
Pandu menyusul Kia ke ruang ganti pakaian, Tapi saat sudah di depan pintu saat Pandu hendak mamnggil istrinya, suara nya terhenti karena melihat pakaian yang di pakai istrinya.
" Saa...." panggil pandu terputus.
Kia yang mendengar suara suaminya langsung berbalik arah, Kia yang sedang memegang jubah untuk menutupi tubuhnya yang terekspos karena baju tidur yang dipakai nya terlalu pendek terjatuh karena melihat suaminya sudah di depan nya.
Pandu dan Kia sama sma mematung, Pandu yang hanya memakai handuk yang melilit di bagian pinggang nya terdiam karena melihat tubuh istrinya yang memakai baju tidur yang pendek hanya menutupi setengah pahanya saja, bagian atasnya sedikit terbuka sehingga terlihat setengah bagian dadanya.
Kia yang melihat suaminya hanya memakai handuk terpaku mematung melihat tubuh suaminya yang sixpack, sungguh sempurna ciptaan Allah menurut Kia.
Pandu berjalan ke arah Kia dengan perlahan, Kia yang melihat Pandu berjalan menuju ke arah nya memundur karena sedikit takut, mereka saling menatap, bahkan Pandu sulit untuk menelan salivanya karena melihat tubuh istrinya.
Tidak ada yang bersuara saat itu, mulut mereka sama sama terdiam karena tidak bisa mengeluarkan suara sedikit pun, entah karena grogi atau sama sama malu, entah lha hanya Author yang tau.
Tubuh Kia sudah mentok di lemari pakaian mereka, Pandu yang melihat Kia sudah tidak bisa mundur lagi langsung mengukung tubuh Kia dengan kedua tangannya di letak di sisi kanan dan kiri Kia, Pandu terus menatap wajah cantik istrinya, dipandangi setiap inchi wajah Kia dari mulai mata,hidung dan berhenti di bibir ranum berwarna pink alami yang baru sekali Pandu cicipi saat di rumah sakit kemarin.
Kia melihat Pandu yang terus menatap wajah nya langsung tertunduk malu, Pandu yang menyadari kalau istrinya malu pun trsenyum kecil, di angkat nya dagu Kia secara perlahan, di dekat kan wajah nya ke wajah Kia, perlahan tapi pasti bibir mereka sudah saling menempel, dengan pelan Pandu ******* bibir Kia yang begitu lembut dan manis menurut Pandu, Kia menutup matanya menerima ciuman yang di berikan oleh Pandu, tanpa Kia sadari dia sudah membalas ciuman yang di berikan Pandu, mereka ciuman begitu lembut hingga Pandu tak sadar kalau dia masih memakai handuk saja.
Karena sudah kehabisan napas, mereka berhentikan ciuman mereka untuk mengambil napas masing masing,dengan wajah yang begitu sangat dekat dan kening menempel satu sama lain, Pandu terus manatap wajah Kia, sedangkan Kia tertunduk malu sambil manarik napas dalam dalam.
Di angkat nya tubuh Kia dengan tiba tiba membuat Kia terkejut dan langsung mengalungkan tangannya di leher Kia, Pandu berjalan ke arah tempat tidur mereka dan langsung meletakkan tubuh Kia di atas tempat tidur, di tatapnya wajah Kia dengan perlahan hingga turun ke dada istrinya.
Pandu memulai mencium bibir Kia dengan sedikit lembut, Kia membalas ciuman Pandu, mereka saling menyesap dan *******, Pandu turun ke leher Kia mencium setiap inchi leher Kia dan meninggal kan bekas ciuman nya di leher Kia yang putih,membuat Kia mengeluarkan suara desahan dari mulutnya, Pandu yang mendengar suara desahan Kia sudah tidak mampu lagi menahan hasrat nya yang sudah menggebu di dalam dirinya.
Di lepas kan sesaat ciuman nya dari leher Kia, di tatapnya wajah Istrinya yang sudah merah menahan malu karena di pandang oleh Pandu.
" Boleh Mas melakukan nya sekarang sayang?" tanya Pandu dengan suara serak nya yang sudah menahan hasratnya.
Kia balik menatap suaminya, ia melihat tatapan sayu suaminya yang sudah menahan hasratnya, Kia hanya menjawab dengan anggukan kepala tanda setuju dengan permintaan suaminya.
Pandu kembali ******* bibir istrinya,Kia membalas ******* suaminya dengan penuh gairah, Pandu melepas kan handuk yang melilit di pinggangnya, begitu juga dengan baju tidur yang di pakai oleh Kia, Pandu melempar nya handuk dan baju tidur Kia dengan asal. Ahkirnya malam ini Kia menyerahkan Kia menyerahkan dirinya seutuhnya pada Pandu suaminya, Kia sangat bahagia bisa menyerahkan mahkota yang selama ini Ia jaga hanya untuk suami Pandu yang dicintainya.
