya.
" Kalau Andra jelek lah terus kamu apa sayang, kan kalian satu produksi, ada ada aja kamu sayang" ucap Azmi menyusul Ara sambil melihat Adik iparnya sekilas.
Bersambung.
Maaf baru bisa Up jam segini, tadi author kehabisan kuota.
jangan lupa untuk selalu dukung karya author ya, dengan Like,Komen yang positif dan Vote.
Kasih bunga dan Kopi yang banyak, plisssss 🙏🙏
Terima kasih 😊😊
__ADS_1