Malam semakin dingin, tapi tidak dengan dengan suasan di kamar Pandu dan Kia yang semakin panas dengan desahan dua insan yang sedang memaduh kasih untuk pertama kalinya.
__ADS_1
Pandu mengulangi kegiatannya entah samapai berapa kali, rasa nya dia belum mau mengahkiri kegiatan panas nya, baginya tubuh Kia sudah candu untuk nya, setelah beberapa jam melakukan hubungan percintaan yang sudah berjam jam, ahkirnya Pandu an Kia menyudahinya, mereka sama sama kelelahan denagn aktifitas mereka, sehingga mereka tertidur dengan sambil saling berpelukan tanpa memakai pakaian mereka.
Adzan subuh berkumandang dengan merdunya terdengar di telinga Kia, Kia menggeliatkan tubuhnya merasakan sakit seperti baru saja di remukan, Kia memandang wajah suaminya yang tertidur lelap sambil memeluk pinggang Kia dengan erat, Kia membelai wajah tampan suaminya, Kia tersenyum mengingat kejadian semalam, dimana Pandu tidak memberikan Kia sedikit pun kesempatan untuk mengistirahat kan tubuhnya, Kia tidak menyangka kalau suami nya yang notebane nya tidak pernah dekat wanita mana pun tapi begitu garang di ranjang,tetapi Kia sangat menyukai perbuatan suaminya.
Kia meringis kesakitan saat ingin duduk dari tidurnya, Ia merasakan area sensitif nya begitu berdenyut saat bergerak, rasa nya Kia tak sanggup saat mau melangkah berjalan, Dicari nya pakaian yang di lpar suaminya, tapi Kia tidak dapat melihat nya, ahkir nya Kia berusaha untuk membangun kan suaminya.
" Mas bangun sudah subuh, ayo kita sholat subuh dulu Mas" panggil Kia membangun kan suaminya dengan mengelus wajah Pandu dengan lembut.
Pandu yang merasakan wajah nya di elus elus perlahan mengerjabkan matanya, Pandu mengumpulkan ingatannya, senyuman mengembang mengingat kegiatan panas mereka tadi malam.
CUP
Pandu mencium bibir Kia sekilas. " Morning Kiss sayang, terimah kasih sudah membrikan nya tadi malam" ucap Pandu dan membuat wajah Kia merona seperti tomat.
" Mas dimana kamu melempar baju ku" ucap Kia yang mencari bajunya.
" Baju nya sudah terbuang entah kemana sayang, lagian kamu tidak memerlukan baju itu lagi, bukannya kita mau bersih bersih" sahut Kia.
Kia yang mendengar ucapan suaminya pun hanya menganggukan kepala nya, Kia langsung mengeratkan selimut yang menutupi tubuh polosnya, saat inggin menuruni tempat tidur nya, Kia terpekik kesakitan menahan daerah sensitifnya, Pandu yang melihat itu langsung merasa tak tega.
" Tidak apa apa Mas, ini sudah kewajiban ku untuk memberikan hak Mas, tapi sudah tau sakit kenapa tadi malam Mas tidak memberikan aku istrirahat" sahut Kia sambil mencubit hidung mancung suaminya.
" Habis nya enak banget sayang, lagian kamu juga menikmatinya Mas lihat" ucap Pandu yang langsung membuat wajah nya memerah akibat perkataan suaminya yang vulgar di dengar.
Pandu yang melihat wajah istrinya memerah langsung tersenyum dan menyibak kan selimut yang menutupi tubuh Kia dan mengangkat tubub Kia menuju kedalam kamar mandi, Kia yang melihat kelakuan suaminya pun langsung terkejut.
" Mas, apa yang kamu lakukan? Kia malu Mas?" ucap Kia yang berada di dalam gendongan pandu.
" Tidak perlu malu sayang, Mas sudah melihat setiap inchi tubuh ini, bahkan Mas sudah merasakan surga dunia ini sayang" sahut Pandu langsung.
Pandu langsung membawa Kia kedalam kamar mandi dan menurunkan Kia di dalam bathup, Pandu mengisi air hangat dan menuangkan aromatrapi di dalam nya agar Kia rileks dan rasa sakit yang di rasakan berkurang, Pandu membiar kan Kia berendam, sedangkan Pandu membersihkan tubuhnya di bawah sower untuk melakukan mandi wajibnya.
Setelah selsai membersihkan diri mereka, Pandu dan Kia langsung malakukan kewajiban mereka untuk sholat subuh, selesai sholat subuh karena mereka masih mengantuk akibat pertempuran tadi malam, ahkirnya Pandu dan Kia memilih untuk tidur lagi karena masih ada waktu sedikit.
__ADS_1
Bersambung....
jangan lupa ya readeras sayang untuk slalu dukung Author
dengan Like, komen dan vote.
di share vovel pertama aku ya gaiss..
Terima kasih banyak.
salam sayang dari Author.
__ADS_1